Breaking News: Warga Ranah Karya Mukomuko Bengkulu Ditemukan Tewas di Perkebunan Sawit
Rabu 03-Sep-2025 20:50 WIB
576
Foto : tribunnews
Brominemedia.com – Seorang warga Desa Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, ditemukan tewas tertimpa pohon saat menebang di perkebunan sawit.
Evakuasi korban yang berjarak lebih dari 20 kilometer dari Jalan Lintas Barat Padang-Bengkulu terhambat hujan lebat dan medan berlumpur, sehingga tim gabungan Basarnas, TNI-Polri, dan masyarakat harus bekerja ekstra untuk mengevakuasi jasad Ijon Majoni (42).
Kepala Desa Ranah Karya, Arman Jaya, saat diwawancarai TribunBengkulu.com, menjelaskan korban pergi sendirian ke kebun dan ditemukan tertimpa pohon saat menebang.
“Dapat laporan warga, ada warga kita yang tertimpa pohon di kawasan perkebunan sawit,” ungkap Arman, Rabu (3/9/2025) pukul 18.26 WIB.
Arman menambahkan, korban pamit dari rumah pada Jumat, 29 Agustus 2025, untuk pergi menebang pohon di kebun sawit.
Namun pada Rabu (3/9/2025), korban yang tak ada kabar sempat dicari tetangganya, dan ditemukan sudah meninggal dunia dalam kondisi tertimpa pohon.
“Dari tetangganya, korban sudah meninggal dunia, langsung menghubungi warga yang lain,” tutur Arman.
Arman juga menjelaskan, tim evakuasi gabungan harus menempuh jarak lebih dari 20 kilometer dari pinggir Jalan Lintas Barat Padang-Bengkulu menuju lokasi kejadian.
Perjalanan ke lokasi memakan waktu sekitar dua jam, dengan tim berangkat sekitar pukul 15.02 WIB.
“Sekitar jam 3 sore (15.00 WIB) kami berangkat ke lokasi kejadian, korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 16.00 WIB,” jelas Arman.
Proses evakuasi penuh rintangan, karena tim harus menggunakan mobil double gardan dan motor grandong.
Selain itu, cuaca di lokasi hujan lebat dengan kondisi jalan tanah liat yang licin dan menanjak.
“Proses evakuasi berjalan lancar, cuma cuaca hujan, jalan licin karena tanah liat, dan medan naik turun,” tutup Arman.
Tim evakuasi gabungan ini melibatkan Basarnas Mukomuko, TNI-Polri, dan masyarakat setempat.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mengeklaim belum menemukan adanya kasus Superflu di ibu kota. Meski begitu, warga Jakarta tetap diminta waspada terkait penyebaran penyakit yang disebabkan virus Influenza...
Sudah tiga tahun Aditya Dwi Saputra merintis pertanian hidroponik di kampungnya. Selama ini, hanya sekitar 7 hingga 8 kilogram selada yang diproduksinya dalam setiap kali panen.
Namun sejak diminta menjadi pemasok sayuran ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), omzetnya meningkat 100 persen.