Selasa 07-Mar-2023 05:33 WIB
499
Foto : sindonews
brominemedia.com-- Sebanyak 15 korban tewas akibat tanah longsor di Desa
Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau telah
berhasil dievakuasi oleh Tim SAR gabungan.
"Jadi yang sudah dievakuasi ada sekitar 15 orang, MD
(Meninggal Dunia) ya kondisinya," kata Kepala Kantor SAR (Kakansar)
Natuna, Abdul Rahman saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Senin (6/3/2023).
Pihaknya juga mendapat laporan ada sekira 50 orang yang masih hilang.
Saat ini, tim gabungan berjumlah 86 orang menggunakan Kapal
KN SAR Sasikirana sedang menuju ke lokasi longsor. "Ya diperkirakan ada
sekitar 50 orang yang kita terima masih hilang," ungkapnya.
Sekadar informasi, bencana alam tanah longsor melanda Desa
Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, pada
Senin, (6/3/2023) sekira pukul 11.15 waktu setempat atau WIB.
Satu desa dikabarkan tertimbun longsor. Personel gabungan
dari TNI, Polri, SAR, BPBD dan Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna telah
berangkat dengan kapal laut Sasikirana 245 dari dermaga Penagi menuju dermaga
Pelabuhan Serasan. Berdasarkan informasi yang diterima dari Basarnas, tim SAR
gabungan berangkat tepat pukul 15.50 waktu setempat.
Perjalanan membutuhkan waktu sekira tujuh jam untuk sampai
ke Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan.
Konten Terkait
Meski masih dapat dilewati kendaraan, kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga karena struktur tanah di sekitar lokasi rapuh
Jumat 09-Jan-2026 20:04 WIB
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan percepatan penanganan dampak bencana alam serta menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat
Minggu 28-Dec-2025 20:15 WIB
Satu di antara jalan di Pamekasan rusak. Hujan lagi-lagi disalahkan, dan disebut jadi biang kerok.
Senin 08-Dec-2025 20:13 WIB
Tapanuli Tengah,- Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, masih berada dalam status darurat pascabencana. Akses menuju wilayah tersebut sangat terbatas akibat jalan yang tertutup material longsor dan sungai yang tersumbat, sehingga menghambat distribusi bantuan kepada warga terdampak. Warga di sekitar Tukka meminta alat berat untuk membersihkan material longsor yang menimbun rumah mereka, sekaligus membuka kembali akses jalan [...]
Selasa 02-Dec-2025 20:23 WIB
Fernando Emas menyebut, terjadinya penjarahan di tengah banjir Sumatra mengindikasikan, pemerintah belum bergerak sesuai harapan masyarakat.
Selasa 02-Dec-2025 20:22 WIB






