Senin 20-Feb-2023 12:47 WIB
307

Foto : harianjogja
brominemedia.com
-Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Muhammad Budi
Djatmiko angkat bicara terkait kejadian bunuh diri yang diduga dilakukan oleh
mahasiswi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY).
Mahasiswi tersebut diduga tidak kuat memikirkan biaya kuliah
sebelum memilih mengakhiri hidupnya di Embung Tambakboyo, Kalurahan
Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman.
Atas kejadian tersebut, APTISI menyampaikan turut
berbelasungkawa dan berharap kejadian semacam ini tidak terulang lagi.
Menurutnya jika benar korban bunuh diri karena masalah
kuliah, maka perlu dicarikan jalan keluar. Mahasiswa bisa mengadu ke dosen
wali.
"PTS tentu punya cara agar tidak terulang kembali
kejadian ini. Dan harus dicari motif sesungguhnya. Apa yang melatar belakangi,
benar masalah kuliah atau masalah lainnya," katanya kepada
Harianjogja.com, Senin (20/2/2023).
Ia menjelaskan, rata-rata uang kuliah per semester yang
ditetapkan oleh pemerintah melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) adalah Rp2,4
juta untuk akreditasi C atau baik.
Diberikan kepada masyarakat kurang mampu untuk bisa masuk ke
perguruan tinggi di Indonesia. Artinya masyarakat kurang mampu bisa kuliah
dimana saja sesuai dengan minatnya.
Manfaatin gadgetmu untuk dapetin penghasilan tambahan. Cuma modal sosial media sudah bisa cuan!
Gabung bisnis online tanpa modal di http://bit.ly/3HmpDWm

"Namun KIP yang dikeluarkan pemerintah hanya 200.000 saja tiap tahun. Sedangkan rata-rata pertahun mahasiswa baru ada 2,5 juta. Jadi pemerintah hanya mengalokasikan 8 persen dari total mahasiswa yang masuk perguruan tinggi," jelasnya.
Secara persentase masih sangat kurang, karena angka partisipasi kasar perguruan tinggi sekitar 32-34 persen. Menurutnya akibat pandemi Covid-19 hampir semua PTS memiliki masalah, khususnya PTS menengah dan kecil. Hantaman di sektor ekonomi karena pandemi Covid-19 membuat kemampuan bayar kuliah sangat rendah.
Kondisi ekonomi yang kurang baik, membuat orang tua akan terlebih dahulu memprioritaskan pendidikan anaknya di tingkat dasar sampai menengah. Orang tua akan memilih anaknya yang kuliah sementara cuti atau membantu orang tua bekerja.
"Tren secara nasional PTS dalam menghadapi Covid-19 tidak ada kenaikan biaya kuliah yang signifikan, hanya PTS tertentu ya menaikan biaya kuliah. Khusus di Jogja dari pengamatan APTISI pun sama," jelasnya.
Menghadapi mahasiswa yang tidak mampu kuliah, ia berharap perguruan tinggi tetap memberikan kesempatan kuliah sampai yang bersangkutan bisa membayar. Perguruan tinggi juga harus kreatif memberdayakan mahasiswa kurang mampu. Memberikan kompensasi pemotongan hingga membebaskan biaya semesteran.
"Tapi jika terlalu banyak mahasiswa semacam ini tentu kampus jua kerepotan. Cara lain juga mahasiswa harus kreatif untuk mencari beasiswa dan atau mencari pekerjaan yang sifatnya freelance dan tidak mengganggu perkuliahan," harapnya.
Sebelumnya, sesosok mayat mahasiswi UMBY ditemukan di embung Tambakboyo. Korban diduga tidak kuat memikirkan biaya kuliah. Polisi masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab kematian mahasiswi UMBY tersebut. Kapolsek Depok Timur Kompol Endar Isnianto mengatakan belum bisa dipastikan penyebabnya, karena bisa juga korban terpeleset.
"Belum ada hasil dari rumah sakit, bisa juga terpeleset. Tapi memang ada masalah finansial di kampus, infonya memang ada," ucapnya.
Konten Terkait
Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Muhammad Budi Djatmiko angkat bicara terkait kejadian bunuh diri yang diduga dilakukan oleh mahas
Senin 20-Feb-2023 12:47 WIB