Senin 17-Oct-2022 15:15 WIB
464
Foto : tribun-bali
brominemedia.com-- Peristiwa tanah longsor dan pohon tumbang, serta hujan lebat
yang tak menunjukkan tanda-tanda reda menyebabkan Dinas Pendidikan Gianyar
mengambil langkah strategis.
Yaitu dengan meliburkan 10 sekolah dasar (SD) di Kecamatan
Payangan, Senin 17 Oktober 2022.
Hal ini untuk menyelamatkan siswa dan guru, dari kemungkinan
terjadinya bencana.
Sebab, lokasi sekolah rawan longsor, dan akses menuju
sekolah tersebut juga sedang dilanda bencana alam.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Gianyar, disebutkan bahwa
10 sekolah di Payangan yang diliburkan akibat hujan lebat.
Di antaranya SDN 1 Buahan, SDN 2 Buahan, SDN 3 Buahan, SDN 4
Buahan dan SDN 5 Buahan. Selanjutnya, SDN 1 Kelusa, SDN 2 Kelusa dan SDN 3
Kelusa, SDN 1 Bresela dan SDN 2 Bresela.
Kepala Dinas Pendidikan Gianyar, Made Suradnya, mengatakan
keputusan meliburkan siswa didik ini, karena akses menuju sekolah tidak bisa
dilalui kendaraan.
Pihaknya tak ingin memaksakan siswa untuk ber sekolah.
Sebab hal tersebut berbahaya, karena sewaktu-waktu akses
mereka bisa longsor kembali.
Jikapun dipaksanakan, siswa dipastikan dalam kondisi
was-was.
"Kalau dipaksa sekolah, akan membahayakan keselamatan
siswa, karena kemungkinan saat perjalanan ke sekolah mareka menghadapi bencana
tidak terduga," ujar Suradnya.
Suradnya juga mengungkapkan, peristiwa ini tak hanya dialami
oleh siswa SD.
Tetapi juga SMP, namun pihaknya tak bisa meliburkan sekolah
SMP karena lokasi sekolah tak membahayakan.
Namun ia tak menampik, sejumlah siswa SMP tak bisa sekolah
karena aksesnya ditutup longsor.
Karena itu, ia meminta kepala sekolah SMP di Payangan, untuk
memberikan kebijakan pada siswa yang berada di jalur longsor.
"Diimbau kepada kepala sekolah baik SD dan SMP, untuk
memerhatikan keselamatan siswa peserta didiknya.
Kalau dirasa cuaca tidak bersahabat dan kemungkinan ada
hujan lebat, sebaiknya diliburkan atau sesuaikan dengan kondisi di
lapangan," ujarnya.
Kepada orangtua siswa, Suradnya meminta agar ikut mengawasi
putra-putrinya agar tidak bermain di areal sungai atau tebing yang tinggi
termasuk di bawah pohon perindang.
"Situasi ini masih berpeluang terjadi beberapa hari ke
depan, sehingga mari kita sama-sama waspada," tandasnya.
Pihaknya pun meminta pada kepala sekolah, agar mengecek
kondisi bangunan sekolah dan lingkungan sekitar.
Imbauan ini bukan saja untuk sekolah di Payangan, tetapi di
Kabupaten Gianyar secara umum.
Sebab memasuki musim hujan, pihaknya tak ingin ada siswa
belajar di bangunan yang rawan roboh atau sekolah yang terancam adanya pohon
tumbang.
"Imbauan kepada kepala sekolah agar mengecek kondisi
bangunan sekolah dan lingkungan.
Jika ada potensi pohon tumbang di lingkungan sekolah,
diharapkan agar segera dipangkas. Bisa berkoordinasi BPBD Gianyar,"
ujarnya.
Suradnya berharap, peristiwa tanah longsor dan pohon tumbang
ini bisa segera diatasi, supaya para siswa yang diliburkan hari ini, bisa
kembali ke sekolah di hari esok.
"Semoga hari ini atas kerja keras Tim BPBD akses jalan
kembali normal dan anak-anak bisa sekolah kembali," harapnya.
Konten Terkait
Sebanyak 3.522 jiwa atau 1.445 KK masih terisolasi setelah dua hari dilanda bencana tanah longsor yang memutus akses jalan menuju Tempur, Jepara
Minggu 11-Jan-2026 20:22 WIB
Meski masih dapat dilewati kendaraan, kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga karena struktur tanah di sekitar lokasi rapuh
Jumat 09-Jan-2026 20:04 WIB
Hujan dengan intesitas tinggi yang terjadi sore ini menyebabkan jalan utama di Desa Alur Canang, Birem Bayeun, Aceh Timur kembali mengalami longsor,
Jumat 02-Jan-2026 20:08 WIB
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan percepatan penanganan dampak bencana alam serta menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat
Minggu 28-Dec-2025 20:15 WIB
Di Aceh, jumlah korban meninggal bertambah dari 411 menjadi 415 jiwa. Sementara di Sumatera Utara meningkat dari 343 menjadi 349 jiwa.
Minggu 14-Dec-2025 20:02 WIB






