PERISTIWA

Misteri Kematian Zara Qairina Mahathir Terkuak, Polisi Dalami Dugaan Perundungan

Kamis 14-Aug-2025 20:52 WIB 700

Foto : fajar

Brominemedia.com – Kasus kematian tragis siswi 13 tahun asal Malaysia, Zara Qairina Mahathir, terus menjadi sorotan.

Setelah makamnya dibongkar untuk proses autopsi, kini hasil pemeriksaan telah keluar.

Lantas, apa penyebab pasti kematiannya dan bagaimana kronologi lengkap dari kasus yang memicu gerakan #JusticeForZara ini? Berikut adalah rangkumannya.

Kronologi Tragedi Zara Qairina

16 Juli 2025: Zara ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah saluran air (selokan) dekat asrama putri di sekolahnya. Ia dilarikan ke RS Queen Elizabeth I, Kota Kinabalu.

17 Juli 2025: Setelah dokter menyatakan fungsi otaknya telah tiada dan hanya bertahan dengan alat bantu, keluarga membuat keputusan berat untuk merelakannya. Zara pun dinyatakan meninggal dunia.

Pemakaman Tanpa Autopsi: Jenazah Zara langsung dimakamkan, namun sang ibu, Noraidah Lamat, menemukan banyak bekas memar di tubuh putrinya. Hal ini memicu kecurigaan bahwa kematiannya tidak wajar.

Protes Publik: Kecurigaan adanya perundungan (bullying) brutal dan kemungkinan kasus ditutupi membuat gerakan #JusticeForZara meledak di media sosial, diikuti aksi unjuk rasa di berbagai kota.

9-10 Agustus 2025: Atas desakan publik dan keluarga, makam Zara dibongkar (ekshumasi) dan proses autopsi penuh akhirnya dilakukan.

Hasil Autopsi Resmi: Cedera Otak Akibat Kekurangan Oksigen

Hasil autopsi resmi yang telah ditunggu-tunggu mengungkap bahwa Zara Qairina meninggal akibat cedera otak traumatis yang disebabkan oleh ensefalopati hipoksia-iskemik.

Secara sederhana, ini adalah kondisi kerusakan otak yang terjadi akibat kekurangan pasokan oksigen.

Tim medis menyimpulkan kondisi ini kemungkinan besar terjadi akibat Zara terjatuh.


Kasus Belum Selesai, Penyelidikan Bullying Terus Berjalan

Meskipun penyebab medis kematiannya telah diketahui, pihak keluarga dan kuasa hukum meyakini ini belum menjawab pertanyaan utama: mengapa Zara bisa terjatuh?

Apakah karena kecelakaan, atau ada unsur kesengajaan dan perundungan di baliknya?

Kepolisian Malaysia kini menjalankan dua jalur penyelidikan paralel: satu untuk memastikan penyebab kematian dan satu lagi untuk mendalami dugaan perundungan (bullying) yang dialami Zara sebelum insiden, termasuk mengidentifikasi dan memeriksa sejumlah saksi.


Menanti Keadilan yang Sesungguhnya

Hasil autopsi baru menjawab sebagian dari teka-teki kematian Zara Qairina. Kini, fokus beralih pada penyelidikan polisi terhadap dugaan bullying yang mungkin menjadi pemicu dari tragedi ini.

Publik Malaysia dan keluarga masih terus menanti keadilan yang sesungguhnya, yaitu terungkapnya seluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan seorang siswi ceria kehilangan nyawanya. 

Konten Terkait

KESEHATAN Pemprov Jakarta Klaim Belum Temukan Warga Terkena Superflu

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mengeklaim belum menemukan adanya kasus Superflu di ibu kota. Meski begitu, warga Jakarta tetap diminta waspada terkait penyebaran penyakit yang disebabkan virus Influenza...

Minggu 04-Jan-2026 20:17 WIB

OTOMOTIF Muncul Percikan Api di Stasiun Bogor dari Kabel Listrik di Atap Kanopi Jalur VIII

Percikan api dari kabel instalasi listrik di atap Kanopi Jalur VIII Stasiun Bogor, Jawa Barat.

Minggu 04-Jan-2026 20:12 WIB

OLAHRAGA Jadwal Terbaru Badminton Januari 2026, Malaysia Open 2026 hingga Thailand Masters

Jadwal musim kompetisi 2026 langsung dimulai dengan digelarnya Malaysia Open 2026, 6-11 Januari di Axiata Arena, Kuala Lumpur.

Jumat 02-Jan-2026 20:08 WIB

PEMERINTAHAN KY Rekomendasikan Sanksi Nonpalu untuk Hakim Perkara Tom Lembong

Komisi Yudisial merekomendasikan sanksi nonpalu bagi majelis hakim perkara Tom Lembong terkait pelanggaran kode etik.

Jumat 26-Dec-2025 20:17 WIB

TREND Petani Milenial Bersyukur Jadi Pemasok Sayur MBG

Sudah tiga tahun Aditya Dwi Saputra merintis pertanian hidroponik di kampungnya. Selama ini, hanya sekitar 7 hingga 8 kilogram selada yang diproduksinya dalam setiap kali panen. Namun sejak diminta menjadi pemasok sayuran ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), omzetnya meningkat 100 persen.

Senin 22-Dec-2025 20:19 WIB

Tulis Komentar