KRIMINAL

Perampok Rumah Dinas Wali Kota Blitar Pakai Plat Merah? Ini Kata Polisi

Selasa 13-Dec-2022 07:44 WIB 263

Foto : tempo

brominemedia.com - Kapolres Kota Blitar, AKBP Argowiyono, angkat bicara soal dugaan para perampok rumah dinas Wali Kota Blitar menggunakan mobil plat dinas atau plat merah. Menurut dia, hal itu belum dapat dipastikan.

Argo menyatakan dugaan penggunaan mobil plat merah itu didapatkan dari rekaman kamera pengamanan alias CCTV yang terletak di jalanan sekitar lokasi. Akan tetapi dia belum bisa memastikan apakah mobil tersebut yang benar-benar digunakan para pelaku.

"Yang terlintas di CCTV di jalan itu pelat merah, tapi mungkin pengalihan. Belum tentu jenis sebetulnya," kata Argo, Senin, 12 Desember 2022.

Dia menyatakan belum bisa memastikan hal itu karena masih harus melakukan pendalaman. Pasalnya, meskipun CCTV di rumah dinas itu aktif, decoder-nya dirusak oleh pelaku.

"Kalau saat kejadian semua aktif (CCTV). Pelaku informasinya merusak (decorder CCTV) dan kami masih dalami," kata dia.

Polisi terus melakukan olah TKP

Hingga kemarin, Argo pun menyatakan tim penyidik terus melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menelusuri barang bukti yang ada, termasuk mengidentifikasi sidik jari pelaku yang mungkin berada di sana.

"Kami lakukan olah TKP awalnya hanya konstruksi kejadian. Untuk barang bukti belum identifikasi, karena itu tim identifikasi akan ambil sidik jari," kata Kapolres.

Polda Jawa Timur ikut menurunkan tim untuk mengungkap kasus perampokan ini. Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Timur Kombes Totok Suharyanto menyatakan mereka telah melakukan olah TKP di empat titik.

"Malam ini, kami evaluasi seluruh hasil olah TKP termasuk tim di lapangan. Ada empat titik olah TKP, secara teknis tidak bisa (kami) sampaikan karena itu bagian dari evaluasi kami dan untuk pola pengejaran pelaku," kata Totok.

Selain itu, penyidik juga telah mengambil keterangan tujuh orang saksi dalam kasus ini. Mereka adalah Wali Kota Blitar Santoso dan istrinya, anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Blitar yang bertugas hingga sejumlah saksi lainnya.

Kronologi singkat perampokan

Aksi perampokan dan penyekapan terjadi di rumah dinas Wali Kota Blitar, Santoso, pada Senin subuh kemarin, 12 Desember 2022. Pelaku yang berjumlah empat hingga lima orang disebut melumpuhkan anggota Satpol PP Kota Blitar yang berjaga sebelum merangsek masuk.

Santoso dan istrinya yang berada di sana pun sempat mengalami penyekapan. Kawanan perampok disebut sempat mengancam Santoso dan istrinya dengan senjata tajam agar mereka ditunjukkan tempat penyimpanan barang berharga.

Pelaku berhasil menggondol uang dan perhiasan dengan total nilai sekitar Rp 400 juta. Wali Kota Blitar Santoso dan istrinya tak mengalami luka fisik serius, akan tetapi mereka disebut mengalami trauma.

Konten Terkait

TREND Di Jakarta, 1,77 Juta Keluarga Belum Punya Rumah Layak Huni

Badan Pusat Statistik mencatat jumlah keluarga di Indonesia yang masih menempati rumah tidak layak huni pada 2024 mencapai 34,75 persen. Sementara, di Jakarta, sebanyak 1,77 juta rumah tangga belum memiliki atau menempati rumah layak huni.

Kamis 22-May-2025 20:45 WIB

EVENT Ketua Umum PWI pusat Hendry Ch Bangun, Wartawan Agar Manfaatkan Program Rumah Subsidi

Pemerintah yang rencananya mengalokasikan 1.000 unit rumah subsidi untuk tahap pertama dan menjadi 2000 rumah untuk sepanjang tahun 2025.

Rabu 07-May-2025 20:38 WIB

TREND Viral, Pemilik Rumah Bikin Mini Hall Of Fame untuk Para Kuli Bangunan, Netizen: Memanusiakan Manusia

Viral, Pemilik Rumah Bikin Mini Hall Of Fame Hormati Kuli Bangunan, Netizen: Memanusiakan Manusia

Senin 05-May-2025 20:20 WIB

PEMERINTAHAN Pemerintah Naikkan Batas Penghasilan MBR untuk Akses Rumah Subsidi, Ini Tantangannya

Pemerintah resmi mengubah kriteria Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) berdasarkan penghasilan untuk mengakses rumah subsidi lewat skema FLPP

Minggu 27-Apr-2025 20:49 WIB

KRIMINAL Kasus Dugaan Pelecehan Seksual oleh Dokter di Persada Hospital Malang Kembali Memunculkan Korban Baru

Korban yang dikenal dengan inisial A, menyampaikan aduannya melalui kuasa hukumnya Tri Eva Oktaviani dari YLBHI-LBH Surabaya Pos Malang kepada Polresta Malang Kota pada Selasa, 22 April 2025.

Selasa 22-Apr-2025 20:29 WIB

Tulis Komentar