Bromine Media merupakan media online yang menyajikan ragam informasi dan berita di ranah lokal Wonogiri hingga nasional untuk masyarakat umum. Bromine Media bertempat di Brubuh, Ngadirojo Lor, Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah.

All Nasional Internasional

RAGAM

Sejarah Hubungan Indonesia dan Iran serta Perbedaannya

Senin 13-May-2024 20:45 WIB

376

Sejarah Hubungan Indonesia dan Iran serta Perbedaannya

Foto : mediaindonesia

Brominemedia.com – HUBUNGAN diplomatik antara Indonesia dan Iran telah ada sejak awal abad ke-20, jauh sebelum kemerdekaan Indonesia pada 1945 silam. Walaupun secara resmi terbentuk pada tahun 1950, kedua negara telah memiliki interaksi yang erat sejak berabad-abad yang lalu.

Masyarakat Indonesia dan Iran, yang pada masa lalu lebih dikenal dengan sebutan Persia, telah saling berhubungan melalui jalur perdagangan dan penyebaran agama Islam. Ini mencerminkan hubungan yang kuat antara dua negara yang memiliki budaya dan nilai-nilai yang kaya akan sejarah dan tradisi Islam.

Duta Besar Iran untuk Indonesia Boroujerdi menjelaskan bahwa interaksi budaya antara masyarakat Iran dan Indonesia tercermin dalam pengaruh bahasa Persia terhadap bahasa Indonesia. Banyak kata dari bahasa Persia yang telah diserap menjadi bagian dari kosakata bahasa Indonesia, seperti anggar, asa, bahari, bala, bandar, cadar, cambuk, firman, dan masih banyak lagi.

Selain itu, upaya promosi saling memahami dan menghargai kekayaan budaya juga terus dilakukan oleh kedua negara.

"Pertukaran budaya semakin meluas, mencakup pameran seni, festival film, program pendidikan, dan pertukaran akademik," ungkap Boroujerdi di Cikarang belum lama ini.

Dalam bidang ekonomi, Boroujerdi menyebut bahwa Indonesia dan Iran telah lama menjalin kerja sama. Pada zaman kuno, pedagang, penjelajah, dan cendekiawan dari Persia telah berdagang di berbagai pulau di Indonesia, terutama dalam perdagangan rempah-rempah. Ini tidak hanya tentang perdagangan, tetapi juga tentang interaksi budaya yang kaya antara kedua bangsa.

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran telah terjalin sejak lama, tepatnya sejak tahun 1950, beberapa tahun setelah Indonesia merdeka. Namun, sebenarnya hubungan antara kedua negara ini telah berlangsung jauh sebelum tahun tersebut. Bahkan, sudah sejak berabad-abad lalu, masyarakat Indonesia dan Iran, yang dahulu dikenal dengan sebutan Persia, telah berinteraksi melalui jalur perdagangan dan penyebaran agama Islam.

“Meski begitu kami akan berupaya untuk terus mengembangkan dan meningkatkan kerja sama dua negara ini dalam berbagai bidang,” katanya.

Apalagi, lanjut Boroujerdi, Iran dan Indonesia memiliki modal penting, yakni adanya beberapa kesamaan. Iran dan Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. Lalu, Iran dan Indonesia juga sama- sama memiliki beragam budaya dan bahasa daerah.

Interaksi budaya antara masyarakat Iran dan Indonesia tercermin dalam kekayaan bahasa. Boroujerdi mengungkapkan bahwa ada beberapa kata dalam bahasa Persia yang diserap menjadi kosa kata bahasa Indonesia. Contohnya termasuk kata "anggar," "asa," "bahari," "bala," "bandar," "cadar," "cambuk," "firman," dan masih banyak lagi.


Selain itu, upaya promosi pemahaman dan penghargaan saling terhadap kekayaan budaya masing-masing terus dilakukan oleh Iran dan Indonesia. Pertukaran budaya semakin meluas meliputi pameran seni, festival film, program pendidikan, dan pertukaran akademik.

Dalam bidang ekonomi, Iran dan Indonesia telah mengembangkan berbagai inisiatif kerja sama selama bertahun-tahun. Bahkan pada zaman kuno, para pedagang, penjelajah, dan cendekiawan Persia telah menjelajahi berbagai pulau di Indonesia untuk berdagang rempah-rempah. Namun, kerja sama tersebut tidak hanya terbatas pada perdagangan, tetapi juga melibatkan interaksi budaya yang signifikan.

Perbedaan dan Era Modern

Di era modern, bidang kerja sama pun semakin meluas. Ini terutama dalam bidang perdagangan, investasi dan energi.

