Bromine Media merupakan media online yang menyajikan ragam informasi dan berita di ranah lokal Wonogiri hingga nasional untuk masyarakat umum. Bromine Media bertempat di Brubuh, Ngadirojo Lor, Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah.

All Nasional Internasional

PERISTIWA

Waspada, Ini 10 Penyakit yang Mengintai Saat Banjir

Kamis 27-Nov-2025 20:06 WIB

63

Waspada, Ini 10 Penyakit yang Mengintai Saat Banjir

Foto : tempo

Brominemedia.com - ekstrem mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah kota dan kabupaten di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh dalam beberapa hari terakhir. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan banjir yang terjadi dalam dua hari kemarin mengalir cukup deras dan menghantam rumah warga di beberapa daerah.

Kontaminasi air, kerusakan sanitasi, serta meningkatnya populasi vektor seperti nyamuk dan tikus membuat banjir menjadi pintu masuk berbagai penyakit. Badan Kesehatan Dunia (WHO), Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), serta Kementerian Kesehatan RI mencatat setidaknya enam hingga sepuluh penyakit yang paling sering muncul saat banjir.

1. Demam Tifoid

Tifoid disebabkan bakteri Salmonella Typhi yang menular melalui makanan atau air minum terkontaminasi. Kebersihan yang buruk selama banjir mempercepat penyebarannya. Menurut IFRC, wabah tifoid kerap muncul di wilayah yang persediaan air bersihnya rusak. Gejalanya meliputi demam berkepanjangan, sakit kepala, mual, hingga gangguan pencernaan.

2. Kolera

Vibrio cholerae menyebabkan diare berair ekstrem yang dapat menyebabkan kematian dalam hitungan jam jika tidak ditangani. IFRC mencatat banjir di Benggala Barat pada 1998 memicu epidemi kolera besar. Rendahnya akses air bersih dan sanitasi menjadi pemicu utamanya.

3. Hepatitis A

Virus Hepatovirus A menyebar melalui konsumsi makanan atau air terkontaminasi feses. Banjir membuat pergerakan virus lebih mudah karena banyak sumber air bersih tercemar. Gejalanya antara lain demam, mual, urine gelap, hingga penyakit kuning.

4. Malaria

Malaria menyebar melalui gigitan nyamuk Anopheles. Genangan air setelah banjir menjadi tempat ideal perkembangbiakan nyamuk. IFRC mencatat wabah malaria pascabanjir di Kosta Rika (1991) dan Republik Dominika (2004). Pencegahannya dengan kelambu, repelan, serta pengendalian jentik.

5. Demam Berdarah

Nyamuk Aedes aegypti meningkat drastis setelah banjir, memicu penularan dengue. Demam berdarah dapat berkembang menjadi kondisi berat yang mengancam nyawa. Gejalanya mencakup demam, nyeri sendi, mual, muntah, dan ruam.

6. Leptospirosis

Dikenal sebagai “demam banjir”, penyakit ini ditularkan bakteri Leptospira dari urine tikus yang mencemari air banjir. Bakteri masuk melalui luka atau selaput lendir. Kemenkes mengingatkan gejalanya bisa mirip flu biasa hingga menyebabkan gagal organ jika terlambat ditangani.

7. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Hunian sementara yang padat dan lembap membuat ISPA mudah menular. Kemenkes mencatat ISPA menjadi salah satu penyakit paling umum setelah banjir, terutama pada anak kecil dan lansia.

8. Penyakit Kulit

Kontak panjang dengan air banjir yang kotor menyebabkan dermatitis, infeksi jamur, hingga infeksi bakteri pada kulit. Luka kecil dapat memperparah kondisi jika tidak segera dibersihkan.

9. Hipotermia

BNPB pernah melaporkan kasus kematian akibat hipotermia pada banjir Tahun Baru di Jakarta. Kondisi ini muncul ketika tubuh kehilangan panas terlalu cepat, membuat suhu tubuh turun di bawah 35 derajat Celsius. Anak-anak dan lansia paling rentan.

10. Memburuknya Penyakit Kronis

Banjir mengganggu akses ke obat, memperburuk kondisi penderita penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung. Stres dan kelelahan akibat evakuasi turut memengaruhi daya tahan tubuh.


Bagaimana Mencegahnya?

IFRC dan Kementerian Kesehatan menyarankan beberapa langkah penting untuk mencegah korban banjir terkena penyakit tersebut. Pertama adalah menggunakan air bersih atau air yang direbus untuk makan dan minum. Lalu korban banjir disarankan untuk menghindari kontak dengan air banjir jika memiliki luka.

Selanjutnya, korban banjir pun disarankan untuk selalu menggunakan sepatu bot bila terpaksa melintas. Jangan lupa untuk bersihkan genangan air untuk mencegah sarang nyamuk. Anda pun diminta untuk sering cuci tangan dengan sabun. Terakhir, segera periksa ke fasilitas kesehatan bila muncul gejala demam, diare, atau ruam kulit.


Share:

Konten Terkait

PERISTIWA IMABI Suarakan Penetapan Bencana Nasional, Salurkan Bantuan Donasi untuk Masyarakat Terdampak Banjir

IMABI bersama mahasiswa se-Sumatra menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan pokok bagi korban banjir dan longsor.

Selasa 06-Jan-2026 20:11 WIB

IMABI Suarakan Penetapan Bencana Nasional, Salurkan Bantuan Donasi untuk Masyarakat Terdampak Banjir
PERISTIWA BPBD Kalbar Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem dan Potensi Banjir Rob

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem.

Selasa 30-Dec-2025 20:10 WIB

BPBD Kalbar Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem dan Potensi Banjir Rob
HIBURAN Dua Pintu Waduk PLTA Koto Panjang Dibuka, Teratak Buluh, Lipat Kain, Muara Kampar Waspada Banjir

Manajemen PLTA Koto Panjang resmi membuka dua pintu pelimpah waduk setinggi masing-masing 50 sentimeter

Selasa 30-Dec-2025 20:04 WIB

Dua Pintu Waduk PLTA Koto Panjang Dibuka, Teratak Buluh, Lipat Kain, Muara Kampar Waspada Banjir
PERISTIWA Wakapolri Tinjau Penanganan Pascabencana Banjir dan Longsor di Tapanuli Tengah

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan percepatan penanganan dampak bencana alam serta menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat

Minggu 28-Dec-2025 20:15 WIB

Wakapolri Tinjau Penanganan Pascabencana Banjir dan Longsor di Tapanuli Tengah
TREND Pantai Karanggongso Trenggalek Banjir Pengunjung di Libur Nataru, Parkir Harus Dibuat Buka Tutup

Begitu juga jika dibandingkan hari biasa, peningkatan kunjungan wisatawan juga mencapai dua kali lipat.

Minggu 28-Dec-2025 20:07 WIB

Pantai Karanggongso Trenggalek Banjir Pengunjung di Libur Nataru, Parkir Harus Dibuat Buka Tutup

Tulis Komentar