Senin 09-Jan-2023 11:15 WIB
429
Foto : tempo
brominemedia.com
- Negara bagian California di Amerika Serikat dilanda cuaca eksteme berupa
hujan deras dan angin kencang dalam 10 hari terakhir hingga menyebabkan aliran
listrik di ratusan ribu rumah dan sektor bisnis, padam. Cuaca lebih buruk
terjadi pada Ahad, 8 Januari 2023, dan diperkirakan masih akan berlangsung.
Cuaca ekstreme dalam seminggu terakhir itu, telah menewaskan
sedikitnya 12 orang.
Layanan Cuaca Nasional memperingatkan di California utara
dan tengah masih berada di jalur "parade topan tanpa henti". Lembaga
itu melihat tak akan ada banyak pertolongan bagi wilayah tersebut hingga
pertengahan minggu.
Dua fenomena yang tumpang tindih - aliran uap air padat yang
sangat besar dari laut yang disebut sungai atmosfer, dan sistem tekanan rendah
berkekuatan badai yang luas, yang dikenal sebagai siklon bom - telah
menyebabkan banjir dan rekor hujan salju selama seminggu terakhir. Badai
terbaru dengan jelas menggambarkan konsekuensi dari suhu laut dan udara yang
lebih hangat yang disebabkan oleh perubahan iklim.
"Badai ini dipicu oleh perubahan iklim," kata Sekretaris Sumber Daya Alam California Wade Crowfoot dalam konferensi pers.
Gubernur Gavin Newsom mengatakan dari setidaknya 12 korban tewas akibat cuaca ekstrem di California, di antaranya seorang balita, yang tewas tertimpa pohon redwood yang tumbang dan menimpa sebuah rumah mobil di California utara.
Dibagian lain, seorang perempuan yang tinggal di perkemahan tunawisma di sepanjang Sungai Sacramento meninggal pada Sabtu malam, 7 Januari 2023 atau saat badai mengamuk hingga membuat cabang pohon tumbang dan menimpa tendanya. Joe Costa, tetangga korban mengatakan kepada Reuters, dia menemukan korban dalam kondisi hampir tidak bernapas.
"Saya menelepon 911 dalam kondisi berteriak, saya membuka sisi tendanya dan menariknya keluar, dan dia tidak bereaksi," kata Costa.
Otoritas di California menyebut, badai hebat lainnya diperkirakan akan melanda pada Senin, 9 Januari 2023, dan sungai atmosfer lainnya, musim keenam, diperkirakan terjadi akhir minggu ini.
"Kita mungkin masih akan melihat yang terburuk di depan kita," kata Newsom.
Dalam sepekan terakhir, cuaca buruk memicu hembusan angin kencang yang menggulingkan truk, membanjiri jalan-jalan di kota kecil di sepanjang pantai California utara, dan menimbulkan gelombang badai yang menghancurkan sebuah dermaga di Santa Cruz. Sementara pejabat negara bagian mengatakan sekitar 424 ribu rumah dan tempat bisnis California tetap tanpa listrik sampai Minggu sore, 8 Januari 2023.
Layanan Cuaca Nasional menyatakan hujan lebat dan salju telah menyebabkan banjir dan kejenuhan tanah yang signifikan, yang berarti badai berikutnya yang akan terjadi minggu ini akan membawa ancaman banjir tambahan. Salju setinggi lima kaki (1,5 meter) dapat turun di pegunungan Sierra Nevada pada Selasa, 10 Januari 2022.
Newsom mengatakan telah meminta Gedung Putih agar mengeluarkan deklarasi darurat federal menjelang badai yang akan datang.
Konten Terkait
AS mengklaim memiliki pengaruh maksimal atas otoritas sementara Venezuela setelah penangkapan Maduro. Trump akan bertemu eksekutif minyak Jumat besok.
Kamis 08-Jan-2026 02:29 WIB
Menurut keterangan sumber yang dikutip sejumlah media internasional, penangkapan dilakukan oleh pasukan elite Delta Force Angkatan Darat AS.
Minggu 04-Jan-2026 20:16 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem.
Selasa 30-Dec-2025 20:10 WIB
Bombardir Amerika Serikat (AS) kepada ISIS di Suriah menewaskan lima orang. Ini merupakan balasan atas serangan yang menewaskan tiga warga AS.
Sabtu 20-Dec-2025 20:00 WIB
BMKG mengingatkan potensi cuaca ekstrem akibat Siklon Tropis Senyar di Sumatera. Hujan lebat dan angin kencang diperkirakan terjadi.
Rabu 26-Nov-2025 20:30 WIB



