Minggu 20-Jul-2025 20:55 WIB
Foto : liputan6
Brominemedia.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan informasi prakiraan cuaca di Jawa Barat dan sekitarnya pada 21-27 Juli 2025.
Dalam satu pekan ke depan, potensi hujan di wilayah Jawa Barat diperkirakan meningkat akibat sejumlah faktor.
Di antaranya Gelombang Low Equatorial masih diprakirakan aktif di wilayah Jawa Barat. Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di sekitar perairan Indonesia juga mendukung peningkatan suplai uap air ke atmosfer.
"Secara umum, kondisi atmosfer menunjukkan tingkat labilitas dari kategori ringan hingga kuat, yang mendukung pembentukan awan konvektif dan meningkatkan potensi hujan dengan intensitas yang bervariasi," Forecaster Stasiun Koordinator NDF dan MEWS Jawa Barat, Alita Nuraeni dalam keterangannya pada Minggu, 20 Juli 2025.
Maka dari itu, berdasarkan prakiraan perkembangan dinamika atmosfer pada skala global, regional dan lokal, serta model cuaca deterministik dan probabilistik, diprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Jawa Barat.
Prakiraan Cuaca di Jawa Barat
Potensi hujan sedang hingga lebat atau sangat lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang yang dapat terjadi pada skala lokal dan durasi singkat terdapat di sebagian wilayah berikut:
Senin, 21 Juli 2025: Nihil
Selasa, 22 Juli 2025: Nihil
Rabu, 23 Juli 2025: Nihil
Kamis, 24 Juli 2025: Nihil
Jumat, 25 Juli 2025: Kabupaten Tasikmalaya
Sabtu, 26 Juli 2025: Kabupaten Ciamis, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya
Minggu, 27 Juli 2025: Kabupaten Tasikmalaya
BMKG mengimbau untuk waspada terhadap terjadinya potensi bencana hidrmeteorologis atau dampak cuaca ekstrem.
"Seperti hujan lebat hingga sangat lebat dalam skala lokal, serta angin kencang yang dapat mengakibatkan dampak seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta dampak kerusakan lainnya," ucap Alita.
Konten Terkait
TREND
Petani Milenial Bersyukur Jadi Pemasok Sayur MBG
Sudah tiga tahun Aditya Dwi Saputra merintis pertanian hidroponik di kampungnya. Selama ini, hanya sekitar 7 hingga 8 kilogram selada yang diproduksinya dalam setiap kali panen.
Namun sejak diminta menjadi pemasok sayuran ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), omzetnya meningkat 100 persen.
Senin 22-Dec-2025 20:19 WIB