Penjelasan Pramono Anung Soal Anggaran Rp100 Miliar untuk Bongkar Tiang Monorel, Jadi Polemik
Selasa 13-Jan-2026 20:06 WIB
1
Foto : tribunnews
Brominemedia.com - Tanah Abang Anggaran Rp100 miliar yang akan digunakan Pemprov DKI Jakarta untuk pembongkaran 98 tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said menuai polemik.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun menegaskan, dana ratusan miliar itu bukan hanya untuk pembongkaran tiang monorel, melainkan juga untuk penataan kawasan.
Ia pun menyebut, biaya pembongkaran tiang monorel justru lebih murah dibandingkan angka yang ramai diperbincangkan publik.
Biaya Bongkar Tiang Monorel hanya Rp254 Juta
Pramono menjelaskan, anggaran pembongkaran tiang monorel telah dihitung secara rinci dan nilainya tak mencapai miliaran rupiah.
“Jadi yang pertama, anggaran untuk membongkar saja itu Rp254 juta,” ucapnya di Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026).
Rp100 Miliar untuk Penataan Pedestrian dan Jalan
Pramono menambahkan, mayoritas dana yang dianggarkan itu akan digunakan untuk penataan pedestrian dan jalan di kawasan itu pascapembongkaran tiang monorel.
“Yang Rp100 miliar itu adalah anggaran yang mengatur pedestrian, jalan, taman selama satu penuh penuh,” ujarnya.
Penataan itu dilakukan untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan di kawasan tersebut.
“Sehingga dengan demikian, itu untuk kebutuhan pengaturan, penataan Jalan Rasuna Said sampai dengan satu tahun penuh,” tuturnya.
Besok Tiang Monorel Mulai Dibongkar
Di tengah polemik anggaran dan status hukum tiang tersebut, Pramono memastikan pembongkaran bakal tetap dilakukan Pemprov DKI Jakarta.
Apalagi, Pemprov DKI sudah sejak lama menyurai PT Adhi Karya selaku pemiliki tiang monorel itu untuk segera melakukan pembongkaran.
Namun hingga akhir 2025, pembongkaran tak kunjung dilakukan.
Untuk itu, Pramono menegaskan bahwa pembongkaran akan tetap dilakukan pada Rabu (14/1/2026) besok.
“Sudah kami surati dari dulu-dulu, pokoknya besok kita bongkar,” kata Pramono.
Orang nomor satu di Jakarta ini pun meminta dukungan agar proses pembongkaran bisa berjalan dengan lancar.
“Mohon doanya, mudah-mudahan berjalan lancar,” tuturnya.
Proyek Terbengkalai Sejak 2008
Sebagai informasi tambahan, proyek monorel dijalankan di era kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso atau yang akrab disapa Bang Yos pada 2004 silam.
Namun, proyek ini akhirnya mangkrak karena berbagai alasan, mulai dari masalah finansial hingga sengketa aset.
Proyek ini pertama kali berhenti pada tahun 2008 lalu saat Jakarta dipimpin Gubernur Fauzi Bowo alias Foke.
Saat Gubernur Joko Widodo memerintah Jakarta pada 2012 silam, Pemprov DKI Jakarta berencana kembali meneruskan proyek transportasi itu.
PT Adhi Karya ditunjuk Jokowi berkolaborasi dengan PT Jakarta Monorel (JM) untuk meneruskan proyek mangkrak ini.
Namun setahun berselang, proyek ini kembali mangkrak lantaran Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang tak kunjung direalisasikan.
Dikeluhkan Masyarakat
Kehadiran tiang monorel di tengah Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan pun dikeluhkan oleh pengguna jalan.
Kehadirannya disebut-sebut jadi biang macet di kawasan itu.
Belum lagi kecelakaan juga acap kali terjadi di sepanjang jalan itu. Biasanya pengendara melajukan kendaraan dengan kondisi lengah hingga menabrak tiang tersebut.
Pembongkaran Tiang Diklaim Kurangi Kemacetan hingga 18 Persen
Mengacu pada kajian yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, pembongkaran tiang-tiang monorel ini diklaim bisa mengurangi macet di kawasan Jalan Rasuna Said hingga 18 persen.
“Berdasarkan hasil kajian, analisis, survei, dan juga perhitungan dari Dishub, maka kemacetan di Rasuna Said akan turun antara 14 sampai dengan 18 persen,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (6/11/2025)
Sidoarjo. Mendekati akhir tahun, Bupati Sidoarjo Subandi terus memantau...Artikel Sidak Infrastruktur di Bringinbendo dan Trosobo, Bupati Sidoarjo : Ketepatan Waktu Lebih Penting daripada Denda Proyek pertama kali tampil pada Republik News.
Medan,- Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menerima sejumlah usulan pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Nias untuk pelaksanaan tahun 2026. Meskipun adanya penyesuaian anggaran tahun depan, Bobby memastikan Pemprov Sumut akan tetap memberikan dukungan terhadap program-program prioritas yang berdampak langsung kepada masyarakat. Ada beberapa usulan yang disampaikan Bupati Kabupaten Nias Ya’atulo Gulo, antara lain, [...]
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Iwan Koswara mengajak generasi muda menyalakan kembali semangat Sumpah Pemuda dengan karya nyata di tengah tantangan...