Bromine Media merupakan media online yang menyajikan ragam informasi dan berita di ranah lokal Wonogiri hingga nasional untuk masyarakat umum. Bromine Media bertempat di Brubuh, Ngadirojo Lor, Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah.

All Nasional Internasional

PERISTIWA

Belajar dari Bahlil Lahadalia [Tidak Ada Waktu Membalas Hal Negatif dengan Negatif]

Jumat 18-Apr-2025 20:50 WIB

501

Belajar dari Bahlil Lahadalia [Tidak Ada Waktu Membalas Hal Negatif dengan Negatif]

Foto : fajar

Oleh: Ilham Arief Sirajuddin*

Pengantar

Sebagai mantan Wali Kota Makassar, saya pernah merasakan bagaimana posisi sebagai pejabat publik. Posisi yang boleh dibilang, menjadikan kritik sebagai sarapan paginya. Saya sebut sarapan pagi, karena kritik yang paling tajam dan seringkali membuat kuping merah, saat membaca koran, pagi-pagi. Saat sama kita sering menikmati sarapan—yang gara-gara kritik, teh manis pun jadi hambar. Bahkan, kadangkala sulit ditelan.

Pemimpin—atau pejabat publik saat ini—tak hanya berhadapan dengan kritik di koran. Tapi media online dan media sosial. Kanal atau platform yang setiap detik bisa melakukan update. Karena itu, badai kritiknya bukan hanya datang pada pagi hari. Tapi setiap saat. Setiap detik. Kritik bisa datang tanpa diduga.

Ironisnya lagi, jika di koran, para pengeritik sangat jelas identitasnya. Mereka muncul setelah melalui verifikasi jurnalis. Bahkan, bisa jadi kita tahu rumahnya. Mungkin juga nomor teleponnya kita simpan. Malah bisa jadi, setiap hari kita berinteraksi. Jadi dengan mudah juga kita berkomunikasi, diskusi dan klarifikasi. Tapi di media social beda. Para pengeritik tidak kita kenal. Bahkan, kadangkala identitasnya tidak jelas, tapi kritiknya pedas bukan main.

Saat jadi Wali Kota Makassar, saya merasakan beberapa momentum yang penuh kritik. Bahkan, setiap hari, saya “diblender” di media massa. Salah satunya; Lapangan Karebosi. Salah duanya; reklamasi pantai losari yang saat ini, dua-duanya bisa dirasakan masyarakat.

Negatif vs Negatif

Kritikan publik seringkali dianggap sebagai sesuatu hal negatif. Tapi bagi saya, kritikan saya anggap justru sebagai “vitamin”. Dengan demikian, setiap kritikan pada saya, justru semakin menambah semangat untuk membuktikan bahwa yang ditudingkan itu tidak benar adanya. Mungkin gagasan saya tidak sempurna, tapi dari proses kritik, kita bisa melakukan perbaikan dan penyempurnaan.

Setelah sekian lama tidak lagi menjadi pejabat publik, saya menemukan momentum yang kurang lebih sama dengan yang saya alami saat memimpin Kota Makassar. Tapi situasinya mungkin lebih dramatis sekarang. Kalau saya istilahnya “diblender” maka kejadian baru-baru ini—bukan saya yang alami—mungkin lebih pasnya disebut sebagai “dirujak” netizen.

Menariknya, kejadian itu justru dialami Ketua Umum saya di Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Ia “dirujak” terkait beberapa kebijakannya sebagai Menteri ESDM. Salah satunya soal pembatasan gas elpiji melalui penyalur resmi. Beberapa kasus sebelumnya, terkait izin tambang untuk ormas dan untuk kampus. Dua yang saya sebut belakangan juga disambut badai kritik netizen.

Saya menunggu-nunggu balasan atas hal negatif yang dialami ketua umum. Rupanya, tak ada respon berlebihan ditunjukkan. Hingga badai itu berlalu dan bisa tertangani dengan baik. Saya penasaran.

Momentum silaturahmi idulfitri memberi kesempatan saya bertemu langsung. Kesempatan ini tentu tidak saya sia-siakan. Saya ingin mendengar langsung seperti apa. Dan luar biasa! “Tidak ada waktu untuk membalas hal negatif dengan negatif.” Saya mendengar langsung kalimat tersebut yang mengalir deras dari bibirnya.

Konten Terkait

KESEHATAN Pemprov Jakarta Klaim Belum Temukan Warga Terkena Superflu

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mengeklaim belum menemukan adanya kasus Superflu di ibu kota. Meski begitu, warga Jakarta tetap diminta waspada terkait penyebaran penyakit yang disebabkan virus Influenza...

Minggu 04-Jan-2026 20:17 WIB

Pemprov Jakarta Klaim Belum Temukan Warga Terkena Superflu
OTOMOTIF Muncul Percikan Api di Stasiun Bogor dari Kabel Listrik di Atap Kanopi Jalur VIII

Percikan api dari kabel instalasi listrik di atap Kanopi Jalur VIII Stasiun Bogor, Jawa Barat.

Minggu 04-Jan-2026 20:12 WIB

Muncul Percikan Api di Stasiun Bogor dari Kabel Listrik di Atap Kanopi Jalur VIII
PEMERINTAHAN Diagnosis Keliru Polemik Pilkada via DPRD

Isu pengembalian pemilihan kepala daerah melalui DPRD kembali mengemuka dan menggelinding cepat.

Selasa 30-Dec-2025 20:16 WIB

Diagnosis Keliru Polemik Pilkada via DPRD
PEMERINTAHAN KY Rekomendasikan Sanksi Nonpalu untuk Hakim Perkara Tom Lembong

Komisi Yudisial merekomendasikan sanksi nonpalu bagi majelis hakim perkara Tom Lembong terkait pelanggaran kode etik.

Jumat 26-Dec-2025 20:17 WIB

KY Rekomendasikan Sanksi Nonpalu untuk Hakim Perkara Tom Lembong
TREND Petani Milenial Bersyukur Jadi Pemasok Sayur MBG

Sudah tiga tahun Aditya Dwi Saputra merintis pertanian hidroponik di kampungnya. Selama ini, hanya sekitar 7 hingga 8 kilogram selada yang diproduksinya dalam setiap kali panen. Namun sejak diminta menjadi pemasok sayuran ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), omzetnya meningkat 100 persen.

Senin 22-Dec-2025 20:19 WIB

Petani Milenial Bersyukur Jadi Pemasok Sayur MBG

Tulis Komentar