Senin 28-Nov-2022 03:38 WIB
443
Foto : tribun-bali
brominemedia.com –
Upah Minimum Provinsi (UMP) Bali Tahun 2023 diusulkan naik 7,81 persen dari UMP
yang berlaku tahun 2022.
Paling lambat UMP ini akan ditetapkan pada Senin 28 November
2022 hari ini.
Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia
(SPSI) Bali, I Wayan Madra, mengaku setuju dengan kenaikan UMP Bali itu.
“Kita menerima itu, tapi Apindo (Asosiasi Pengusaha
Indonesia) tidak terima. Apindo ingin formula yang berlaku itu seperti dalam PP
36,” kata Madra pada Minggu 27 November 2022.
Sebelumnya angka UMP di Bali pada tahun 2022 sebesar Rp
2.516.971. Dengan diperkirakan akan naik 7,81 persen, maka UMP Bali tahun 2023
akan menjadi Rp 2.713.672,28.
Salah-satu alasan SPSI Bali menerima UMP Bali yang baru itu
karena kenaikan tersebut di atas Inflasi Bali yang saat ini 6,84 persen.
“Kalau kenaikan 7,81 persen ini kan sudah pakpok (tidak
untung tidak rugi alias impas, red). Memang pada awalnya target kita ada usulan
13 persen kenaikan upah itu, karena dampak dari kenaikan BBM itu berimbas
kepada kenaikan harga barang yang lainnya. Setelah ada Peraturan Menteri
(Permen) 18, hasilnya seperti ini, ya kita setuju,” papar Madra.
Seperti diberitakan, Peraturan Menteri (Pemen) Tenaga Kerja
Nomor 18 tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Tahun 2023
menyebutkan bahwa kenaikan upah minimum mulai dari nol hingga 10 persen. Tidak
lebih.
Sementara itu, terkait tidak tercapainya usulan awal 13 persen, pihaknya mengaku kenaikan 7,81 persen sudah sesuai dengan kenyataan dan sesuai dengan data dari BPS.
Meskipun demikian, sebagai daerah pariwisata Madra menganggap upah minimum untuk Bali masih rendah jika dibandingkan daerah lain yang setara dengan Bali.
“Tentu di dalam hal ini kita selalu mengharapkan kebijakan dari Pak Gubernur, karena menurut saya upah di Bali itu rendah. Kita sebagai daerah pariwisata, upahnya rendah kalau dibandingkan daerah-daerah lain yang setara dengan kita. Janganlah bilang DKI Jakarta, itu kan sudah di atas Rp 4 juta,” paparnya.
Selanjutnya yang menjadi permasalahan saat ini adalah kabupaten/kota yang ada di Bali. Hal ini dikarenakan nilai inflasi pada setiap daerah berbeda.
“Kalau nanti seandainya hasil perhitungan daripada kabupaten itu lebih rendah dari provinsi, maka dia akan mengikuti provinsi. Jadi, karena ada kenaikan di provinsi itu 7,81 berarti ada kenaikan hampir Rp 200 ribu dibandingkan upah minimum sebelumnya,” jelas dia.(*).
Konten Terkait
Persiba Balikpapan masih memiliki peluang untuk bertahan di Championship musim depan.
Selasa 13-Jan-2026 20:05 WIB
Pemain Bali United Kadek Arel Priyatna menjadi anggota executive committee (exco) Asosiasi Pesepakbola Profesional ...
Senin 12-Jan-2026 20:06 WIB
Ternyata peluru tersebut bersarang di tengkorak kepala korban yang bernama Asmi Anggraini. Tepatnya di dekat mata kanan.
Jumat 09-Jan-2026 20:04 WIB
Kemenkop juga menyiapkan program pendampingan keterampilan bagi masyarakat khususnya anggota koperasi yang sebelumnya memiliki kegiatan usaha produktif.
Kamis 08-Jan-2026 01:21 WIB
Pakar internasional mengingatkan bahwa ketertarikan kembali Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Greenland harus dipandang sebagai ancaman serius. Ini mencerminkan pola kebijakan luar negeri yang lebih...
Kamis 08-Jan-2026 01:15 WIB




