Bromine Media merupakan media online yang menyajikan ragam informasi dan berita di ranah lokal Wonogiri hingga nasional untuk masyarakat umum. Bromine Media bertempat di Brubuh, Ngadirojo Lor, Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah.

All Nasional Internasional

PEMERINTAHAN

Romahurmuziy Beber Pola Megawati Pilih Cawapres, Tokoh Senior dan NU

Sabtu 17-Jun-2023 07:34 WIB

612

Romahurmuziy Beber Pola Megawati Pilih Cawapres, Tokoh Senior dan NU

Foto : fajar

Brominemedia.com —Pendamping Bakal Calon Presiden (Bacapres) PDI Perjuangan Ganjar Pranowo hingga saat ini belum diumumkan.

Namun, sejumlah partai sudah memberikan dukungannya seperti PPP, Hanura, Perindo, dan PSI.


Ketua Majelis Pertimbangan PPP Muhammad Romahurmuziy alias Rommy membeberkan empat pola Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam menentukan sosok cawapres.

Dia melihat beberapa kali, Mega memilih cawapres dengan pola yang sama.

Pertama saat Megawati memilih Hamzah Haz untuk mendampinginya. Hamzah merupakan representatif NU.

Hamzah pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPW Kalimantan Barat, yang merupakan kampung kelahirannya.

Dalam pemilihan Wakil Presiden yang dilakukan oleh 700 orang anggota MPR tersebut, Hamzah Haz berhasil unggul dari Susilo Bambang Yudhoyono dan Akbar Tandjung.

“Kalau kita melihat Bu Mega empat kali melakukan pemilihan wapres yang sama. Pertama, pak Hamzah, NU, tua, luar Jawa,” kata Rommy, dalam kanal YouTube Total Politik belum lama ini.

Selanjutnya pada pemilu 2004, Mega maju didampingi Mantan Ketua Umum Pengurus Besar NU 2000-2010 Ahmad Hasyim Muzadi yang merupakan orang Jatim.

Begitu pun saat Pilpres 2014, Mega memilih Jusuf Kalla mendampingi Joko Widodo. Pria kelahiran Bone Sulsel ini pernah menjabat sebagai Mustasyar (Dewan Penasehat) NU.

Dan saat Jokowi kembali bertarung di Pilpres 2019, Mega memilih Rais 'Aam Nahdlatul Ulama ke-10 KH Ma'ruf Amin.

“Kedua, Muzadi, almarhum NU, tua, tidak luar Jawa. Kemudian yang ketiga itu Pak JK, NU, senior, luar Jawa. Kemudian keempat KH Ma'ruf, NU, senior, luar Jawa, artian Jawa Tengah dan Jawa Timur,” tuturnya.

Menurutnya, cara Mega memilih sosok wapres tidak akan jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Bu Mega hari ini adalah Bu Mega 20 tahun yang lalu adalah Bu Mega 30 tahun yang lalu, pertama kali jadi ketua umum,” jelas mantan anggota DPR RI ini.

“Artinya bisa saja kita melihat preferensi hari ini kalau melihat Bu Mega jangan-jangan akan menggunakan pola yang sama untuk memilih cawapres besok,” sambungnya.


Soal pemilu 2009 dimana Mega didampingi Prabowo Subianto, Rommy menyebut saat itu Mega tak memiliki pilihan lain lagi.


“Karena tidak ada pilihan. Tidak cukup. Artinya Bu Mega sebagai pemegang golden tiket. Karena Bu Mega menyampaikan sendiri nanti kita rembuk bersama. Beda ketika menjelang kiyai Maruf,” tandasnya.

Konten Terkait

PEMERINTAHAN Alokasi Pupuk Subsidi di Kabupaten Madiun 2026 Capai 48 Ribu Ton, Mulai Ditebus Sejak Januari

Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun menyiapkan lebih dari 48 ribu ton pupuk bersubsidi untuk petani pada tahun 2026.

Selasa 13-Jan-2026 20:06 WIB

Alokasi Pupuk Subsidi di Kabupaten Madiun 2026 Capai 48 Ribu Ton, Mulai Ditebus Sejak Januari
PEMERINTAHAN Penjelasan Pramono Anung Soal Anggaran Rp100 Miliar untuk Bongkar Tiang Monorel, Jadi Polemik

Anggaran Rp100 miliar yang akan digunakan Pemprov DKI Jakarta untuk pembongkaran 98 tiang monorel menuai polemik. Pramono Anung beri penjelasan.

Selasa 13-Jan-2026 20:06 WIB

Penjelasan Pramono Anung Soal Anggaran Rp100 Miliar untuk Bongkar Tiang Monorel, Jadi Polemik
PERISTIWA Diperiksa KPK 7 Jam, Petinggi PBNU Aizzudin Bantah Terlibat Korupsi Kuota Haji

Aizzudin menegaskan bahwa pemeriksaannya dilakukan dalam kapasitas pribadi sebagai warga negara, bukan sebagai perwakilan PBNU.

Selasa 13-Jan-2026 20:06 WIB

Diperiksa KPK 7 Jam, Petinggi PBNU Aizzudin Bantah Terlibat Korupsi Kuota Haji
PERISTIWA Terseret dalam Kasus Evia, Oknum Dosen DM Resmi Dinonaktifkan, Terancam Dipecat dari ASN

Unima mengambil langkah tegas terhadap oknum dosen berinisial DAM yang diduga terlibat dalam kasus kekerasan seksual.

Selasa 13-Jan-2026 19:06 WIB

Terseret dalam Kasus Evia, Oknum Dosen DM Resmi Dinonaktifkan, Terancam Dipecat dari ASN
PERISTIWA Pelapor Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya Ternyata Bukan Bagian dari Muhammadiyah Maupun NU

Pihak Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) secara tegas menyatakan tidak terlibat melaporkan komika Pandji Pragiwaksono.

Senin 12-Jan-2026 20:05 WIB

Pelapor Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya Ternyata Bukan Bagian dari Muhammadiyah Maupun NU

Tulis Komentar