Bromine Media merupakan media online yang menyajikan ragam informasi dan berita di ranah lokal Wonogiri hingga nasional untuk masyarakat umum. Bromine Media bertempat di Brubuh, Ngadirojo Lor, Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah.

All Nasional Internasional

PERISTIWA

Warga di Kawasan Perbukitan Tapanuli Tengah Masih Terjebak, Helikopter Belum Bisa Mendarat

Senin 08-Dec-2025 20:14 WIB

84

Warga di Kawasan Perbukitan Tapanuli Tengah Masih Terjebak, Helikopter Belum Bisa Mendarat

Foto : republikain

Brominemedia.com - Upaya evakuasi warga dari kawasan Siantar Gunung, Tapianauli dan lingkungan perbukitan lain di Kelurahan Hutanabolon, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara yang luluh lantak dan terisolasi karena bencana masih menghadapi kendala. Lurah Hutanabolon Polma Pakpahan, mengatakan pihaknya sudah meminta bantuan untuk evakuasi warga tetapi medan yang terjal membuat mobil, bahkan helikopter tidak memungkinkan mendarat sehingga evakuasi belum bisa dilakukan.

"Hingga kini bantuan melalui helikopter baru sebatas penyaluran logistik ke wilayah yang hanya dapat dijangkau dari udara, seperti Desa Eskalangan 2-Tapianauli yang berada di ujung perbukitan," kata Polma ditemui di pengungsian Humala Tambunan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (8/12/2025).

Polma menjelaskan, tim SAR gabungan memperkirakan evakuasi menggunakan helikopter tidak dapat dilakukan karena kondisi lereng yang labil dan ketiadaan area aman untuk mendarat. Ia mengakui permintaan evakuasi terus berdatangan dari warga di kawasan perbukitan, terutama kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang sakit.

Sebagian dari mereka dilaporkan tidak mampu menempuh jalur darat yang membutuhkan waktu tempuh hingga empat jam atau lebih dengan berjalan kaki. Dengan begitu, kata dia, aparat setempat saat ini masih berorientasi pada distribusi bantuan kebutuhan pokok, dapur darurat, dan cek kesehatan terbatas.

Bantuan dipasok ke beberapa posko, kemudian para kepala lingkungan (setingkat RT) memandu warga mengambil bantuan tersebut dengan cara dipanggul meski berjalan menembus jalur hutan.

"Itu pun hanya dapat dilakukan beberapa kali sehari bergantung kondisi cuaca," ujarnya.

Kelurahan Hutanabolon, salah satu kawasan paling terdampak banjir disertai tanah longsor di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, baik jumlah korban jiwa maupun kerusakan permukiman dan infrastruktur sejak 25 November 2025. Seluruh warga Kelurahan Hutanabolon yang berjumlah lebih dari 300 kepala keluarga menjadi korban banjir disertai tanah longsor.

Hasil pendataan tim kelurahan hingga hari ke-13 pasca-bencana tercatat 10 orang meninggal dunia dan sudah dimakamkan, sedangkan 15 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Kelurahan itu pula menjadi lokasi di mana banjir membawa balok-balok kayu besar pada dua pekan lalu yang rekaman videonya viral di berbagai kanal media sosial.

Material yang dibawa banjir telah menghancurkan rumah milik sedikitnya 150-200 kepala keluarga di kawasan Lingkungan IV dan sekitarnya, sedangkan jalan utama menghubungkan Hutanabolon-Tukka terputus sehingga menjadi daerah sulit dijangkau bala bantuan.

Jalan Kaki 4 Jam

Sejumlah pengungsi korban bencana banjir bandang disertai tanah longsor di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara akhirnya nekat menuruni bukit guna menghampiri generator listrik untuk mengisi daya ponsel. Mobil truk generator listrik dari Kementerian Sosial diaktifkan setiap hari selama dua jam untuk menyuplai jaringan listrik beberapa tenda pengungsian korban bencana.

"Ya turun untuk cas hp kami pak mau memberi kabar keluarga. Masih tidak ada listrik di atas," kata Lauli, warga korban bencana dari Desa Sigiring-giring menjadi salah satu pengungsi yang memanfaatkan layanan tersebut, Senin.

Ibu rumah tangga tersebut harus menempuh perjalanan lebih dari empat jam berjalan kaki dari rumahnya yang berada di perbukitan Desa Sigiring-giring. Perjalanan panjang terpaksa dilakukan mengingat Desa Sigiring-giring merupakan sebuah kawasan yang masih terisolasi dari bala bantuan setelah jalan penghubung utama Hutanbolon -- Tukka rusak parah.

Tidak hanya jarak tempuh dari rumah sedehananya ke posko pengungsiannya yang jauh tetapi juga perjalanan menantang. Berdasarkan pantauan, warga Desa Sigiring-giring dan sekitarnya harus melintasi bukit yang rawan longsor dan permukiman yang sudah hancur dipenuhi balok-balok kayu-batu besar, dan menjadi perlintasan air berarus deras di Lingkungan IV, Hutananolon.

Bahkan banjir susulan sewaktu-waktu bisa terjadi bila hujan kembali mengguyur wilayah itu. Hal ini sebagaimana yang terjadi Ahad (7/12/2025) sore di mana banjir susulan sempat mencapai hingga setinggi paha orang dewasa.

"Turun ambil bantuan kami itu, ya seperti inilah. Kalau kemalaman dan hujan kami tinggal di pengungsian ini apalah pak gelap sekali masih dan susah signal," kata dia. Ia mengaku lebih memilih menetap di rumah yang sudah separuh rusak karena posko pengungsian yang ada sangat ramai.


Konten Terkait

PERISTIWA 2 Hari Longsor di Tempur Jepara, 3.522 Orang Masih Terisolasi

Sebanyak 3.522 jiwa atau 1.445 KK masih terisolasi setelah dua hari dilanda bencana tanah longsor yang memutus akses jalan menuju Tempur, Jepara

Minggu 11-Jan-2026 20:22 WIB

2 Hari Longsor di Tempur Jepara, 3.522 Orang Masih Terisolasi
PERISTIWA 1.724 Jiwa Terdampak Banjir Galing, BPBD Sambas Minta Waspada Banjir Kiriman dari Suti Semarang

Kondisi banjir yang melanda dua desa di Kecamatan Galing sudah surut namun masyarakat tetap diimbau untuk waspada

Jumat 09-Jan-2026 20:04 WIB

1.724 Jiwa Terdampak Banjir Galing, BPBD Sambas Minta Waspada Banjir Kiriman dari Suti Semarang
PEMERINTAHAN Bangun 101 Jembatan, Kapolri: Anak-anak Tak Perlu Renang Saat ke Sekolah

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pihaknya telah membangun dan memperbaiki sebanyak 101 unit jembatan di berbagai daerah.

Selasa 30-Dec-2025 20:16 WIB

Bangun 101 Jembatan, Kapolri: Anak-anak Tak Perlu Renang Saat ke Sekolah
PERISTIWA BPBD Kalbar Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem dan Potensi Banjir Rob

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem.

Selasa 30-Dec-2025 20:10 WIB

BPBD Kalbar Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem dan Potensi Banjir Rob
PERISTIWA Wakapolri Tinjau Penanganan Pascabencana Banjir dan Longsor di Tapanuli Tengah

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan percepatan penanganan dampak bencana alam serta menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat

Minggu 28-Dec-2025 20:15 WIB

Wakapolri Tinjau Penanganan Pascabencana Banjir dan Longsor di Tapanuli Tengah

Tulis Komentar