Minggu 04-Jan-2026 20:06 WIB
Foto : tribunnews
Brominemedia.com - Dunia pesantren dan pendidikan tinggi Islam kehilangan salah satu tokoh penting.
Adalah pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A yang wafat pada Sabtu (3/1/2026) di Solo.
Almarhum Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A meninggalkan jejak besar dalam pengembangan pesantren serta perguruan tinggi.
Sebagai generasi kelima pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, almarhum berperan aktif mendorong lahirnya Undang-Undang Pesantren, memperkuat pengakuan negara terhadap pesantren salafiyah dan asriyah, serta menginisiasi jejaring internasional dan berbagai proyek strategis, termasuk pendirian Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor.
Pejuang di Balik Lahirnya UU Pesantren
“Ya beliau adalah generasi kelima dari tiga serangkai pimpinan pondok pesantren Gontor sejak dari berdiri sampai sekarang,” ungkap Rektor UNIDA Gontor, Prof Dr KH Hamid Fahmy Zarkasyi, Minggu (4/1/2026).
Dia mengatakan bahwa Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A adalah pimpinan Pondok periode kelima, dan beliau mempunyai perhatian yang sangat besar, terhadap universitas.
“Beliau kan punya satu kemajuan, bahwa pesantren-pesantren sekarang sudah mulai memikirkan tingkat perguruan tinggi karena SDM bangsa ini memerlukan SDM keluaran dari Univeristas,” katanya.
Menurutnya, Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A juga sangat konsen dengan pesantren, beliau salah satu tokoh dibalik terbitnya UU pesantren.
Dimana dalam undang-undang yang didalamnya bisa mengakui pesantren salafiyah dan Asiyah. “Kedua jenis pesantren itu diakui oleh pemerintah dan tidak harus mengikuti ujian negara seperti sebelumnya,” tegasnya.
KH Hamid mengatakan bahwa banyak perjuangan KH Amal . Sejak Permen, peraturan menteri sampai lahirnya Undang-Undang pesantren, selain itu KH Amal juga pernah menjadi rektor Unida.
“Beliaulah yang memulai jaringan internasional. Kerjasama dengab eropa dan negara arab, asia Tenggara,” tegas KH Hamid kepada Tribunjatim Network.
KH Hamid merasa kehilangan sekali. “Beliau pengalamannya sangat luas. Beliau profesor dalam bidang akidah dan ilmu kalam. Beliau memperoleh guru besarnya di tahun 2014.
Setelah itu beliau memperoleh gelar doktor honoris causa di thailand,” urainya.
K.H Amal, jelas dia, juga masuk ke dalam Persatuan ulama seluruh dunia. K.H Amal salah satu ketua forum ketua asia afrika diversity yang pusatnya di Pakistan dan juga menjadi dewan eksekutif liga universitas islam dunia yang pusatnya di mesir.
“Kami betul-betul kehilangan sosok beliau, kegiatan beliau, wawasan beliau yang kuat. Banyak proyek yang beliau inisiasi kemudian menjadi besar termasuk beliau lah yang menginisiasi Unida punya fakultas kedokteran, luar biasa kita sangat berhutang ke beliau. Mudah-mudahan amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT,” pungkasnya.
K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, merupakan putra keempat salah satu Trimurti pendiri PMDG, KH Imam Zarkasyi. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, menamatkan pendidikan KMI pada 1969 dan melanjutkan studi hingga meraih gelar doktor dari Universiti Malaya pada 2006.
Pada 2014, Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, dikukuhkan sebagai guru besar Ilmu Kalam. Sepanjang hidupnya, almarhum mengabdikan diri sebagai pendidik dan akademisi, termasuk menjabat Rektor UNIDA Gontor serta aktif di berbagai organisasi pendidikan nasional dan internasional.
Almarhum wafat di Rumah Sakit Moewardi, Solo, Sabtu (3/1/2026) pukul 12.14 WIB setelah menjalani perawatan intensif akibat komplikasi kesehatan. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.
Almarhum merupakan bagian dari Tri Murti Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, yaitu tiga pimpinan tertinggi yang melanjutkan estafet kepemimpinan pesantren setelah wafatnya para pendiri.
Prof. Dr. K.H Amal Fathullah Zarkasyi merupakan pemimpin Pondok Modern Darussalam Gontor periode kelima.
Periode pertama dipimpin Trimurti pendiri, yakni KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fananie, dan KH Imam Zarkasyi.
Periode kedua dipimpin KH Abdullah Syukri Zarkasyi, KH Hasan Abdullah Sahal, dan KH Shoiman Lukmanul Hakim.
Periode ketiga oleh KH Abdullah Syukri Zarkasyi, KH Hasan Abdullah Sahal, dan KH Imam Badri.
Periode keempat oleh KH Abdullah Syukri Zarkasyi, KH Hasan A. Sahal, dan KH Syamsul Hadi Abdan.
Periode kelima hingga kini dipimpin KH Hasan Abdullah Sahal, Prof. KH Amal Fathullah Zarkasyi, dan KH Akrim Mariyat.
Konten Terkait