Kamis 23-Jan-2025 20:28 WIB
Foto : tribunnews
Brominemedia.com – RS Samsoe Hidajat Semarang memperluas kemitraan dalam rangka peningkatan pelayanan. Kini, RS Samsoe Hidajat bisa melauani peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan.
Direktur Utama RS Samsoe Hidajat, Viny Natalia Dewi menyampaikan, layanan tersebut akan berlaku mulai 1 Februari 2025. Sebeluknya, pihaknya juga sudah menjalin kerja sama dengan Jasa Raharja dan beberapa asuransi lain.
"Kami ingin jalinan kesepakatan atau kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan ini bisa disosialisasikan kepada masyarakat," paparnya, usai penandatanganan naskah kerja sama di rumah sakit tersebut, Kamis (23/1/2025).
Viny melanjutkan, RS Samsoe Hidajat akan terus memperluas jaringan kemitraan. Pihaknya berencana menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dia berharap, wacana tersebut dalam waktu dekat bisa segera terealisasi.
"Untuk saat ini memang masih dengan BPJS Ketenagakerjaan. Dengan demikian, semua kecelakan kerja dan penyakit akibat kecelakaan kerja sudah bisa kami layani," sebutnya.
Dalam kesempatan itu, RS Samsoe Hidajat juga menggelar seminar kesehatan mental dengan tema Menjaga Kesehatan Jiwa di Tempat Kerja. Forum ini menghadirkan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, Linda Anastasia.
"Mental health baru menjadi trending topik, karena banyak sekali kejadian-kejadian yang tidak diharapkan. Maka bahasan ini kami anggap penting untuk memberikan edukasi," tambahnya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Semarang, Multanti mengapresiasi RS Samsoe Hidajat yang terbuka menerima kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan BPJS Ketenagakerjaan.
"Kami juga mengimbau agar RS baru yang ada di Semarang bisa menjadi mitra," ucapnya.
Dia menyebut, jumlah peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan di Kota Semarang mencapai 362 ribu peserta.
Sementara, jumlah RS yang telah menjadi mitra sebanyak 36 swasta ataupun negeri.
Dengan menjadi mitra, warga yang mengalami kecelakaan kerja bisa mendapatkan layanan.
"Ada 36 rumah sakit yang sudah menjadi mitra, ada klinik juga, sehingga bisa ada rujukan terutama ke RS tipe C. Ada beberapa rumah sakit tipe D dan puskesmas yang sudah berproses jadi mitra juga," imbuhnya.
Konten Terkait