PEMERINTAHAN

Kalbar Sumbang Devisa, Tapi DBH Menyusut: PAN Desak Pemerintah Pusat Koreksi Skema

Jumat 05-Sep-2025 20:55 WIB 402

Foto : tribunnews

Brominemedia.com – Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kalimantan Barat menilai pemerintah pusat belum memberikan perlakuan yang adil terhadap daerah penghasil. 

Meski Kalbar selama ini menjadi penyumbang devisa negara lewat sawit, bauksit, emas, dan komoditas strategis lainnya, porsi Dana Bagi Hasil (DBH) yang diterima justru kecil dan cenderung menurun.

Ketua Fraksi PAN DPRD Kalbar, Zulfydar Zaidar Mochtar menegaskan pihaknya akan terus memperjuangkan perbaikan skema DBH agar lebih adil bagi daerah penghasil.

“Sejak lama Fraksi PAN sudah mengingatkan soal ketimpangan DBH ini. Kalimantan Barat menyumbang banyak hasil bumi, tapi porsi DBH yang diterima justru kecil dan semakin menurun. Padahal DBH merupakan sumber penting untuk membiayai pembangunan dan pelayanan dasar masyarakat,” ujar Zulfydar dalam rapat paripurna ke-34 DPRD Kalbar yang digelar pada Kamis 4 September 2025.

Berdasarkan data, pada 2024 realisasi DBH pertambangan (minerba) untuk Kalbar tercatat sebesar Rp66,02 miliar. Namun pada triwulan I 2025, angkanya anjlok menjadi Rp32,8 miliar.

Hal serupa juga terjadi pada DBH sawit. Meski Kalbar merupakan salah satu produsen utama sawit di Indonesia, bagian yang diterima daerah relatif kecil, hanya sekitar 4 persen.

Pada 2024, realisasi DBH sawit yang masuk ke Kalbar hanya Rp276,03 miliar, angka yang dinilai tidak sebanding dengan kontribusi fiskal dari komoditas tersebut.

“Kami sangat menuntut, kami sangat memerlukan DBH itu dibesarkan kembali, atau semua dilonggarkan,” ujarnya.

Zulfydar mendesak pemerintah pusat meninjau ulang dan mengoreksi skema DBH, khususnya untuk komoditas strategis, agar lebih proporsional bagi daerah penghasil. Ia juga menekankan perlunya diskresi dari Presiden agar pencatatan DBH dilakukan sejak dari daerah penghasil, bukan dari pelabuhan ekspor.

“Maka yang kami tuntut sekarang, harusnya pemerintah pusat mestinya ada diskresi dari presiden untuk memutuskannya, terutama DBH ini,” tegasnya.

Selain itu, Fraksi PAN mengingatkan agar pemerintah provinsi tidak menutup defisit fiskal dengan menaikkan atau menambah jenis pajak baru yang justru membebani masyarakat.

“Kalbar sudah lama menjadi penyumbang devisa negara. Sudah saatnya pemerintah pusat memperlakukan daerah penghasil seperti Kalbar dengan lebih adil dalam pembagian DBH,” pungkas Zulfydar.

Share:

Konten Terkait

PEMERINTAHAN Dana Desa Diprediksi Menyusut, Pelayanan Publik dan Stunting Tetap Jadi Prioritas di Klaten

Camat Gantiwarno menyebut, program lain yang belum mendesak masih bisa disesuaikan melalui perubahan anggaran daerah.

Selasa 30-Dec-2025 20:12 WIB

RAGAM BREAKING NEWS Gubernur Sumbar Tetapkan UMP 2026 Rp3.182.955., Naik 6,3 Persen

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumbar Tahun 2026

Senin 22-Dec-2025 20:14 WIB

PEMERINTAHAN Harbolnas 2025 Bidik Transaksi Rp35 Triliun

Harbolnas 2025 kembali digelar dengan target transaksi Rp35 triliun. Pemerintah mendorong produk lokal agar belanja daring semakin meningkat.

Jumat 12-Dec-2025 20:15 WIB

PEMERINTAHAN Pemkot Jogja Buka Rekam KTP-el Akhir Pekan Sepanjang Desember 2025

Dindukcapil Jogja buka layanan rekam KTP-el Sabtu-Minggu sepanjang Desember 2025 bagi warga yang belum rekam data.

Rabu 03-Dec-2025 20:57 WIB

PEMERINTAHAN Penetapan UMP DKI 2026 Masih Dibahas, Keputusan Final Menunggu Laporan Resmi

Gubernur Pramono Anung pastikan UMP DKI 2026 belum final, menunggu rekomendasi forum tripartit antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha.

Senin 01-Dec-2025 20:21 WIB

Tulis Komentar