Lomba Tarik Tambang di Sumenep Berakhir Tragis, Peserta Tiba-tiba Meninggal Dunia
Rabu 24-Sep-2025 20:26 WIB
461
Foto : beritajatim
Brominemedia.com – Para peserta lomba tarik tambang di Desa Batubelah Timur, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura, dihebohkan dengan peristiwa tragis yang menimpa salah satu peserta.
M (40), warga Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, tiba-tiba meninggal dunia saat tengah mengikuti pertandingan. Kejadian ini pada saat M berada di posisi paling belakang dalam timnya. Setelah sekitar 15 menit berlalu, M mendadak duduk lemas dan melepaskan pegangan dari tali tambang.
Rekan satu tim yang melihat kejadian itu segera berlari menghampiri, namun korban sudah tidak sadarkan diri. M kemudian dibawa ke Puskesmas Dasuk untuk mendapatkan pertolongan medis.
Sayangnya, setelah diperiksa, tenaga medis menyatakan bahwa M telah meninggal dunia. Jenazahnya langsung dibawa pulang ke rumah duka di Dusun Gunung Kembar, Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding untuk dimakamkan.
Hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan. Berdasarkan dugaan sementara, M meninggal akibat kelelahan saat mengikuti lomba. Pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai takdir dan menolak dilakukan otopsi, dengan membuat surat pernyataan keberatan.
Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, membenarkan peristiwa ini dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya M saat mengikuti lomba tarik tambang. Kami telah melakukan langkah-langkah sesuai prosedur, termasuk memeriksa saksi dan berkoordinasi dengan pihak medis. Karena pihak keluarga menolak otopsi, maka jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” ujar AKP Widiarti.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mengeklaim belum menemukan adanya kasus Superflu di ibu kota. Meski begitu, warga Jakarta tetap diminta waspada terkait penyebaran penyakit yang disebabkan virus Influenza...
Sudah tiga tahun Aditya Dwi Saputra merintis pertanian hidroponik di kampungnya. Selama ini, hanya sekitar 7 hingga 8 kilogram selada yang diproduksinya dalam setiap kali panen.
Namun sejak diminta menjadi pemasok sayuran ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), omzetnya meningkat 100 persen.