Baik Indonesia maupun Iran adalah negara produsen minyak. Indonesia dan Iran akan terus bekerjasama dalam berbagai proyek energi. Iran saat ini masih menjadi negara produsen minyak dan anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries atau OPEC.

Sementara, Indonesia sejak tahun 2008 sudah menyatakan diri keluar dari keanggotaan OPEC. Sudah sejak beberapa tahun sebelumnya dan hingga kini Indonesia tidak lagi menjadi negara eksportir minyak. Meski begitu seiring perkembangan teknologi, sumber energi kini menjadi semakin beragam. Bukan lagi hanya tergantung pada minyak mentah.

Dalam bidang politik dan diplomasi, urai Boroujerdi, hubungan Iran dan Indonesia masih terjaga dengan baik, meski terkadang ada ketegangan.

“Ini terutama menyangkut masalah-masalah regional dan internasional." kata dia.

Iran dan Indonesia sering menemukan kesepakatan dalam isu-isu terkait solidaritas Islam dan dukungan terhadap hak-hak Palestina. Untuk bidang diplomasi, Iran dan Indonesia terus menghadapi tantangan dari waktu ke waktu.

“Di antaranya, perbedaan pendapat mengenai konflik regional, termasuk sanksi internasional terhadap Iran, atau perbedaan dalam prioritas kebijakan luar negeri,” ungkap Boroujerdi.

Rektor Presuniv Handa S. Abidin menyampaikan, melalui kuliah tamu kali ini, Presuniv berharap dapat ikut berperan dalam memperkuat hubungan antara Indonesia dan Iran melalui diplomasi budaya.

“Dalam bidang budaya, salah satu bentuk kerja sama yang bisa direalisasikan adalah melalui pertukaran mahasiswa. Mahasiswa-mahasiswa dari Iran dapat melanjutkan kuliahnya di Indonesia, termasuk di Presuniv, dan sebaliknya,” kata Handa.

Begitulah, meski diwarnai beberapa perbedaan, Iran dan Indonesia sepakat untuk tetap menjalin kerja sama dalam banyak bidang. Salah satu bentuk nyata dari upaya ini adalah saling kunjung presiden dari dua negara tersebut. Presiden Republik Islam Iran, Seyyed Ebrahim Raisi, berkunjung ke Indonesia pada Mei 2023.

Share:

Konten Terkait

OLAHRAGA Pemain Keturunan Indonesia Berperan dalam Pemecatan Ruben Amorim oleh Man United

Secara tidak langsung, bek Leeds United berdarah Indonesia, Pascal Struijk, berperan dalam laga berujung pemecatan Ruben Amorim oleh Man United

Kamis 08-Jan-2026 01:07 WIB

Pemain Keturunan Indonesia Berperan dalam Pemecatan Ruben Amorim oleh Man United
PEMERINTAHAN OJK Sederhanakan Syarat Izin Usaha untuk Bisnis Gadai, Ini Kata Indonesia Gadai Oke

Indonesia Gadai Oke menyambut positif adanya POJK 29/2025 karena mendorong pergadaian yang belum berizin masuk menjadi pergadaian resmi

Selasa 16-Dec-2025 20:15 WIB

OJK Sederhanakan Syarat Izin Usaha untuk Bisnis Gadai, Ini Kata Indonesia Gadai Oke
PEMERINTAHAN Di Hadapan Prabowo, Menko Airlangga Yakin Ekonomi Indonesia 2025 Sentuh 5,2%

Menko Airlangga yakin bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 bisa mencapai target yang ditetapkan oleh pemerintah. Simak alasannya di sini.

Senin 15-Dec-2025 20:20 WIB

Di Hadapan Prabowo, Menko Airlangga Yakin Ekonomi Indonesia 2025 Sentuh 5,2%
TREND Hasil SEA Games 2025: Timnas U-23 Indonesia Tersingkir

Kemenangan 3-1 atas Myanmar tidak cukup untuk membawa timnas U-23 Indonesia lolos ke semifinal SEA Games 2025, kalah bersaing dengan Malaysia.

Jumat 12-Dec-2025 20:15 WIB

Hasil SEA Games 2025: Timnas U-23 Indonesia Tersingkir
PERISTIWA 30 Ribu Rekening Terkait Judi Online Diblokir!

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka-bukaan soal rekening judi online (judol). OJK pun menemukan 30.392 rekening yang berkaitan dengan judol.

Kamis 11-Dec-2025 20:30 WIB

30 Ribu Rekening Terkait Judi Online Diblokir!

Tulis Komentar