Jumat 09-Jan-2026 20:04 WIB
Foto : tribunnews
Brominemedia.com - Terungkap kondisi terkini bocah perempuan usia 4 tahun korban peluru nyasar setelah proyektil diangkat.
Ternyata peluru tersebut bersarang di tengkorak kepala korban yang bernama Asmi Anggraini. Tepatnya di dekat mata kanan.
Peluru itu berhasil diangkat setelah menjalani operasi selama delapan jam, Jumat (9/1/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.
Operasi dilakukan di RSUP H Adam Malik Medan.
Peluru itu peluru senapan angin berbentuk runcing bagian atas, mengecil di leher, lalu membesar di bagian bawah.
Romanda Siregar, Ibu korban, mengatakan bahwa saat ini anaknya masih pemulihan pasca operasi.
Dia mengkhawatirkan kondisi Asmi, karena menurut penjelasan dokter akan ada kemungkinan dampak setelah operasi.
Kemungkinan pertama, infeksi karena peluru tidak steril, ditambah sudah bersarang selama 4 hari.
"Khawatir pasca operasi seperti infeksi karena sudah 4 hari peluru di dalam,"kata Romanda, Jumat (9/1/2026) dikutip dari Tribun-Medan.com.
Apabila terjadi infeksi, lanjut dia, maka operasi akan dilakukan kembali.
Kekhawatiran lainnya ialah berdasarkan informasi yang ia dapatkan akan ada dampak bagi seseorang yang sudah pernah operasi bagian kepala, seperti sakit-sakitan.
Namun demikian ia bersyukur karena anaknya selamat, dan peluru berhasil diangkat.
"Kemudian, kata dokter,apabila infeksi harus dioperasi kembali."
Balita bernama Asmi Anggraini (4) warga Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan terpaksa dirawat di rumah sakit.
Ia diduga menjadi korban peluru nyasar gerombolan orang yang sedang tawuran di Medan Belawan, Senin 5 Januari 2026.
Ketika ditemui di RS Pirngadi Medan, ia tampak duduk diatas ranjang rumah sakit.
Mengenakan kaus berwarna merah, mata kanan anak tak berdosa ini terlihat ditutup perban.
Sesekali, ia seperti menahan rasa sakit akibat luka tembak yang dialaminya.
Kulitnya tampak pucat, dengan posisi selang infus melekat di tangan sebelah kirinya.
Di samping sebelah kanan Asmi, ibunya bernama Romanda (33) setia menemani sejak kemarin.
Mengenakan jaket jeans, bekas darah segar Asmi masih melekat di dada kirinya.
Romanda Siregar, saat diwawancarai menceritakan detik-detik anaknya tertembak.
Peristiwa itu terjadi pada Senin malam, sekira pukul 19:30 WIB, Romanda dan anaknya, Asmi Anggraini berangkat dari rumahnya menumpangi becak motor untuk menjemput suaminya yang bekerja sebagai nelayan.
Mereka berencana pergi ke acara tahun baruan sekaligus silaturahmi, ke rumah rekan suaminya.
Di perjalanan, tepatnya di depan kantor Pos Belawan, Jalan Medan - Belawan, laju becak motor terhenti karena ada sejumlah orang sedang tawuran.
Mereka pun terpaksa menunggu sampai tawuran mereda, karena khawatir menjadi sasaran.
"Awalnya kami mau keluar rumah pergi menjemput bapaknya menaiki becak motor, tahu-tahu ada perang. Jadi, kami menunggu la di simpang Canang,"kata Romanda, Selasa (6/1/2026).
Tiba-tiba, Asmi Anggraini memegang mata sebelah kanannya sambil meringis kesakitan.
Begitu dilihat, darah mengucur dari mata kanan anak keempat tersebut ke bajunya.
Melihat kondisi sang anak, Romanda spontan langsung memeluk anaknya dan berupaya mencari pertolongan.
Ia pun meminta sopir becak melaju ke RS Prima Husada Cipta Medan, namun jalan menuju ke lokasi ditutup akibat tawuran.
Lantas mereka beralih ke sebuah klinik tak jauh dari lokasi.
Sesampainya di klinik, ternyata pihak klinik tak mampu menangani karena posisi luka berada di tempurung mata.
"Karena klinik pun gak berani dan disarankan ke rumah sakit."
Mendengar pernyataan pihak klinik, Romanda bersama tukang becak langsung bergegas menuju ke rumah sakit Prima Husada Cipta Medan, dengan harapan jalan sudah dibuka, dan tawuran sudah mereda.
Begitu sampai di persimpangan jalan, ternyata tawuran masih berlangsung, dan jalan ke rumah sakit tak bisa dilalui kendaraan.
Sebagai ibu, Romanda spontan langsung turun dari becak, dan menggendong Asmi dengan kondisi bercucuran darah ke rumah sakit.
Setibanya di rumah sakit, kekecewaan kembali dirasakan Romanda.
Ternyata dokter mata sedang tidak ada jadwal hari itu.
Pihak rumah sakit pun menyarankan ke rumah sakit lainnya untuk penanganan.
Rasa takut, khawatir bercampur aduk di dalam pikiran dan hati Romanda.
Kemudian, ia pun pergi ke pinggir jalan menumpang mobil agar diantar ke Rumah Sakit Pirngadi Medan.
Sesampainya di rumah sakit, Asmi langsung ditangani mulai dari pemeriksaan dan di scan bagian matanya.
Disinilah baru diketahui, peluru bersarang di bagian mata kanan.
"Bingung mau bagaimana ini. Anak gak rewel. Cuma kadang dia kedip darah mengucur, sakit."
Konten Terkait