Selasa 25-Nov-2025 20:12 WIB
Foto : tribunnews
Brominemedia.com - Kepolisian Resor Kota Bengkulu bergerak cepat menyelidiki dugaan keterlibatan seorang warga dalam peristiwa kebakaran Pasar Karmia Jaya yang terjadi di Kelurahan Sumber Jaya, Simpang Kandis, Selasa (25/11/2025) sore.
Dalam penanganan awal, penyidik memeriksa seorang pemilik akun media sosial yang sebelumnya memposting video detik-detik munculnya api di lokasi tersebut.
Kebakaran yang berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB itu mengejutkan warga sekitar. Kobaran api yang menjulang tinggi dari arah pasar membuat banyak warga berlarian keluar rumah karena khawatir api akan merembet ke permukiman.
Beberapa saksi mata mengaku melihat asap tebal membumbung sebelum akhirnya api membesar dalam waktu singkat.
Kejadian ini kemudian ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya setelah munculnya video viral yang disebut-sebut menunjukkan momen awal sebelum kebakaran Pasar Karmia Jaya berlangsung.
Video berdurasi 24 detik itu diunggah oleh seorang pengguna Facebook bernama Frendi Fendi. Dalam unggahan tersebut, Frendi tampak mengekspresikan kemarahan sembari merekam kobaran api di pasar.
Ucapannya dalam video tersebut membuat publik bertanya-tanya, terlebih karena rekaman itu muncul sebelum kobaran api diketahui menyambar lebih luas.
Menanggapi hal itu, Kepolisian bergerak cepat. Kasat Reskrim Polresta Bengkulu, Kompol Sujud Alif Yulam Lam, menegaskan bahwa pihaknya telah memanggil dan memeriksa pemilik akun tersebut untuk mengumpulkan keterangan awal.
"Iya sedang kami periksa," ungkap Sujud singkat saat dikonfirmasi pada Selasa (25/11/2025).
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan peran dan hubungan saksi dengan peristiwa kebakaran Pasar Karmia Jaya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemanggilan ini masih dalam tahap klarifikasi.
Polisi belum dapat memastikan apakah sang pemosting memiliki keterlibatan langsung sebagai pelaku pembakaran, atau sekadar sebagai saksi yang kebetulan berada di lokasi sebelum kejadian.
Terkait kejadian ini sebelumnya Kasektor 1 Damkar Kota Bengkulu, Yuwandi, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga dan Pos Dam sekitar pukul 15.00 WIB.
Mendapat laporan tersebut, Damkar langsung mengerahkan seluruh kekuatan yang ada dari sembilan pos berbeda.
"Untuk penyebab, kita kurang tahu. Kita dapat laporan dari warga dan Pos Dam bahwa terjadi kebakaran di Simpang Kandis. Kepastian api dari mana, kita belum tahu," ujar Yuwandi.
Proses pemadaman kebakaran Pasar Karmia Jaya berjalan cukup sulit karena bangunan pasar berdempetan, sehingga api cepat menjalar.
Petugas membutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk melakukan pemadaman, termasuk proses pendinginan.
"Armada kita kerahkan semua dari Pos 1 sampai Pos 9. Rescue juga dikerahkan, total ada sembilan pos," kata Yuwandi.
Meski kebakaran Pasar Karmia Jaya menyebabkan kerugian materi yang sangat besar, Yuwandi memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Ia menyebutkan sekitar 30 kios habis terbakar tanpa tersisa.
"Kiosnya habis semua, ludes. Informasi sementara sekitar 30 kios yang terbakar, untuk korban sementara tidak ada," ujar Yuwandi.
Konten Terkait