Selasa 23-Sep-2025 20:54 WIB
Foto : tribunnews
Brominemedia.com – Aksi sederhana seorang siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 107403 Cinta Rakyat, Aqil Wijaya, saat menyapu lantai dan nenyusun meja di musala sekolah mendadak viral di media sosial.
Video tersebut pertama kali diunggah oleh guru olahraga mereka, Dede Surya Putra, setelah merekam aktivitas Aqil lewat rekaman CCTV sekolah.
Putra menuturkan, sejak tahun 2024 sekolah rutin menggelar pengajian gratis di musala setiap sore.
Ia pun selalu menekankan kepada siswa khususnya siswa kelas V, agar berbuat kebaikan sekecil apa pun. Dari pantauan CCTV, Putra awalnya sering melihat dua siswa bernama Abdul dan Siti yang rajin membersihkan musala.
“Nama mereka sering saya sebut sebagai contoh. Ternyata Aqil merasa, kenapa dirinya tidak pernah disebut,” cerita Putra.
Rasa penasaran itu membuat Aqil mengambil langkah sendiri. Suatu hari, usai salat Zuhur berjamaah, Putra sempat melihat Aqil enggan pulang.
“Dia bilang sebentar lagi. Rupanya saat musala sepi, Aqil mulai membersihkan. Dari situlah saya ambil cuplikan CCTV, lalu saya unggah di media sosial. Tidak disangka jadi viral,” ujarnya.
Ibunda Aqil, Novita Arefa (41), mengaku baru tahu kebiasaan anaknya membersihkan musala setelah video itu beredar.
“Tadinya saya tidak tahu Aqil melakukan itu. Kalau ditanya, dia jawabnya singkat-singkat saja. Begitu dibilang gurunya viral, ya saya cukup bangga,” katanya.
Sehari-hari, Aqil menjalani rutinitas seperti anak lain, pulang sekolah, makan, berganti baju, lalu mengaji. Namun di balik itu, Aqil ternyata menyisihkan waktu untuk berbuat kebaikan.
“Dia anaknya rajin salat nggak mau salat dirumah, selalu di masjid, punya jiwa sosial. Kalau ada teman dibully, dia suka bantu,” tambah sang ibu.
Hal serupa dialami orang tua Abdul dan Siti. Sang ibu mengaku baru tahu anaknya juga ikut membersihkan musala setelah mendapat kabar dari guru. “Saya merasa senang, karena itu kegiatan yang baik,” ucapnya.
Putra menekankan bahwa ketiga anak ini Aqil, Abdul, dan Siti mungkin tidak selalu menonjol dalam hal akademik. Namun, mereka punya teladan karakter yang kuat.
“Kalau soal nilai mungkin biasa saja, tapi dalam hal akhlak mereka luar biasa. Inilah kelebihan yang harus kita hargai. Sebagai guru kita juga harus bisa melihat hal kecil seperti ini,” tuturnya.
Konten Terkait
TREND
Petani Milenial Bersyukur Jadi Pemasok Sayur MBG
Sudah tiga tahun Aditya Dwi Saputra merintis pertanian hidroponik di kampungnya. Selama ini, hanya sekitar 7 hingga 8 kilogram selada yang diproduksinya dalam setiap kali panen.
Namun sejak diminta menjadi pemasok sayuran ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), omzetnya meningkat 100 persen.
Senin 22-Dec-2025 20:19 WIB