Rival Indigo Terlibat Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Slamet, SAR 14 Hari Cari Syafiq Ali
Minggu 11-Jan-2026 20:07 WIB
161
Foto : tribunnews
Brominemedia.com - Kasus hilangnya pendaki di gunung-gunung Indonesia kembali menjadi perhatian nasional, menyusul pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang yang hingga kini belum ditemukan di Gunung Slamet, Jawa Tengah, setelah dua pekan operasi penyelamatan berlangsung.
Di tengah keterbatasan medan dan cuaca, perhatian publik turut tertuju pada keterlibatan Rival Altaf, bocah asal Cilacap yang dikenal luas sebagai “anak indigo” setelah sebelumnya viral disebut membantu tim SAR menemukan korban longsor di Cilacap dan Banjarnegara pada November 2025.
Pada Sabtu (10/1/2026), Rival tiba di basecamp jalur Dipajaya Gunung Slamet dan ikut terlibat dalam upaya pencarian Syafiq.
Informasi yang dibagikan akun komunitas pendaki @jejakpendaki menyebutkan Rival bersama delapan personel relawan bergerak menuju Pos 5 sekitar pukul 16.30 WIB untuk melanjutkan pencarian.
Hingga Minggu (11/1/2026), proses pencarian telah memasuki hari ke-14.
Operasi SAR resmi oleh Basarnas sebenarnya telah ditutup sejak 7 Januari 2026, namun pemantauan dan penyisiran masih dilakukan secara bergilir oleh relawan dan komunitas pendaki karena korban belum ditemukan.
Syafiq sebelumnya mendaki bersama rekannya, Himawan Haidar Bahran, pada Sabtu (27/12/2025).
Keduanya dilaporkan tak kunjung turun, hingga Tim SAR melakukan pencarian pada Minggu (28/12/2025).
Himawan akhirnya ditemukan di Pos 5 dan dievakuasi dalam kondisi selamat pada Senin (29/12/2025), sementara Syafiq dinyatakan hilang.
Kehadiran Rival Altaf dalam operasi ini kembali memicu perdebatan publik di tingkat nasional tentang penggunaan klaim kemampuan supranatural dalam situasi darurat dan bencana.
Rival dikenal publik setelah sejumlah media melaporkan dirinya membantu menunjuk titik lokasi korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, yang dinilai mempercepat proses evakuasi di tengah keterbatasan alat dan cuaca ekstrem.
Dalam beberapa video yang beredar luas di media sosial, Rival mengklaim memiliki “indra keenam” yang membuatnya dapat merasakan keberadaan korban.
Klaim tersebut membuat namanya dikenal secara nasional dan viral di platform seperti TikTok dan Instagram, sekaligus memunculkan kekhawatiran dari sebagian kalangan tentang potensi disinformasi dan risiko keselamatan bila klaim non-ilmiah memengaruhi keputusan di lapangan.
Kasus di Gunung Slamet ini sekaligus menambah daftar panjang pendaki yang dilaporkan hilang atau meninggal di gunung-gunung Indonesia dalam beberapa bulan terakhir, di tengah meningkatnya aktivitas pendakian dan tantangan cuaca ekstrem yang kian sering terjadi.
Relawan Silih Berganti
Pemantauan terus dilakukan oleh berbagai elemen relawan setelah operasi pencarian dan pertolongan atau search and rescue terhadap survivor atas nama Syafiq resmi ditutup pada Rabu (7/1/2026).
Bahkan hingga berita ini ditulis pada Minggu, 11 Januari 2026, sejumlah relawan terus melakukan pencarian meskipun sifatnya hanya pemantauan.
Satu di antaranya adalah Irul, pemilik akun Instagram @mount_slamet_3428mdpl.
Setiap hari ia membagikan aktivitasnya menelusuri bagian dari Gunung Slamet untuk mencari sosok Syafiq.
Dalam sehari, ia bahkan bisa berbagi hasil dokumentasikan video menjadi tiga konten video.
Konten video yang ia bagi adalah kegiatan penelusurannya di Gunung Slamet untuk mencari Syafiq.
Mulanya ia menyisir pos 3, 4 dan 5.
Belakangan, ia berfokus pada medan sekitar pos 8 dan 9 di luar jalur pendakian wajarnya.
Jalur yang ia tempuh bukanlah jalur biasanya bagi para pendaki, melainkan di perengan, jurang hingga cekungan yang berbahaya untuk pendaki.
Dalam sebuah video, ia juga pernah menuliskan keterangan, mencium bau wewangian samar-samar. Namun, dengan niat melakukan kegiatan kemanusiaan, ia tak menghiraukannya.
Penelusuran Tribunnews pada Minggu malam, Irul kembali membagikan konten video di akun Instagram pribadinya.
Irul terlihat kelelahan setelah menyisir sebuah tempat yang dikelilingi oleh rerumputan dan tanaman tak beraturan.
Ia mengaku kesulitan bernapas lantaran tiba-tiba kadar oksigen menipis.
"Entah memasuki area apa tiba-tiba oksigen sangat menipis beruntung bisa keluar dari area itu," tulis dia dalam unggahannya.
