PERISTIWA

Kisah Pria Jembrana Nekat ke Jepang Demi Gaji Lebih Baik, Saputra: Kerja di Bali Selalu Pas-pasan

Rabu 30-Jul-2025 21:12 WIB 527

Foto : tribun-bali

Brominemedia.com – I Made Eri Saputra adalah salah satu warga Jembrana yang nekat kerja ke luar negeri.

Pria 35 tahun asal Kecamatan Jembrana itu mengakui jika seterusnya bekerja di Indonesia khususnya Bali bakal sangat sulit berkembang.

Sebab, selama belasan tahun bekerja di Bali, dirinya selalu hidup dengan gaji pas-pasan.

Lingkungan kerja yang toxic juga jadi penyebab ia memilih jalur untuk ke luar negeri yakni Jepang. 

Made Eri menuturkan, alasan utama bekerja ke luar negeri adalah alasan ekonomi.

Ia nekat berangkat ke Jepang karena ingin memperoleh pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan Indonesia.

Sebab, di Indonesia ia sudah bekerja di berbagai bidang namun pendapatannya selalu pas-pasan.

Hanya bisa untuk bertahan hidup dan sulit untuk berkembang. 

"Selain itu lingkungan kerja yang kurang nyaman juga faktor nekat bekerja ke luar negeri. Saat ini, saya bekerja di bidang konstruksi/bangunan," kata Made Eri saat dikonfirmasi. 

Bermodalkan tekad yang kuat, kata dia, ia kemudian mencoba untuk mengikuti seleksi atau interview bekerja di luar negeri yakni Jepang.

Saat itu, kebetulan ada job di kontruksi/bangunan khususnya bagian pengecoran menggunakan alat berat, jika dalam bahasa Jepangnya "kensetsu kikai sekou".

"Awalnya iseng ikut interview dan ternyata lolos akhirnya bisa bekerja di luar negeri. Ini jadi kali pertama saya bekerja di luar negeri," sebutnya. 

Made Eri melanjutkan, selama di luar negeri, ia menerima upah belasan juta rupiah setiap bulannya.

Namun, apa yang ia dapat sebanding dengan pekerjaannya yang ia lakoni di Negeri Matahari Terbit tersebut.

"Kadang dapat penghasilan lebih jika tempat bekerjanya jauh dan harus menginap. Jika tidak, ya menerima sesuai kontrak," sebut pria yang sudah beberapa tahun kerja di luar negeri ini.

Selama kerja di Jepang, kata dia, ada suka dan dukanya juga.

Mulai dari dapat pengalaman bekerja di negeri orang dan pendapatan tentunya lebih besar daripada di negeri sendiri. 

Kemudian, risiko kerja di lapangan khususnya bidang konstruksi adalah selalu berhadapan dengan cuaca ekstrim di Jepang.

Musim panas luar biasa panasnya, sedangkan jika musim dingin luar biasa dinginnya. 

Konten Terkait

OLAHRAGA 3 Laga Penentu Nasib Persiba Balikpapan di Championship 2025/26, Peluang Bertahan Masih Terbuka

Persiba Balikpapan masih memiliki peluang untuk bertahan di Championship musim depan.

Selasa 13-Jan-2026 20:05 WIB

OLAHRAGA Kadek Arel jadi anggota exco APPI

Pemain Bali United Kadek Arel Priyatna menjadi anggota executive committee (exco) Asosiasi Pesepakbola Profesional ...

Senin 12-Jan-2026 20:06 WIB

PERISTIWA Kondisi Terkini Balita Korban Peluru Nyasar setelah Proyektil Diangkat, Ibunya Khawatir

Ternyata peluru tersebut bersarang di tengkorak kepala korban yang bernama Asmi Anggraini. Tepatnya di dekat mata kanan.

Jumat 09-Jan-2026 20:04 WIB

PEMERINTAHAN Kemenkop Dorong Koperasi yang Terdampak Bencana di Sumatra Aktif Kembali

Kemenkop juga menyiapkan program pendampingan keterampilan bagi masyarakat khususnya anggota koperasi yang sebelumnya memiliki kegiatan usaha produktif.

Kamis 08-Jan-2026 01:21 WIB

PERISTIWA Trump Kembali Soroti Greenland, Pakar Peringatkan Ancaman Serius

Pakar internasional mengingatkan bahwa ketertarikan kembali Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Greenland harus dipandang sebagai ancaman serius. Ini mencerminkan pola kebijakan luar negeri yang lebih...

Kamis 08-Jan-2026 01:15 WIB

Tulis Komentar