Jumat 21-Oct-2022 11:15 WIB
331
Foto : detik
brominemedia.com –
Polisi mengatakan saksi kunci kasus pembunuhan PNS Bapenda Kota Semarang, Iwan
Boedi Prasetijo, seorang warga inisial AG Portal. Namun polisi heran AG Portal
mendadak mengaku tidak tahu saat mendapat perlindungan Lembaga Perlindungan
Saksi dan Korban (LPSK).
Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar sebelumnya
menjelaskan terkait keterangan AG Portal pada pemeriksaan pertama menjelaskan
apa yang dia ketahui termasuk melihat tiga orang yang dua di antaranya berbadan
tegap di lokasi ditemukannya jasad Iwan di kawasan Marina, Semarang.
Namun, pada pemeriksaan berikutnya, Agung mengubah seluruh
keterangan dan menyebut tidak tahu-menahu soal apa yang ditanyakan penyidik.
Hal itulah yang menjadi pertanyaan Irwan soal peran LPSK.
"Agung Portal selama dalam lindungan LPSK selalu
mengatakan tidak, tidak tahu. Artinya begini, dalam perspektif perlindungan,
orang yang dilindungi adalah saksi, orang yang melihat, mengetahui peristiwa
pidana. Kalau Agung ini tidak tahu, tidak tahu, berarti gugur kualifikasinya
sebagai saksi. Untuk apa dilindungi?" tanya Irwan, seperti dilansir detikJateng,
Kamis (20/10/2022).
"Iya, kunci (AG Portal saksi kunci)," imbuhnya.
Sebelumnya, kepolisian juga sudah melakukan pemeriksaan menggunakan lie detector atau deteksi kebohongan kepada tiga saksi termasuk AG Portal. Bahan pemeriksaan diambil dari pemeriksaan pertama AG Portal, ternyata hasilnya dia tidak berbohong pada pemeriksaan pertama.
"Kemudian, terhadap keterangan AG Portal, kita basic-nya pemeriksaan. Kita sodorkan pemeriksaan terhadap yang menjadi acuan pemeriksaan lie detector, itu pemeriksaan pertama, itu artinya kan sesuai dengan pernyataan pertama," kata Irwan, Senin (17/10).
Sementara itu, Danpomdam IV/Diponegoro Kolonel Rinoso Budi sebelumnya menyebut saksi sempat ketakutan sehingga mendapat perlindungan LPSK, bahkan sempat dikawal anggota TNI selama dua hari.
"Betul, karena yang bersangkutan ketakutan. Saya sebagai penyidik juga tidak tahu, yang bersangkutan takut sama siapa. Bisa karena orang lain bisa anggota saya sendiri. Makanya saya panggil LPSK," kata Rinoso di Markas Pomdam IV/Diponegoro, Jalan Yos Sudarso, Tawangsari, Semarang, Kamis (13/10).
Pomdam IV/Diponegoro juga sudah memeriksa dua orang anggotanya yang dicurigai terlibat. Namun dalam pernyataan terakhirnya, Rinoso menyebut keduanya belum terbukti terlibat.
Konten Terkait
Pemerintah menetapkan angaran dana desa di wilayah Jawa Tengah mencapai Rp2,1 triliun pada tahun 2026.
Selasa 06-Jan-2026 20:11 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) menyebut akan mendorong perluasan kios pangan di tahun 2026 ini.
Senin 05-Jan-2026 20:08 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Kamis 25-Dec-2025 20:33 WIB
Tol Semarang-Solo siap operasi saat libur Nataru dengan kondisi jalan, jembatan, dan drainase laik fungsi.
Minggu 14-Dec-2025 20:07 WIB
Wali kota Semarang, Agustina Wilujeng melepas para peserta di Ruang Lokakrida Gedung Moch Ichsan Balaikota Semarang, Senin (24/11/2025).
Senin 24-Nov-2025 20:15 WIB





