Mobil Xenia Terbakar di Tol Mojokerto-Jombang, Tiga Orang Alami Luka
Jumat 18-Jul-2025 20:44 WIB
432
Foto : beritajatim
Brominemedia.com – Sebuah mobil minibus jenis Daihatsu Xenia dilaporkan terbakar di ruas Tol Mojokerto–Jombang KM 710, tepatnya di wilayah Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jumat (18/7/2025). Peristiwa tersebut menyebabkan satu orang mengalami luka berat dan dua lainnya luka ringan.
Komandan Regu Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Sukamto menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.10 WIB. Pihaknya menerima laporan kebakaran dari petugas tol Jasa Marga Astra Tol Jombang–Mojokerto.
“Begitu menerima laporan, satu unit armada pemadam kebakaran kami langsung menuju lokasi bersama tim gabungan. Upaya pemadaman dan pembasahan dilakukan kurang lebih selama 50 menit hingga api benar-benar padam sekitar pukul 19.00 WIB,: ungkapnya.
Dalam proses pemadaman, Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto dibantu oleh unit pemadam dari Gama, PMI Kabupaten Mojokerto, petugas Polsek setempat, Jasa Marga, dan sejumlah relawan. Terkait penyebab kebakaran, Sukamto menyebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
“Penyebab pasti belum diketahui, dugaan sementara ada korsleting atau gangguan teknis lainnya pada kendaraan. Selain kerugian material, peristiwa ini juga menyebabkan korban luka. Satu orang perempuan mengalami luka berat dan dua laki-laki luka ringan, seluruhnya telah dievakuasi,” katanya.
Akibat kejadian tersebut mobil minibus Daihatsu Xenia mengalami kerusakan total. Kerugian material hingga kini masih dalam proses pendataan. Saat ini, jalur tol di lokasi kejadian telah kembali normal setelah petugas melakukan pembersihan area dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mengeklaim belum menemukan adanya kasus Superflu di ibu kota. Meski begitu, warga Jakarta tetap diminta waspada terkait penyebaran penyakit yang disebabkan virus Influenza...
Sudah tiga tahun Aditya Dwi Saputra merintis pertanian hidroponik di kampungnya. Selama ini, hanya sekitar 7 hingga 8 kilogram selada yang diproduksinya dalam setiap kali panen.
Namun sejak diminta menjadi pemasok sayuran ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), omzetnya meningkat 100 persen.