Bromine Media merupakan media online yang menyajikan ragam informasi dan berita di ranah lokal Wonogiri hingga nasional untuk masyarakat umum. Bromine Media bertempat di Brubuh, Ngadirojo Lor, Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah.

All Nasional Internasional

PERISTIWA

Al Qassam: Jika Zionis Hentikan Kelaparan, Kami Izinkan Makanan untuk Tawanan

Senin 04-Aug-2025 22:32 WIB

219

Al Qassam: Jika Zionis Hentikan Kelaparan, Kami Izinkan Makanan untuk Tawanan

Foto : republikain

Brominemedia.com – Brigade Al-Qassam mengumumkan kesediaannya mengizinkan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengirimkan makanan dan pasokan medis kepada tentara Israel yang ditawan di Gaza.

Namun, Al Qassam menekankan akses kemanusiaan itu hanya akan diberikan jika Israel menghentikan kelaparan sistemik dan menghentikan serangan udara. Serta mengizinkan bantuan kemanusiaan tanpa batas ke wilayah kantong yang terkepung itu.

Dalam pernyataan yang dirilis hari Ahad, Al-Qassam mengatakan pihaknya "siap untuk menanggapi secara positif" setiap permintaan Palang Merah terkait bantuan bagi tawanan perang Israel.

Namun, kesiapan ini dikaitkan dengan satu syarat yang diperlukan: Israel harus menghentikan "kelaparan sistmeik di Gaza" dan menghentikan operasi militer yang menghambat pengiriman bantuan.

"Kami tidak sengaja membuat para tahanan kelaparan," kata Al Qassam, dinukil dari Days of Palestine, Senin. "Mereka makan apa yang dimakan para pejuang dan rakyat kami. Mereka tidak akan menerima perlakuan khusus sementara rakyat kami sendiri sekarat karena kelaparan di bawah pengepungan."

Pernyataan itu menyusul dirilisnya video oleh unit media militer Al-Qassam yang berjudul “Pemerintah Israel Memutuskan untuk Membuat Mereka Kelaparan.”

Rekaman itu menunjukkan tentara Israel dalam kondisi kritis, kurus kering, dan hampir tidak bisa bergerak atau berbicara.

Al-Qassam mengatakan tentara itu dijadwalkan dibebaskan lewat pertukaran tahanan yang tertunda, dan menyebut kondisinya akibat langsung dari kebijakan Israel yang telah memblokir bantuan ke Gaza.

Video tersebut, yang diberi teks terjemahan dalam bahasa Arab, Ibrani, dan Inggris, menyandingkan citra lemah prajurit tersebut dengan kejadian menyedihkan anak-anak Palestina yang menderita kekurangan gizi parah.

Bayi-bayi dengan kerangka tubuh diperlihatkan di rumah sakit, beberapa tak bergerak, yang lain terlalu lemah untuk menangis. Pesan yang ingin disampaikan bahwa bencana kemanusiaan di Gaza bukanlah suatu kebetulan, melainkan sebuah kebijakan.

Rekaman itu juga menampilkan pernyataan dari para pejabat tinggi Israel.

Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir terekam mengatakan, "Yang dibutuhkan Gaza saat ini adalah bom," adapun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan, "Kami hanya akan mengizinkan bantuan seminimal mungkin."

Menanggapi video tersebut, Netanyahu mengadakan percakapan telepon dengan Julien Lerisson, kepala misi regional ICRC, mendesak intervensi Palang Merah segera mengirimkan bantuan kepada para tahanan Israel.

Menurut Kantor Perdana Menteri, Netanyahu menyatakan “keprihatinan mendalam” atas kondisi para tawanan dan menuntut akses kemanusiaan yang cepat.

Namun Al-Qassam menepis apa yang mereka sebut sebagai kekhawatiran yang "terlambat dan munafik".

"Selama hampir sepuluh bulan, Israel telah memberlakukan kebijakan kelaparan di seluruh Gaza," tegas Al Qassam.

"Sekarang, ketika dampak kebijakan itu dirasakan oleh tentara mereka sendiri, mereka tiba-tiba mengacu pada norma-norma kemanusiaan."

Badan-badan kemanusiaan, termasuk beberapa badan PBB, telah mengonfirmasi bahwa kondisi kelaparan semakin memburuk, terutama di Gaza utara.

Konvoi bantuan menghadapi pembatasan, pemboman udara, dan penundaan birokrasi di perlintasan yang dikuasai Israel.

Kondisi tahanan Israel telah menjadi poin kunci dalam negosiasi gencatan senjata yang terhenti.

Hamas telah menyatakan mereka terbuka terhadap kesepakatan yang mencakup pembebasan tahanan, tapi hanya dengan syarat yang mencakup gencatan senjata permanen dan penarikan penuh Israel.

Israel sejauh ini menolak persyaratan tersebut, melanjutkan kampanye militernya di seluruh wilayah, termasuk pemboman mematikan di Rafah dan Gaza tengah dalam beberapa hari terakhir.

Organisasi hak asasi manusia dan pengamat internasional telah memperingatkan terjadinya genosida, dengan menyebutkan pengungsian massal, penghancuran infrastruktur sipil, dan kelaparan yang sedang berlangsung.

Penulis Israel: Zionis Lakukan Genosida

Penulis Israel pemenang penghargaan David Grossman membenarkan apa yang digambarkan banyak organisasi internasional sebagai genosida di Gaza.

Ia mengatakan selama bertahun-tahun telah menolak menggunakan kata tersebut tetapi sekarang ia "tidak dapat menahan diri" untuk tidak menggunakan istilah tersebut.

Komentar Grossman muncul beberapa hari setelah dua kelompok hak asasi manusia utama Israel, B'Tselem dan Physicians for Human Rights, memastrikan Israel melakukan genosida di Gaza. Yang terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran global atas kelaparan di daerah kantong yang terkepung itu.

