Kamis 17-Nov-2022 05:00 WIB
513
Foto : tempo
brominemedia.com-- Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris
Besar Polisi Hengki Haryadi mengakui pengungkapan kasus meninggalnya satu
keluarga di Kalideres, Jakarta Barat, cukup rumit. Menurutnya perlu terlibatan
banyak pihak untuk menelusuri kematian yang misterius ini.
"Kita sedang meneliti sebab kematian dan motif
peristiwa ini dan sekarang sedang berproses. Karena ini kasus yang cukup rumit
ya. Ini harus teliti dan benar teliti dan ahli yang bisa menjelaskan,"
ujarnya di tempat kejadian perkara (TKP), Rabu, 16 November 2022.
Namun, kata Hengki, polisi menemukan titik terang perihal
motif yang akan diungkap. Untuk saat ini dia enggan mengungkap motif apa yang
mulai mengerucut.
Bahkan menurutnya ada beberapa motif yang bisa dipatahkan
perihal penyebab satu keluarga tewas di dalam rumah tersebut.
"Nanti kesimpulan terakhir lah kita gak boleh
disampaikan sekarang. Artinya banyak sekali temuan-temuan dari pada metode
penyelidikan yang kami laksanakan, artinya banyak berkontribusi. Digital
forensik memberikan petunjuk yang sangat penting, kedokteran forensik juga
seperti itu. Laboratorium forensik terkait DNA dan sebagai macam juga
memberikan petunjuk yang penting," katanya.
Selain itu, pihaknya juga menemukan tumpukan sampah dari
dalam rumah bagian belakang. Petunjuk ini masih ditelusuri juga oleh polisi
dengan melibatkan Asosiasi Psikologi Forensik atau Apsifor untuk mengetahui
perilaku empat orang penghuni sebelum meninggal.
"Kita tidak bisa berasumsi mengambil kesimpulan
sementara, ini proses sedang berlangsung dan inintensif termasuk psikolgi
forensik ini intensif mulai malam ini mempelajari daripada latar belakang
korban dan sebagainya," tutur Hengki.
Berdasarkan pantauan Tempo, hadir tim dari Polsek Metro
Kalideres, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, dan Puslabfor
Polri, dan INAFIS (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System).
Mereka mulai olah TKP sekitar pukul 16.50 WIB sampai 18.00 WIB
Sebagaimana diketahui, ditemukan empat jenazah di dalam
rumah Blok AC5/7 Perumahan Citra Garden 1 Extension, Kalideres, Jakarta Barat,
pada Kamis, 10 November 2022. Mereka yang sudah meregang nyawa adalah Rudyanto
Gunawan (laki-laki 71 tahun), Renny Margaretha Gunawan (perempuan 68 tahun),
Dian Febbyana Apsari Dewi (perempuan 42 tahun), dan Budyanto Gunawan (laki-laki
68 tahun).
Rudyanto adalah suami dari Renny, Dian merupakan anak dari
mereka. Sedangkan Budyanto merupakan adik dari Rudyanto.
Hasil autopsi sementara, tidak ditemukan sisa makanan dalam
lambung mereka. Waktu kematiannya diduga berbeda-beda dan tidak ada bekas
tanda-tanda menerima kekerasan pada jenazah.
Kemarin, tim Puslabfor Bareskrim Polri melakukan cek suhu
dan kelembapan ruangan dalam rumah. Langkah itu untuk memperkuat bukti kapan
jenazah meninggal dan berapa lama membusuk.
Keluarga tersebut terkenal tertutup dan jarang
bersosialisasi dengan tetangga sekitar. Penyebab kematian akibat kelaparan dan
keracunan juga belum dipastikan.
Konten Terkait
Pihak Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) secara tegas menyatakan tidak terlibat melaporkan komika Pandji Pragiwaksono.
Senin 12-Jan-2026 20:05 WIB
Sejauh ini sudah ada lima saksi yang memberikan keterangan kepada penyidik PPA Polda Sulut.
Minggu 11-Jan-2026 20:10 WIB
Richard Lee tidak ditahan setelah diperiksa sebagai tersangka. Polisi menilai dia kooperatif dan pemeriksaan dilanjutkan pekan depan.
Kamis 08-Jan-2026 01:37 WIB
Penyelidikan kecelakaan kerja di Batam yang menewaskan Ramli, pekerja subkontraktor di PT ASL Shipyard, masih diselidiki polisi dan Disnaker Kepri
Minggu 04-Jan-2026 20:14 WIB
Akun Tiktok @AmbulanceFahmi membagikan siaran langsung perjalanan rombongan pengantar mendiang Awhin Sanjaya.
Senin 15-Dec-2025 20:19 WIB






