Minggu 04-Jan-2026 20:16 WIB
Foto : wartakota
Brominemedia.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, disebut-sebut ditangkap pasukan elite Amerika Serikat dalam operasi tengah malam di Caracas pada Sabtu (3/1/2026).
Informasi tersebut pertama kali beredar dari pernyataan Presiden AS Donald Trump serta dua sumber yang mengaku mengetahui langsung jalannya operasi.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Venezuela belum memberikan konfirmasi resmi, sementara sejumlah pihak internasional meminta klarifikasi independen.
Menurut keterangan sumber yang dikutip sejumlah media internasional, penangkapan dilakukan oleh pasukan elite Delta Force Angkatan Darat AS.
Operasi disebut berlangsung cepat dan tertutup, dengan sasaran langsung kediaman Presiden di Caracas.
Maduro dan Flores dikabarkan diseret keluar dari kamar saat tengah malam dan segera dievakuasi melalui jalur laut.
Trump, dalam pernyataan publiknya, mengonfirmasi kabar penangkapan tersebut.
Ia menyebut pasangan itu diangkut menggunakan kapal serbu amfibi USS Iwo Jima dan dibawa menuju New York.
Namun, pernyataan itu belum disertai bukti visual atau dokumen resmi yang dapat diverifikasi secara independen.
Klaim ini memantik reaksi luas karena menyangkut kedaulatan negara dan hukum internasional.
Penangkapan seorang kepala negara di wilayahnya sendiri oleh pasukan asing berpotensi melanggar prinsip non-intervensi sebagaimana diatur dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sejumlah pakar hukum internasional menilai, jika benar terjadi, langkah tersebut akan memicu krisis diplomatik serius dan berisiko memperuncing ketegangan geopolitik di kawasan Amerika Latin.
Di Caracas, situasi dilaporkan tegang. Sejumlah laporan menyebut aparat keamanan Venezuela meningkatkan penjagaan di titik-titik strategis, sementara pendukung pemerintah dan kelompok oposisi sama-sama menunggu kejelasan.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Komunikasi Venezuela maupun dari militer negara tersebut mengenai keberadaan Presiden Maduro.
Dari pihak AS, Pentagon dan Departemen Luar Negeri belum mengeluarkan penjelasan tertulis.
Seorang pejabat yang menolak disebutkan namanya hanya mengatakan bahwa Washington “akan memberikan keterangan pada waktu yang tepat”.
Sikap ini menambah spekulasi di tengah derasnya arus informasi yang belum terverifikasi.
Pengamat hubungan internasional menekankan pentingnya kehati-hatian publik dalam menyikapi klaim-klaim awal.
Tanpa konfirmasi dari kedua pemerintah atau bukti yang dapat diuji, informasi tersebut masih berada pada ranah pernyataan sepihak.
Media diminta menunggu klarifikasi resmi untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi di Caracas pada malam itu.
Konten Terkait