Bromine Media merupakan media online yang menyajikan ragam informasi dan berita di ranah lokal Wonogiri hingga nasional untuk masyarakat umum. Bromine Media bertempat di Brubuh, Ngadirojo Lor, Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah.

All Nasional Internasional

KESEHATAN

Stunting Wonogiri Turun, Bupati: Kami Ranking Tiga Se-Jateng Kasus Stunting Terendah

Selasa 13-Sep-2022 11:40 WIB

666

Stunting Wonogiri Turun, Bupati: Kami Ranking Tiga Se-Jateng Kasus Stunting Terendah

Foto : kompas

brominemedia.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri berhasil menurunkan angka stunting di wilayahnya dari 24 persen menjadi 12,8 persen atau terendah ketiga di Jawa Tengah (Jateng).

“Kami saat ini sudah berada rangking tiga se-Jateng dengan kasus stunting yang terendah. Bahkan, penanganan prevalensi stunting Wonogiri terbaik kedua se-Jateng,” ungkap Bupati yang akrab di sapa Jekek ini di Wonogiri dilansir dari Kompas, Senin (12/9).

Bupati Jekek mengatakan, turunnya angka stunting di Kabupaten Wonogiri tak luput dari campur tangan penanganan yang terintegrasi oleh seluruh pihak.

Ia mengatakan, menurunnya angka stunting sebanyak 11,2 persen menjadikan seluruh stakeholder atau pemangku kepentingan yang terlibat optimis untuk menjadikan Kabupaten Wonogiri terbebas kasus stunting pada 2024.

Lebih lanjut, kata Bupati Jekek, apabila dua tahun tidak dilanda pandemi Covid-19, maka pada 2022 ini Wonogiri bisa dikatakan sudah bebas dari kasus stunting.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Jekek juga mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menuju Wonogiri 2024 zero stunting.

Adapun langkah yang akan dilakukan adalah mengintegrasikan data-data yang dimiliki dengan dinas teknis yang memiliki otoritas dalam penanganan kasus stunting.

Dengan demikian, Kabupaten Wonogiri harus memiliki data terpadu agar bisa sukses dalam penanganan stunting dan menjadikan Wonogiri zero stunting.

“Saat ini, Pemkab Wonogiri terus berfokus dalam menangani kasus stunting dengan kelahiran Januari hingga September 2022. Jumlah yang terdata sekitar 288 bayi terkualifikasi stunting. Jumlah itu tentunya sangat kecil dibandingkan dengan jumlah kehamilan yang mencapai 3.086 kelahiran,” jelas Bupati Jekek.

Kasus stunting sebanyak 288 bayi itu diidentifikasi dari ciri-ciri saat bayi lahir yang memiliki panjang badan kurang dari 46 sentimeter (cm).

Untuk diketahui, ratusan bayi tersebut terlahir dalam kondisi stunting lantaran saat hamil ibunya menderita anemia.

Menanggulangi hal tersebut, Bupati Jekek mengatakan, Pemkab Wonogiri bakal menggalakkan upaya mengonsumsi obat penambah darah sejak dini bagi parempuan.

Tak hanya itu, kata dia, penanganan kasus stunting juga dilakukan dengan kolaborasi antara Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Wonogiri dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Dinas Sosial (Dinsos).

“Apabila setelah diidentifikasi ibu hamil yang masuk ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) berarti akan masuk ke Dinsos dengan mengintegrasikan bantuan sosial (bansos). Sementara itu, di wilayah Dinkes memberikan dampingan berupa pemberian vitamin dan makanan tambahan,” katanya.

Sementara itu, DPPKBP3A memiliki otoritas dalam membentuk tim pendamping keluarga yang di dalamnya terdapat posyandu, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta kader

Integritas dari tiga dinas tersebut nantinya akan membahas mengenai stunting secara bersama dengan program yang telah diinisiasi oleh kementerian dan lembaga melalui dinas teknis.

“Makanya kami akan mengeroyok bareng dengan Go Nyawiji atau Bersatu padu bersama untuk menangani kasus stunting di Kabupaten Wonogiri,” ujarnya.

Perihal anggaran, Jekek mengatakan anggaran yang tersedia sudah sangat cukup untuk melakukan langkah percepatan penurunan stunting.

Anggaran cukup karena mendapat alokasi dari dana desa untuk mengatasi permasalahan stunting.

“Maka saya yakin saat metodologi pola penanganan stunting dikelola secara bersama-sama dengan instrumen yang sama dan titik tumpu yang sama akan menghasilkan big data yang sama dan pada akhirnya Wonogiri akan zero stunting pada 2024,” jelasnya.

Konten Terkait

PEMERINTAHAN Dana Desa Diprediksi Menyusut, Pelayanan Publik dan Stunting Tetap Jadi Prioritas di Klaten

Camat Gantiwarno menyebut, program lain yang belum mendesak masih bisa disesuaikan melalui perubahan anggaran daerah.

Selasa 30-Dec-2025 20:12 WIB

Dana Desa Diprediksi Menyusut, Pelayanan Publik dan Stunting Tetap Jadi Prioritas di Klaten
PEMERINTAHAN UMP 2026 Jawa Tengah Naik 7,28%, Gubernur Jelaskan Penetapan Perhitungan Upah Minimum Provinsi

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi menuturkan, rekomendasi dewan pengupahan telah resmi ditandatangani untuk seluruh wilayah di Jawa Tengah.

Jumat 26-Dec-2025 20:17 WIB

UMP 2026 Jawa Tengah Naik 7,28%, Gubernur Jelaskan Penetapan Perhitungan Upah Minimum Provinsi
PEMERINTAHAN Pastikan Kelancaran Pelayanan Nataru, Wagub Jateng dan Wapres Tinjau Stasiun Tawang Semarang

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kamis 25-Dec-2025 20:33 WIB

Pastikan Kelancaran Pelayanan Nataru, Wagub Jateng dan Wapres Tinjau Stasiun Tawang Semarang
KULINER Resep Garang Asem Khas Jawa Tengah yang Praktis, Segar, dan Lezat

Garang asem adalah salah satu makanan tradisional khas Jawa Tengah yang punya rasa unik yaitu gurih, pedas, sekaligus asam segar

Selasa 30-Sep-2025 20:45 WIB

Resep Garang Asem Khas Jawa Tengah yang Praktis, Segar, dan Lezat
KRIMINAL Motif Tersangka Rampok dan Bunuh Pensiunan Guru Karanganyar, Terlilit Utang Rp 3 Juta dengan Ayahnya

Utang tersebut telah ditagih oleh ayah tersangka, sehingga mendorong pelaku melakukan pencurian.

Jumat 12-Sep-2025 21:20 WIB

Motif Tersangka Rampok dan Bunuh Pensiunan Guru Karanganyar, Terlilit Utang Rp 3 Juta dengan Ayahnya

Tulis Komentar