Rabu 30-Jul-2025 21:12 WIB
Foto : tribunnews
Brominemedia.com – Sesosok jasad pria ditemukan membusuk di atas plafon kantor sebuah perusahaan farmasi di Jalan Pulomas Selatan, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, pada Selasa (29/7/2025) malam.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait penemuan tersebut.
Kapolsek Pulogadung, Kompol Suroto, mengungkapkan bahwa korban diketahui berinisial R (38), warga Jalan Bendungan Melayu RT01/01, Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Peristiwa ini bermula ketika seorang pegawai perusahaan bernama Fakri mencium bau tak sedap dari ruang kerjanya.
"Kemudian saksi ini menghubungi saksi lain bernama Suyanto dan selanjutnya dilakukan pencarian sumber bau," ujar Suroto, Rabu (30/7/2025).
Menurut keterangan Suroto, para pekerja melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan mayat pria di atas plafon musala kantor.
Korban ditemukan dalam kondisi sudah membusuk dan kaku, dengan wajah menghitam.
Ia mengenakan kaos kuning dan celana biru gelap.
"Saksi tidak ada yang kenal pada korban di atas plafon itu. Akhirnya melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian," ungkapnya.
Dari keterangan saksi berinisial NM, diketahui bahwa korban adalah seorang teknisi yang telah menghilang sejak Senin (28/7/2025).
Korban terakhir kali terlihat pada Sabtu (26/7/2025) sekitar pukul 18.00 WIB saat memperbaiki pompa air di perusahaan tersebut.
Setelah pekerjaan selesai, saksi melihat korban mandi di mess karyawan.
Saat itu, korban mengenakan kaos kuning dan celana panjang biru, pakaian yang sama saat jasadnya ditemukan.
"Mayat kemudian diturunkan dari atas plafon, saksi S melihat mayat tersebut dan menyatakan bahwa benar mayat tersebut adalah Rastona. Adapun pada saat ditemukan, kaki kanan korban terlilit sebuah kabel listrik," imbuhnya.
Sebelumnya, bau menyengat telah tercium dari plafon salah satu gedung perusahaan tersebut sejak Selasa sore.
Konten Terkait
TREND
Petani Milenial Bersyukur Jadi Pemasok Sayur MBG
Sudah tiga tahun Aditya Dwi Saputra merintis pertanian hidroponik di kampungnya. Selama ini, hanya sekitar 7 hingga 8 kilogram selada yang diproduksinya dalam setiap kali panen.
Namun sejak diminta menjadi pemasok sayuran ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), omzetnya meningkat 100 persen.
Senin 22-Dec-2025 20:19 WIB