Foto : harianjogja
brominemedia.com
-Pengadilan Tinggi Bandung memperberat hukuman Doni Muhammad Taufik alias Doni
Salmanan menjadi 8 tahun atau 2 kali lipat dari putusan pengadilan tingkat
pertama yang hanya memvonisnya 4 tahun penjara.
Doni Salmanan adalah terdakwa kasus robot trading Quotex.
Kasusnya sempat menghebohkan masyarakat karena turut menyeret sejumlah nama
tenar dari kalangan pesohor publik.
Adapun Majelis Tinggi PT Bandung saat membacakan amar
putusan banding Doni Salmanan memutuskan untuk membatalkan putusan Pengadilan
Negeri Bale Bandung Nomor 576/Pid.Sus/2022/PN Bale Bandung tanggal 15 Desember
2022.
Selain itu, majelis juga menyatakan bahwa Crazy Rich Soreang
itu telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah karena sengaja dan tanpa
hak menyebarkan berita bohong yang menyesatkan. Tindakan Doni Salmanan, kata
hakim, telah merugikan konsumen.
"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu
dengan pidana penjara selama 8 tahun dan pidana denda sebesar Rp1 miliar dengan
ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana
kurungan selama 6 bulan," demikian dikutip dari laman resmi Pengadilan
Negeri Bale Bandung, Selasa (21/2/2023).
Manfaatin gadgetmu untuk dapetin penghasilan tambahan. Cuma modal sosial media sudah bisa cuan!
Gabung bisnis online tanpa modal di http://bit.ly/3HmpDWm
Sebelumnya, Doni Salmanan akhirnya divonis 4 tahun penjara karena kasus penyebaran berita bohong terkait robot trading Quotex. Putusan tersebut disampaikan oleh hakim di Pengadilan Negeri Bale Bandung Kelas 1A, pada Kamis, 15 Desember 2022.
Selain vonis penjara empat tahun, hakim juga menetapkan pidana denda sebesar Rp1 miliar, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.
Hukuman ini terbilang ringan, dibandingkan dengan yang diterima oleh Indra Kenz. Bahkan, aset mewah Doni Salmanan turut dikembalikan oleh pihak kejaksaan.
Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bale Bandung Achmad Satibi menyatakan Doni tidak diwajibkan membayar ganti rugi kepada para korban, karena tidak terbukti bersalah sebagaimana dalam dakwaan kedua penuntut umum terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
"Membebaskan terdakwa oleh karena itu dari dakwaan kedua tersebut," kata hakim di PN Bale Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dikutip Antara, Kamis (14/12).
Konten Terkait
Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta menggelar sidang dengan agenda pembacaan putusan langkah hukum banding jaksa atas vonis terdakwa Harvey Moeis di kasus korupsi timah pada hari ini, Kamis (13/2/2025).
Kamis 13-Feb-2025 21:10 WIB
Fadilla alias Datuk (37) terancam hukuman penjara lima tahun imbas kasus penganiayaan terhadap Muhammad Luthfi, seorang dokter koas di Unsri.
Minggu 15-Dec-2024 20:21 WIB
Devi menjelaskan kronolagi kejadian bermula saat korban tengah mempromosikan alat-alat toko tempatnya bekerja.
Kamis 12-Dec-2024 20:58 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Polrestabes Semarang berhasil membekuk pelaku pembunuhan sadis terhadap seorang perempuan bernama Robiatul Adawiyah (28 tahun) yang terjadi di sebuah kosan di Peterongan, Semarang Selatan, Kota Semarang,...
Selasa 22-Oct-2024 20:33 WIB
Dua karyawan maskapai penerbangan Lion Air ikut menjadi pelaku peredaran narkoba.Wakil Direktur Tindak Pidana ...
Kamis 18-Apr-2024 20:30 WIB