Minggu 11-Jan-2026 20:10 WIB
Foto : tribunnews
Brominemedia.com - Pengungkapan kasus kematian kasus kematian Evia, mahasiswi UNIMA yang ditemukan tewas tak wajar di tempat kosnya di Tomohon, Sulawesi Utara terus berlanjut.
Pihak keluarga terus berusaha untuk mencari bukti baru, termasuk saksi.
Upaya tersebut pun membuahkan hasil.
Sejumlah bukti baru dan saksi mereka berhasil dapatkan dan dibawa ke penyidik.
Sejauh ini sudah ada lima saksi yang memberikan keterangan kepada penyidik PPA Polda Sulut.
Mapolda Sulut berada di Jalan Bethesda No.62, Sario, Kecamatan Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara
Para saksi mulai mengungkap peran DM, oknum Dosen UNIMA yang diduga melecehkan Evia.
"Seorang saksi diperiksa pada Sabtu (10/1/2026) lalu, ia teman korban," kata Niczem Alfa Wengen, Kuasa hukum pihak keluarga Evia
Minggu (11/1/2026).
Dikatakannya, saksi tersebut adalah saksi kunci.
Ia melihat langsung oknum dosen DM membawa Evia ke dalam mobil.
Dia juga yang membuntuti mobil tersebut.
"Kemudian Evia curhat dosen tersebut telah melakukan perbuatan tak senonoh, lantas mereka melaporkan kasus ke pihak UNIMA," katanya.
Ungkap dia, seorang saksi lagi melihat Evia masuk ke dalam kosnya pada tanggal 29 Desember 2025 sekira pukul 6 sore.
Ia bercakap cakap langsung dengan Evia.
"Pada tanggal 29 Desember 2025, pukul 6 sore, dia melihat Maria masuk ke dalam kos, dia bertanya kenapa kamu menangis Maria, jawab Maria ia diturunkan oleh dugaan oknum dosen ini di pinggir jalan dekat lorong," katanya.
Ia bercerita, saksi terus bertanya. Ia menanyakan mengapa Maria menangis dan ada luka di kakinya.
"Katanya oknum dosen itu ingin melakukan hal tidak baik pada dirinya, dan almarhumah dibawa di pekuburan," katanya.
Seorang saksi lagi, kata dia, hanya berfokus di ponsel.
Ia bersama sama namun tidak melihat langsung.
"Dirinya fokus di ponsel," katanya.
Menurut dia, keterangan para saksi tersebut semakin membuat terang benderang pengusutan kasus tersebut.
Ia berharap aparat dapat mengusut tuntas dan memberikan keadilan pada keluarga.
Seribu lilin
Simpati terhadap Evia, mahasiswa Unima yang meninggal dunia tak wajar di tempat kosnya di Tomohon, terus bermunculan.
Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Nusa Utara Bersatu berencana menggelar aksi solidaritas seribu lilin pada Senin (12/1/2026) pukul 17.00 Wita mengatakan di Polda Sulut, Manado.
Alfian salah satu penanggung jawab aksi mengatakan, para peserta aksi akan berkumpul di tugu RW Mongisidi, Sario.
"Dari tugu, peserta akan berjalan kaki ke Polda Sulut," kata dia Minggu (11/1/2026).
Menurut dia, pemasangan lilin direncanakan berlangsung di depan kantor Mapolda Sulut.
Ia menuturkan, aksi digelar sebagai bentuk keprihatinan terhadap peristiwa kematian Evia dan meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini.
"Kami meminta agar ada transparansi pengusutan kasus ini serta juga seruan kepada pihak UNIMA untuk dapat mengambil langkah tegas," katanya.
Dikatakannya, aksi itu terbuka untuk masyarakat Manado yang terpanggil untuk menyuarakan keprihatinan terhadap meninggalnya Evia.
Diketahui, Evia ditemukan meninggal dunia secara tak wajar di tempat kosnya di Tomohon.
Sejumlah petunjuk mengaitkan peristiwa itu dengan dugaan pelecehan yang dilakukan oknum dosen berinisial DM.
Belakangan, tudingan ke arah DM kian menguat dengan kesaksian sejumlah saksi.
Aparat Polda Sulut hingga saat sudah memeriksa sejumlah saksi terkait pengusutan kasus dugaan pelecehan seksual tersebut.(ART)
Konten Terkait