Di sisi lain, elemen relawan lainnya bergantian menjadwalkan pendakian untuk pencarian kemanusiaan Minggu malam ini.
Hal tersebut dibagikan oleh Sugeng Candra pemilik akun Instagram @paicongalvaro17.
Ia dan tim kembali akan melakukan pencarian setelah beberapa hari lalu bersama tim gabungan melakukan operasi SAR.
Tim berangkat Minggu malam ini, rencana akan melakukan penyisiran pada Senin (12/1/2026) hingga Rabu (14/1/2026).
"Prepare untuk nanti malam HBS isa Tgl 11 Januari 2026 tim dari SAR GUNUNG SLAMET Dan Saya Mewakili Relawan kemanusiaan dri karang taruna kab Purbalingga, untuk melakukan penyisiran pada hari Senin-Rabu," tulis potongan unggahan terbarunya.
Syafiq Pamit ke Gunung Sumbing, Ternyata Mendaki ke Gunung Slamet
Kakak kandung Syafiq, Naufal Hisyam (24), menjelaskan bahwa adiknya sempat berpamitan akan mendaki Gunung Sumbing.
Namun keluarga baru mengetahui Syafiq berada di Gunung Slamet setelah menerima foto darinya.
“Awalnya bilangnya mau ke Gunung Sumbing. Tiba-tiba mengirim foto dari basecamp Slamet,” ujar Naufal.
Ibu mereka sempat terkejut mengetahui perubahan tujuan pendakian tersebut, tetapi tetap mengizinkan karena Syafiq sudah berada di lokasi.
Syafiq yang masih duduk di kelas 12 SMAN 5 Kota Magelang menyampaikan bahwa ia akan turun pada Minggu sore karena pendakian dilakukan secara tektok (pulang-pergi tanpa menginap).
Namun hingga Minggu, keluarga tidak menerima kabar apa pun.
Setelah melakukan pengecekan, diketahui bahwa KTP dan motor Syafiq masih berada di basecamp Dipajaya.
Kondisi Himawan
Informasi mengenai kondisi Himawan baru diketahui pada Selasa, 30 Desember 2025.
Ia ditemukan oleh pendaki lain dalam keadaan lemas dan duduk sendirian di Pos 5.
Himawan kemudian dibantu turun oleh tim SAR dan tiba di basecamp sekitar pukul 20.00–21.00 WIB.
Setelah mendapat perawatan, kondisinya membaik, tetapi keterangan yang ia berikan masih belum konsisten.
Diduga hal ini akibat kelelahan atau trauma.
Menurut dugaan sementara, Syafiq dan Himawan terpisah di sekitar Pos 5.
Saat Himawan mengalami kram kaki, Syafiq berinisiatif turun untuk mencari bantuan.
Naufal juga menyampaikan adanya informasi dari pendaki lain yang sempat bertemu Syafiq di sekitar Pos 3.
Dua pendaki perempuan mengaku sempat mengikuti Syafiq turun melalui jalur kanan karena dianggap lebih aman saat hujan.
Namun jejak Syafiq tiba-tiba hilang, dan ternyata jalur tersebut salah.
Upaya Pencarian
Hingga kini, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta relawan masih melakukan pencarian dengan menyusuri jalur pendakian dan sejumlah pos.
Proses pencarian terkendala cuaca buruk dan kabut tebal.
Keluarga korban juga ikut serta dalam pencarian. Ayah Syafiq naik ke jalur pendakian sejak pagi untuk membantu tim SAR.
Sekitar delapan anggota keluarga berada di basecamp untuk memantau perkembangan pencarian.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang turut mengerahkan personel dan bantuan logistik untuk mendukung operasi pencarian.
Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Kota Magelang, Siska Sri Yoga, mengatakan pihaknya langsung mengirimkan lima personel pada Selasa (30/12/2025) malam.
Tim terdiri dari dua personel BPBD Kota Magelang serta tiga relawan, yakni satu dari PMI dan dua dari SAR Kota Magelang.
BPBD Kota Magelang berkoordinasi dengan BPBD Pemalang untuk melakukan backup di basecamp serta mendukung tim pencarian.
Cuaca Ekstrem
Menurut Siska, cuaca ekstrem menjadi salah satu kendala utama pencarian. Dalam tiga hari terakhir, hujan lebat disertai petir terus terjadi. Bahkan basecamp sempat tersambar petir.
Meski demikian, pencarian tetap dilanjutkan saat cuaca mulai membaik. Hingga Jumat (2/1/2026), belum ditemukan tanda-tanda keberadaan Syafiq.
Keluarga korban terus berharap Syafiq dapat segera ditemukan. “Semoga hari ini bisa ditemukan. Kami sekeluarga hanya bisa berdoa,” ujar Naufal.
Harga telur ayam semula Rp 31.500 menjadi Rp29 ribu, normalnya Rp 26 ribu perkg, bawang merah Rp 43 ribu, bawang putih Rp40 ribu, cabai rawit merah Rp 54 ribu, cabai keriting Rp 62 ribu.