Kamis 08-Jan-2026 02:00 WIB
Foto : tribunnews
Brominemedia.com - Cuaca buruk yang terjadi di Sulawesi Utara belakangan menyebabkan banyak kerusakan.
Satu di antaranya terjadi di Kabupaten Minahasa Utara.
Tercatat ada 11 rumah rusak akibat hantaman air laut pasang.
Itu terjadi di wilayah pesisir, Desa Gangga 1 Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara.
Kerusakan terjadi di seluruh bagian rumah warga, akibat hantaman air laut pasang Selasa (6/1/2026) pukul 19.00 Wita.
Dari foto-foto yang di kirim Hukum Tua Desa Gangga I Rommy Lopo, nampak bagian dapur, ruang tamu, samping - samping rumah hancur.
"Total 26 terdampak, tapi yang parah 11 rumah di jaga 4 sampai jaga 8 Desa Gangga I Kecamafan Likupang Barat," kata Hukum Tua Desa Gangga I Rommy Lopo saat dikonfirmasi Tribun Manado, Rabu (7/1) lewat sambungan WA.
Lanjutnya, akibat terjangan air laut pasang perairan Sulawesi membuat tanggul penahan ombak ikut jebol.
Berikuf Daftar Nama Keluarga yang rumahnya rusak:
1.Bato-Kinsale
2.Kansil-Amar
3.Katumbal-Amar
4.Latuang-Kawangung
5.Ruitang - Kansil
6.Amar-Horman
7.Bintang - Corneles
8.Lamado-Tuter
9.Pontoh - Lahansang
10.Rahman - Umar
11.Mangosa-Makau
12.Kudato-Antarani
13.Katumbal-Kuada
14.Reki - Sabaru
15.Amar-Kuada
"Saat kejadian warga tengah waspada akan kondisi alam yang tidak begitu baik," kata dia.
Sembari menambahkan pihak Dinas Sosial dan Pemdes Gangga I sudah menyerahkan bantuan, kepada warga terdampak.
Imbauan Bupati
Joune Ganda Bupati Minahasa Utara (Minut) keluarkan surat himbauan yang sifatnya penting.
Menyikapi peralihan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrim, gelombang tinggi dan status siaga darurat bencana alam di Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Bupati Joune bilang, perlu diambil langkah-langkah antisipasi dalam kesiapsiagaan guna mengurangi dampak bencana hidrometeorologi dan vulkanologi seperti banjir, banjir bandang, longsor dan angin puting beliung.
"Ada 12 langkah taktis, yang harus di pedomani bersama dari tingkat masyarakat, hukum tua, camat, stekholder terkait, TNI, Polri hingga Pemkab Minut," kata Bupati Joune Ganda, Rabu (7/1/2026).
Joune jelaskan, yang pertama penanggulangan bencana adalah tangung jawab bersama.
Maka bantuan dan kerjasamanya
dari mulai desa/kelurahan, kecamatan, perangkat daerah terkait untuk mengambil peran dan tanggung jawab.
Sosialisasi dan edukasi akan peringatan dini bencana lewat platform elektronik, media sosial dan koordinasi dengan lembaga, organisasi masyarakat untuk menyebarluaskan juga tak kalah pentingnya.
Ia juga berpesan, di wilayah atau titik yang berpotensi terjadi bencana alam agar sesegera mungkin berkoordinasi terkait langkah antisipasi kepada tim reaksi cepwt (TRC) multi sektor guna pemetaan serta
pengambilan tindakan cepat, efektif dan efisien terhadap bencana.
"Jika terjadi bencana segera menghubungi Call Center 112 atau 117 bebas biaya/gratis dan aplikasi Si Gesit," pesan Bupati Minut Joune Ganda.
Dalam surat himbauan yang sifatnya penting dan telah di share ke semua elemen dan komponen terkait, Bupati Joune mengedukasi.
Edukasi terkait kenali perubahan cuaca dan kondisi alam lingkungan di sekitar, guna mengurangi dampak yang ditimbulkan bila terjadi bencana alam secara tiba tiba.
Kepada warga masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan pinggiran pantai agar supaya tetap Siaga.
Joune secara khusus berpesan, ke para nelayan agar perhatikan kondisi cuaca dan tinggi gelombang, untuk sementara waktu tidak melaut.
Sedangkan kepada para petani, yang melakukan aktifitas di sawah saat hujan untuk segera pulang, agar terhindar dari petir dan angin kencang.
Untuk masyarakat yang bermukim di daerah lereng/tebing, agar lebih meningkatkan
kewaspadaan terhadap potensi tanah longsor.
Dalam himbauan itu Bupati juga mengajak warganya untuk melakukan kerja bakti untuk membersihkan saluran drainase, memangkas ranting serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan membuang sampah pada tempatnya.
"Jika terjadi angin kencang segera matikan aliran listrik, melepas barang-barang elektronik dari colokan. Hindari berteduh dibawah pohon, dan bangunan yang berpotensi roboh," kata dia.
Kepada mereka yang berkendara di jalan, agar berhati-hati karena curah hujan tinggi, ganggu pandangan dan jalanan licin.
Kenali ancamannya, antisipasi akibatnya, siapkan strateginya, kurangi risikonya, kita siap untuk selamat, budayakan sadar bencana, kita jaga alam dan alam jaga kita.
Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Minut Theo Lumingkewas, meneruskan himbauan kewaspadaan cuaca ekstrim di Sulawesi Utara (Sulut), waspada potensi cuaca ekstrim.
Dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Sam Ratulangi Manado, diperkirakan terjadi pada tanggal 5-7 Januari 2026.
Berdasarkan analisis kondisi dinamika atmosfer, BMKG memantau berbagai fenomena yang mempengaruhi cuaca di wilayah Sulawesi Utara.
Antara lain terdeteksi Pusat Tekanan Rendah di bagian utara Australia memicu pertemuan dan belokan angin yang memberikan dampak peningkatan curah hujan, La Nina lemah, suhu muka laut yang lebih hangat.
Serta kelembaban udara yang basah di setiap lapisan dan tingginya indeks labilitas atmosfer.
Kombinasi dari fenomena tersebut membentuk kondisi atmosfer yang diprediksi akan mendukung terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir.
Serta angin kencang di beberapa Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara antara lain di Manado, Bitung, Minahasa Utara, Kabupaten Kepulauan Sitaro, dan Kabupaten Kepulauan Sangihe.
"Kami menghimbau Masyarakat, Pemerintah Kabupaten/Kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara agar dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan serta berkoordinasi dengan instansi terkait sebagai tindakan antisipasi bencana hidrometeorologi (genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang) terlebih khusus untuk daerah bertopografi curam/bergunung/tebing atau rawan longsor dan
banjir," tulis BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Sam Ratulangi Manado.
Lanjut BMKG, mengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, secara lebih rinci dan detail untuk tiap kelurahan di seluruh wilayah Sulawesi Utara melalui Website https://cuaca.bmkg.go.id / Whatsapp 0811-4320-0877, Facebook BMKG Sulawesi Utara, Instagram @infocuaca_sulut dan Aplikasi infoBMKG.
Tentang Minahasa Utara
Kabupaten Minahasa Utara terletak di provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.
Berjarak 28,4 kilometer dari pusat Kota Manado, atau ditempuh 51 menit.
Pusat pemerintahan dan ibu kota berada di Airmadidi.
Jumlah penduduk Minahasa Utara di tahun 2020 sebanyak 224.993 jiwa, dengan kepadatan 212 jiwa/km2, dan pada pertengahan 2024 berjumlah 227.713 jiwa. (CRZ)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Konten Terkait