Bromine Media merupakan media online yang menyajikan ragam informasi dan berita di ranah lokal Wonogiri hingga nasional untuk masyarakat umum. Bromine Media bertempat di Brubuh, Ngadirojo Lor, Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah.

All Nasional Internasional

PERISTIWA

76 Tahun Gugurnya Robert Wolter Mongisidi, Guru Muda dari Manado yang Berjuang demi Merah Putih

Minggu 07-Sep-2025 20:49 WIB

402

76 Tahun Gugurnya Robert Wolter Mongisidi, Guru Muda dari Manado yang Berjuang demi Merah Putih

Foto : tribunnews

Brominemedia.com – 5 September 1949, Robert Wolter Mongisidi gugur. Ia gugur di depan regu tembak Belanda di Pacinang, Makassar, Sulawesi Selatan. 

Delapan butir peluru menerjang tubuh pemuda 24 tahun. Darahnya mengalir membasahi Bumi Pertiwi. Demi tegakknya Merah Putih. 

Makassar jadi tempat peristirahatan Bote.

Begitu nama panggilan kesayangan putra Bantik asal Manado, Sulawesi Utara ini. 

Bote Lahir 14 Februari 1925 dari pasutri Petrus Mongisidi dan Kina Suawa yang berprofesi sebagai petani kelapa

Bote diajarkan akan pentingnya pendidikan.

Ia mengenyam pendidikan dasar di sekolah dasar Hollandsch-Inlandsche School (HIS, setingkat SD) dan tamat Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO, setingkat SMP) Frater Don Bosco di Manado.

Setelah lulus MULO, Bote masuk Sekolah Pertanian dan Keguruan Pegawai dan Sipil di Tomohon.

Bote menamatkan pendidikan di sekolah Jepang ini selama enam Bulan. 

Robby Mongisidi, adik kandung Bote bilang, sekolah itu kini Persekolahan Katolik Gonzaga Tomohon di Paslaten, Tomohon Tengah

Bote satu di antaranya 200-an pemuda pemudi yang beruntung bisa mengeyam pendidikan lanjut itu. Satu kelas muridnya 50 orang. 

Terdapat tiga kelas laki-laki dan satu kelas khusus perempuan.

"Mereka masuk 3 November 1942 dan lulus April 1943," ujar Robby kepada Tribunmanado.co.id, belum lama ini. 

Tamat dari Tomohon, Bote kembali ke Malalayang Manado.

Sebulan pulang ke rumah keluarga, Bote mulai mengajar Bahasa Jepang di Liwutung, Ratahan. (kini Minahasa Tenggara).

Dari situ ia mengabdi di Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah. 

Medio akhir 1945, Bote pulang ke Manado. Rupanya ia punya rencana melanjutkan studi. 

"Kakak paling tua Jotje menyuratinya. Kalau mau lanjut sekolah, cuma dua. Ke Jakarta atau Makassar," kata Robby, pensiunan tentara berpangkat Letkol. 

Bote minta izin ke papanya dan keluarga. Bertekad sekolah teknik.

Kata Robby, Bote bilang di masa perang, pabrik memproduksi senjata.

Sementara aman perang, pabrik tetap berproduksi untuk peralatan lainnya. 

"Itu tak lama setelah Proklamasi. Maka berangkatlah ia ke Makassar," kata Robby yang sudah berusia 88 tahun melanjutkan. 

Di Makassar, gejolak perang begitu terasa. Belanda dengan wujud NICA (Netherlands Indies Civic Administration) datang kembali.

Darah muda Wolter Monginsisi mendidih.

Ia turut membentuk Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi (LAPRIS) pada 17 Juli 1946.

Bersama LAPRIS, Bote melancarkan perlawanan terbuka kepada Belanda yang hendak menancapkan kembali kuku kolonialismenya di Bumi Pertiwi. 

Kelihaian dan keberaniannya di usia yang masih belia, membuat dirinya dihormati dan dapat menjadi salah satu pimpinan LAPRIS. 

Ia kerap melakukan penyerbuan ke markas/tangsi militer Belanda dan pasukannya sering terlibat kontak senjata dengan Belanda.

Belanda mengerahkan kekuatan terbaik untuk menangkap Bote.

Hingga akhirnya ia tertangkap pada 28 Februari 1947 dan dijatuhi hukuman mati. 

Konten Terkait

KESEHATAN Pemprov Jakarta Klaim Belum Temukan Warga Terkena Superflu

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mengeklaim belum menemukan adanya kasus Superflu di ibu kota. Meski begitu, warga Jakarta tetap diminta waspada terkait penyebaran penyakit yang disebabkan virus Influenza...

Minggu 04-Jan-2026 20:17 WIB

Pemprov Jakarta Klaim Belum Temukan Warga Terkena Superflu
OTOMOTIF Muncul Percikan Api di Stasiun Bogor dari Kabel Listrik di Atap Kanopi Jalur VIII

Percikan api dari kabel instalasi listrik di atap Kanopi Jalur VIII Stasiun Bogor, Jawa Barat.

Minggu 04-Jan-2026 20:12 WIB

Muncul Percikan Api di Stasiun Bogor dari Kabel Listrik di Atap Kanopi Jalur VIII
PERISTIWA Kisah Garda Terdepan Pemkot Manado, Evakuasi Sarang Tawon di Malam Natal

Sejumlah ASN Pemkot Manado di garda terdepan siap melayani masyarakat di waktu liburan tahun baru.

Minggu 28-Dec-2025 20:04 WIB

Kisah Garda Terdepan Pemkot Manado, Evakuasi Sarang Tawon di Malam Natal
PEMERINTAHAN KY Rekomendasikan Sanksi Nonpalu untuk Hakim Perkara Tom Lembong

Komisi Yudisial merekomendasikan sanksi nonpalu bagi majelis hakim perkara Tom Lembong terkait pelanggaran kode etik.

Jumat 26-Dec-2025 20:17 WIB

KY Rekomendasikan Sanksi Nonpalu untuk Hakim Perkara Tom Lembong
TREND Petani Milenial Bersyukur Jadi Pemasok Sayur MBG

Sudah tiga tahun Aditya Dwi Saputra merintis pertanian hidroponik di kampungnya. Selama ini, hanya sekitar 7 hingga 8 kilogram selada yang diproduksinya dalam setiap kali panen. Namun sejak diminta menjadi pemasok sayuran ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), omzetnya meningkat 100 persen.

Senin 22-Dec-2025 20:19 WIB

Petani Milenial Bersyukur Jadi Pemasok Sayur MBG

Tulis Komentar