Bromine Media merupakan media online yang menyajikan ragam informasi dan berita di ranah lokal Wonogiri hingga nasional untuk masyarakat umum. Bromine Media bertempat di Brubuh, Ngadirojo Lor, Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah.

All Nasional Internasional

SAINS

Apa Itu Bencana Geo-Hidrometeorologi? Simak Penjelasan BMKG

Kamis 02-Oct-2025 20:50 WIB

174

Apa Itu Bencana Geo-Hidrometeorologi? Simak Penjelasan BMKG

Foto : detik

Brominemedia.com – Istilah bencana geo-hidrometeorologi sering muncul dalam laporan resmi BMKG maupun BNPB, terutama saat musim penghujan atau ketika terjadi bencana alam. Namun, banyak yang belum memahami apa sebenarnya makna dari istilah tersebut.
Lantas, apa yang dimaksud dengan bencana geo-hidrometeorologi?

Pengertian Bencana Geo-Hidrometeorologi
Mengutip dari situs KMS BMKG, bencana geo-hidrometeorologi merupakan gabungan dari dua jenis bencana, yaitu geologi dan hidrometeorologi. Bencana ini muncul akibat keterkaitan antara kondisi geologi seperti struktur tanah atau topografi, dengan fenomena meteorologi dan hidrologi seperti hujan ekstrem, banjir, dan angin kencang.

"Penambahan kata 'geo' pada istilah 'bencana geo-hidrometeorologi' merujuk pada bencana yang terjadi akibat adanya pergerakan lempeng (tektonik), seperti halnya gempabumi, tanah longsor, dan tsunami. Sehingga, maksud dari bencana geo-hidrometeorologi yaitu multi bencana yang terjadi akibat adanya fenomena kebumian, cuaca, maupun iklim ekstrim," tulis BMKG.

Karena sifatnya lintas faktor, bencana geo-hidrometeorologi bisa menimbulkan dampak luas. Misalnya, hujan lebat di daerah dengan struktur tanah yang labil dapat memicu tanah longsor. Begitu juga banjir rob di pesisir yang dipengaruhi kondisi pasang laut dan curah hujan tinggi.

Contoh Bencana Geo-Hidrometeorologi

BMKG menyebut beberapa jenis bencana yang termasuk dalam kategori ini, antara lain:

  • Banjir dan banjir bandang akibat curah hujan tinggi.
  • Tanah longsor yang dipicu hujan di daerah berbukit atau pegunungan.
  • Kekeringan saat curah hujan menurun drastis.
  • Gelombang tinggi dan rob di wilayah pesisir.
  • Puting beliung atau angin kencang akibat dinamika atmosfer.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa bencana geo-hidrometeorologi tidak hanya dipengaruhi faktor cuaca, tetapi juga kondisi geologi dan lingkungan setempat.

Lebih lanjut, BMKG menegaskan pentingnya memahami karakteristik bencana geo-hidrometeorologi untuk memperkuat mitigasi bencana. Selain itu, upaya kesiapsiagaan bersama menjadi kunci untuk mengurangi risiko korban dan kerugian.

Share:

Konten Terkait

PERISTIWA 2 Hari Longsor di Tempur Jepara, 3.522 Orang Masih Terisolasi

Sebanyak 3.522 jiwa atau 1.445 KK masih terisolasi setelah dua hari dilanda bencana tanah longsor yang memutus akses jalan menuju Tempur, Jepara

Minggu 11-Jan-2026 20:22 WIB

2 Hari Longsor di Tempur Jepara, 3.522 Orang Masih Terisolasi
PERISTIWA Potensi Longsor Susulan Setelah Plengsengan Di Desa Bareng Ambles, PUPR Jombang Gandeng BBWS Brantas

Meski masih dapat dilewati kendaraan, kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga karena struktur tanah di sekitar lokasi rapuh

Jumat 09-Jan-2026 20:04 WIB

Potensi Longsor Susulan Setelah Plengsengan Di Desa Bareng Ambles, PUPR Jombang Gandeng BBWS Brantas
PERISTIWA Hujan Sore Ini, Jalan di Desa Alur Canang Aceh Timur Kembali Longsor

Hujan dengan intesitas tinggi yang terjadi sore ini menyebabkan jalan utama di Desa Alur Canang, Birem Bayeun, Aceh Timur kembali mengalami longsor,

Jumat 02-Jan-2026 20:08 WIB

Hujan Sore Ini, Jalan di Desa Alur Canang Aceh Timur Kembali Longsor
PERISTIWA Wakapolri Tinjau Penanganan Pascabencana Banjir dan Longsor di Tapanuli Tengah

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan percepatan penanganan dampak bencana alam serta menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat

Minggu 28-Dec-2025 20:15 WIB

Wakapolri Tinjau Penanganan Pascabencana Banjir dan Longsor di Tapanuli Tengah
PERISTIWA Lebih dari 1.000 Korban Tewas karena Banjir dan Longsor di Sumatera

Di Aceh, jumlah korban meninggal bertambah dari 411 menjadi 415 jiwa. Sementara di Sumatera Utara meningkat dari 343 menjadi 349 jiwa.

Minggu 14-Dec-2025 20:02 WIB

Lebih dari 1.000 Korban Tewas karena Banjir dan Longsor di Sumatera

Tulis Komentar