PERISTIWA

Opini Yogi Firmansyah Dihapus Demi Keselamatan, Komika Sammy Notaslimboy: Gila Terus Terang Banget

Minggu 25-May-2025 21:48 WIB 496

Foto : fajar

Brominemedia.com – Komika Sammy Notaslimboy turut menanggapi kasus intimidasi terhadap Yogi Firmansyah, penulis opini yang artikelnya ditakedown setelah diduga mendapat tekanan akibat menyinggung soal Jenderal aktif di jabatan sipil.

Sammy menyinggung langkah redaksi Detik yang secara terbuka mengakui bahwa penghapusan artikel tersebut dilakukan demi keselamatan penulis.

“Gila itu, redaksi Detik terus terang banget. Demi keselamatan penulisnya,” kata Sammy di X @NOTASLIMBOY (25/5/2025).

Ia menyebut langkah itu cukup tidak lazim, karena biasanya penghapusan artikel bisa dilakukan tanpa penjelasan mendalam.

“Padahal mau hapus mah hapus aja ya, munculin 404,” lanjutnya.

Sammy bahkan menyinggung kemungkinan bahwa pengakuan itu justru disengaja agar publik tahu ada tekanan luar biasa.

"Netizen ribut, tapi gak bakalan kayak gini. Ini sengaja kali ya,” kuncinya.

Sebelumnya, Pegiat media sosial Jhon Sitorus mengungkap kronologi kejadian yang menimpa Yogi usai artikelnya tayang di kolom opini media Detik.

Dikatakan Jhon, Yogi mengalami dua peristiwa tak biasa dalam waktu berdekatan.

Yang pertama terjadi usai mengantar anaknya ke sekolah TK. Tiba-tiba, Yogi diserempet oleh orang tak dikenal yang mengenakan helm full face.

Tak lama setelah itu, saat hendak keluar rumah, ia dibuntuti oleh dua pria berboncengan, masing-masing memakai helm tertutup hingga akhirnya ditendang dan terjatuh dari motor.

Dalam kondisi tertekan dan trauma, Yogi mendatangi redaksi Detik untuk meminta artikelnya dihapus.

Namun, ia disarankan agar terlebih dahulu mengadukan kasus ini ke Dewan Pers.

"Yogi kemudian ke Dewan Pers dan menangis di sana karena sudah ketakutan. Yogi punya istri dan dua anak yang masih kecil," kata Jhon di X @jhonsitorus_19 (25/5/2025).

Atas rekomendasi Dewan Pers, artikel tersebut akhirnya diturunkan oleh pihak Detik dengan alasan keselamatan penulis.

Jhon pun tidak habis pikir bahwa mempertanyakan sistem merit dalam organisasi justru membuat nyawa terancam.

Ia menyebut hal ini sebagai pertanda bahwa sistem dalam organisasi tersebut mungkin sudah tak lagi menghargai kompetensi.

"Kalau karena mempertanyakan merit sistem dalam sebuah organisasi harus bertaruh nyawa, jangan-jangan di dalam organisasi itu memang sudah anti dengan merit sistem?" tegas Jhon.

Lebih lanjut, ia memperingatkan akan bahaya penempatan jabatan atas dasar hubungan pribadi dan balas jasa, yang menurutnya dapat mematikan demokrasi, merusak kompetensi, dan membuka lebar pintu korupsi.

Konten Terkait

OLAHRAGA 3 Laga Penentu Nasib Persiba Balikpapan di Championship 2025/26, Peluang Bertahan Masih Terbuka

Persiba Balikpapan masih memiliki peluang untuk bertahan di Championship musim depan.

Selasa 13-Jan-2026 20:05 WIB

PEMERINTAHAN BUMD Siak PT Persi Targetkan Dividen Rp 20 M Tahun Ini

BUMD PT Permodalan Siak (Persi) menargetkan dividen sebesar Rp 20 miliar pada tahun 2026.

Senin 12-Jan-2026 20:06 WIB

SAINS Menembus Hujan dan Badai, Petugas PLN Lembata Berjuang Pulihkan Listrik demi Kenyamanan Warga

Hingga saat ini, beberapa wilayah sudah berhasil dinormalkan secara bertahap. Namun, tantangan di lapangan tidaklah mudah.

Senin 12-Jan-2026 20:06 WIB

OLAHRAGA Komentar Lengkap Pelatih Persik Kediri Usai Dikalahkan Arema FC 2-1 di Stadion Kanjuruhan

Begini komentar dari Pelatih Persik Kediri usai timnya dikalahkan Arema FC dalam pertarungan derbi Jatim Super League Indonesia.

Minggu 11-Jan-2026 20:11 WIB

OLAHRAGA Komentar Lengkap Pelatih Persik Kediri Usai Dikalahkan Arema FC 2-1 di Stadion Kanjuruhan

Begini komentar dari Pelatih Persik Kediri usai timnya dikalahkan Arema FC dalam pertarungan derbi Jatim Super League Indonesia.

Minggu 11-Jan-2026 20:11 WIB

Tulis Komentar