Pengumuman itu pertama kalinya kelompok hak asasi besar Israel secara terbuka menyimpulkan bahwa perang Gaza adalah genosida.

Penilaian yang sebelumnya dicapai beberapa organisasi seperti Amnesty International dan Human Rights Watch.

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Jumat, penulis dan aktivis perdamaian ternama dunia itu mengatakan kepada harian Italia La Repubblica, “Saya bertanya pada diri sendiri: bagaimana kita sampai di sini?” Bagaimana kami sampai dituduh melakukan genosida?” ucapnya.

“Hanya dengan mengucapkan kata 'genosida' – yang merujuk pada Israel, pada orang-orang Yahudi, itu fakta bahwa asosiasi ini bisa terjadi. Seharusnya sudah cukup menunjukkan kepada kita bahwa sesuatu yang sangat salah sedang terjadi pada kita.”

Grossman mengatakan selama bertahun-tahun ia menolak menggunakan istilah itu.

"Tapi sekarang saya tak bisa menahan diri – tidak setelah apa yang saya baca di koran, tidak setelah gambar-gambar yang saya lihat, tidak setelah berbicara dengan orang-orang yang pernah ke sana. Kata ini bagaikan longsoran salju: sekali Anda mengucapkannya, ia akan membesar, seperti longsoran salju. Dan itu menambah kehancuran dan penderitaan," katanya.

Penulis mengatakan ia menggunakan kata tersebut “dengan rasa sakit yang amat sangat dan hati yang hancur”.

"Membaca di koran atau mendengar dalam percakapan dengan teman-teman di Eropa tentang keterkaitan kata 'Israel' dan 'kelaparan' – terutama ketika ini berasal dari sejarah kita sendiri.”

Ia melanjutkan, “Dari kepekaan kita terhadap penderitaan manusia, dari tanggung jawab moral yang selalu kita akui untuk dipegang terhadap setiap manusia, bukan hanya terhadap orang Yahudi – ini sungguh menghancurkan," kata Grossman, yang memenangkan hadiah sastra tertinggi Israel, tahun 2018 untuk karyanya yang mencakup lebih dari tiga dekade.

"Pendudukan telah merusak kita," kata Grossman. "Saya sepenuhnya yakin bahwa kutukan Israel dimulai dengan pendudukan wilayah Palestina pada tahun 1967.

Mungkin orang-orang sudah bosan mendengarnya, tapi itulah kenyataannya.

“Kita telah menjadi kuat secara militer, dan kita telah jatuh ke dalam godaan yang lahir dari kekuatan absolut kita, dan gagasan bahwa kita bisa melakukan apa saja."

Pada tahun 2021, ia mengatakan pendudukan Israel di Tepi Barat telah berubah menjadi “apartheid”.

“Mungkin seharusnya tidak lagi disebut 'pendudukan', tapi ada nama yang lebih keras, seperti 'apartheid' misalnya,” ujarnya kepada Radio Angkatan Darat.

Share:

Konten Terkait

RAGAM BREAKING NEWS Gubernur Sumbar Tetapkan UMP 2026 Rp3.182.955., Naik 6,3 Persen

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumbar Tahun 2026

Senin 22-Dec-2025 20:14 WIB

BREAKING NEWS Gubernur Sumbar Tetapkan UMP 2026 Rp3.182.955., Naik 6,3 Persen
PERISTIWA Sosok Pria Posting Video Diduga Penyebab Kebakaran Pasar Karmia Jaya Bengkulu Kini Diperiksa Polisi

Pemosting Video Diduga Terkait Kebakaran Pasar Karmia Jaya Bengkulu Diperiksa Polisi

Selasa 25-Nov-2025 20:12 WIB

Sosok Pria Posting Video Diduga Penyebab Kebakaran Pasar Karmia Jaya Bengkulu Kini Diperiksa Polisi
PEMERINTAHAN Gus Yahya Bantah Terafiliasi Zionis Hingga Terima Duit Rp 900 Miliar

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU, K.H. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) membantah tuduhan yang membuat dirinya diminta mundur. Pertama, terkait tuduhan terafiliasi dengan zionis, Yahya mengatakan bahwa warga NU telah mengetahui dirinya pergi ke Israel.Saya tahun 2018 pernah pergi ke Israel dan bertemu Nentanyahu (Perdana Menteri Israel). Mereka sudah tahu dan mereka memilih saya sebagai ketum saat Muktamar Lampung, kata Yahya kepada awak media di Hotel Novotel Samator Surabaya.. Baca selengkapnya di https://rmol.id/politik/read/2025/11/23/687754/gus-yahya-bantah-terafiliasi-zionis-hingga-terima-duit-rp-900-miliar

Minggu 23-Nov-2025 20:23 WIB

Gus Yahya Bantah Terafiliasi Zionis Hingga Terima Duit Rp 900 Miliar
PEMERINTAHAN Sharing Session SINDOnews Ajak Gen Z Berani Tentukan Arah dan Berkontribusi Nyata

Generasi Z didorong untuk berani menentukan arah masa depan dan berkontribusi secara nyata bagi lingkungan serta masyarakat.

Selasa 28-Oct-2025 20:15 WIB

Sharing Session SINDOnews Ajak Gen Z Berani Tentukan Arah dan Berkontribusi Nyata
PERISTIWA Flu Menyebar di Negeri Jiran, Batam Siaga di Garis Depan Perbatasan

WABAH influenza tengah melanda Malaysia.

Selasa 21-Oct-2025 21:10 WIB

Flu Menyebar di Negeri Jiran, Batam Siaga di Garis Depan Perbatasan

Tulis Komentar