TREND

INDEF: Diskon Tarif Listrik 50 Persen Perlu Diulang untuk Dorong Konsumsi Masyarakat

Minggu 05-Oct-2025 20:46 WIB 410

Foto : republikain

Brominemedia.com – Kepala Pusat Pangan, Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Abra Talattov, menilai penerapan diskon tarif listrik sebesar 50 persen layak dilakukan kembali untuk mendorong konsumsi masyarakat.

“Untuk itu, pemerintah perlu menimbang agar kebijakan tersebut dilaksanakan kembali seperti pada periode Januari–Februari 2025 lalu. Kebijakan pemerintah berupa diskon tarif listrik dapat dinikmati secara merata oleh masyarakat di seluruh Indonesia,” kata Abra dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (5/10/2025).

Menurut dia, dengan berkurangnya beban tagihan listrik, masyarakat dapat mengalokasikan pengeluaran ke kebutuhan lain seperti bahan pokok dan layanan esensial. Hal ini pada akhirnya dapat membantu meredam tekanan inflasi domestik.

Selama dua bulan pelaksanaan program diskon listrik oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut, lanjutnya, kebijakan itu diperkirakan mendorong peningkatan konsumsi masyarakat.

Subsidi tarif listrik meningkatkan pendapatan riil masyarakat dengan mengurangi beban biaya, yang kemudian dapat meningkatkan daya beli dan memicu pertumbuhan konsumsi—seiring dengan meningkatnya marginal propensity to consume (MPC), yakni kecenderungan masyarakat membelanjakan sebagian besar pendapatannya untuk konsumsi.

“Jadi, subsidi listrik menciptakan ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan pengeluaran pada barang dan jasa lain,” ujarnya.

Abra menjelaskan bahwa tambahan konsumsi masyarakat pascapemberian diskon tarif listrik berkontribusi terhadap peningkatan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) serta memperkuat laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menegaskan, diskon tarif listrik merupakan opsi kebijakan yang relevan untuk memberikan stimulus ekonomi langsung kepada masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Konsumsi rumah tangga merupakan komponen terbesar dalam PDB Indonesia, yaitu sekitar 54,6 persen pada 2024. Dengan adanya penghematan biaya listrik, masyarakat dapat mengalihkan pengeluaran ke sektor riil sehingga menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di awal tahun,” kata Abra.

Share:

Konten Terkait

SAINS Menembus Hujan dan Badai, Petugas PLN Lembata Berjuang Pulihkan Listrik demi Kenyamanan Warga

Hingga saat ini, beberapa wilayah sudah berhasil dinormalkan secara bertahap. Namun, tantangan di lapangan tidaklah mudah.

Senin 12-Jan-2026 20:06 WIB

KESEHATAN Pemprov Jakarta Klaim Belum Temukan Warga Terkena Superflu

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mengeklaim belum menemukan adanya kasus Superflu di ibu kota. Meski begitu, warga Jakarta tetap diminta waspada terkait penyebaran penyakit yang disebabkan virus Influenza...

Minggu 04-Jan-2026 20:17 WIB

OTOMOTIF Muncul Percikan Api di Stasiun Bogor dari Kabel Listrik di Atap Kanopi Jalur VIII

Percikan api dari kabel instalasi listrik di atap Kanopi Jalur VIII Stasiun Bogor, Jawa Barat.

Minggu 04-Jan-2026 20:12 WIB

PERISTIWA Drama Istri Bandar Narkoba di Mandailing Natal, Pura-Pura Pingsan Saat Terciduk Bawa Sekarung Sabu Lalu Kabur

Wanita bernama Mila, istri dari seorang bandar narkoba nekat menyembunyikan narkoba jenis sabu di dalam karung sebelum akhirnya berpura-pura pingsan saat ditangkap petugas.

Minggu 04-Jan-2026 20:08 WIB

PEMERINTAHAN KY Rekomendasikan Sanksi Nonpalu untuk Hakim Perkara Tom Lembong

Komisi Yudisial merekomendasikan sanksi nonpalu bagi majelis hakim perkara Tom Lembong terkait pelanggaran kode etik.

Jumat 26-Dec-2025 20:17 WIB

Tulis Komentar