Kamis 25-Sep-2025 21:49 WIB
Foto : tribunnews
Brominemedia.com – Kondisi dua balita, Aprilia dan Nur Khaira Sabrina pasien penderita cacing saat ini semakin membaik setelah 10 hari mendapat perawatan di RSMY Bengkulu,
Bahkan dokter yang merawat dua balita warga Desa Sungai Petai Kecamatan Talo Kecil Kabupaten Seluma, ini sudah memperbolehkan keduanya pulang.
Dokter spesialis Hematologi Onkologi Anak RAUD M Yunus dr. Lenny Elita menjelaskan, hasil pemeriksaan terbaru, sudah tidak ditemukan lagi adanya cacing dalam feses kedua pasien.
Hasil USG pun juga menunjukkan tidak adanya cacing maupun telur cacing yang bersarang di dalam tubuh kakak beradik ini.
"Kondisi dua pasien ini secara umum sudah membaik. Kita tunggu hasil pemeriksaan darah di laboratorium dulu, jika leukositnya normal kita perbolehkan keduanya pulang," kata Leny Erlita, dikonfirmasi Kamis (25/9/2025).
Leny Erlita menjelaskan, rencana operasi dibatalkan karena hasil pemeriksaan baik rontgen maupun USG tidak ada lagi menunjukkan adanya cacing maupun larva di tubuh kedua pasien.
"Dengan kondisi tersebut, rencana pembedahan yang sebelumnya dipersiapkan batal dilakukan. Karena tidak ada lagi kita dapati cacing maupun larva di tubuh kedua pasien ini," jelas Leny.
Dia mengatakan selama 10 hari perawatan ini, hanya tiga kali diberikan obat cacing kepada pasien.
Saat ini pemberian obat cacing sudah dihentikan, namun sesuai resep nanti setelah hari ke 14 pemberian obat cacing kembali diberikan kepada kedua pasien.
"Pemberian obat cacing telah kita hentikan, nanti di hari ke 14 lagi diberikan. Nanti Kader di Seluma yang berikan obatnya," imbuhnya.
Rumah Direhab
Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono bersama Bupati Seluma Teddy Rahman melakukan titik nol pembangunan rumah Balita penderita cacingan warga Desa Sungai Petai Kecamatan Talo Kecil, Rabu siang (24/9/2025).
Kapolda Bengkulu menyampaikan, program bedah rumah ini bukan semata membangun dinding dan atap.
Tetapi membangun harapan bagi pemiliknya untuk hidup lebih baik lagi ke depannya.
"Kita membangun harapan pemilik untuk hidup lebih baik. Pembangunan ini mengawali harapan keluarga untuk bangkit menuju keluarga yang sejahtera," ucap Mardiyono.
Pembangunan juga menjadi introspeksi agar ke depan rasa kepedulian terhadap sesama lebih ditingkatkan.
Konten Terkait