Jumat 11-Nov-2022 14:20 WIB
354

Foto : tempo
brominemedia.com-- Sebagai orang tua, hal terpenting yang harus dilakukan
adalah mengajak anak berdiskusi. Dengan demikian, mereka juga dapat memahami
keinginan dan impian anak. Orang tua juga tak perlu terburu-buru mengetahui dan
menggali minat dan bakat anak sebab setiap jenjang usia memiliki perlakuan yang
berbeda. Psikolog anak Erika Kamaria Yamin mengungkapkan anak yang dibiarkan
orang tua memilih bidang kesukaannya sendiri akan lebih merasa berdaya dan
dihargai.
“Ketika memilih sendiri, tentu anak juga akan merasa berdaya.
Dan ketika orang tuanya mendukung, anak juga merasa berharga bahwa pendapatnya
dihargai,” kata Erika. “Itu bukan hanya sekedar mengasah akademisnya tapi juga
mengasah self-esteem, itu juga penting untuk anak.”

Meski demikian, Erika mengatakan masih banyak ditemui orang
tua yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap bakat hingga karir anak di masa
depan hingga masih ada pula orang tua yang tak membiarkan anak memilih bidang
kesukaannya sendiri. Ia menjelaskan hal tersebut bisa terjadi karena berbagai alasan.
Salah satunya karena orang tua memiliki harapan yang dulu tidak bisa
diwujudkan.
"Tapi memang sering ditemui banyak orang tua yang
memiliki ekspektasi. Bisa jadi orang tuanya dulu punya harapan yang enggak bisa
kesampaian lalu dilimpahkan ke anak. Tapi sebenarnya yang ideal adalah bukan
memaksakan karena kalau memaksakan analoginya adalah misal kita enggak suka
makan durian, terus dipaksa makan durian karena enak banget menurut maminya.
Tapi kalau kita enggak suka kan enggak enak,” lanjutnya.
“Jadi, peran orang tua adalah mengajak anak diskusi, benar
enggak maunya ini itu. Kasih tahu juga yang ada di baliknya itu bagaimana. Jadi
komunikasi dua arah memang penting,” papar Erika. “Sebenarnya enggak perlu
khawatir dan setiap jenjang usia itu treatment-nya berbeda. Sebenarnya enggak
harus buru-buru untuk menemukan dia ini bakatnya di mana karena bagi anak usia
dini itu perjalanannya masih panjang sekali.”
Yang perlu dilakukan orang tua
Untuk anak usia dini, hal yang penting dilakukan adalah
dengan memberikan stimulasi dan eksplorasi. Setelah usia sekolah dasar biasanya
anak akan lebih mengembangkan potensinya. Ketika menginjak usia SMP, hasil dari
bakat dan minat anak mulai terlihat. Dari usia ini pula, orang tua dapat
mengarahkan jenjang pendidikan hingga karir anak ke depannya.
“Kalau untuk anak usia dini, paling penting adalah stimulasi
dan eksplorasi. Jadi mereka bisa paham. Ketika sudah sekolah dasar, biasanya
mereka mulai mengembangkan potensinya,” ujar Erika. “Habis itu di usia SMP,
biasanya sudah mulai kelihatan hasilnya. Tiba-tiba, dari pengalaman dia
eksplorasi, ketahuan dia jagonya di sini, kelamahannya di sini. Jadi, sudah
mulai bisa dipetakan dengan lebih kongkret.”
Terakhir, Erika berpesan agar orang tua bisa peka sejak anak
berusia dini. Misalnya ketika bermain, coba untuk lebih peka terhadap respons
dan pilihan-pilihan anak.
“Poin yang paling penting adalah sedari dini itu peka.
Pekanya itu dengan observasi kesukaan anak apa. Kalau anak main sukanya main
apa,” tutur Erika. “Lalu yang penting adalah komunikasi dua arah sehingga orang
tua juga dapat feedback anaknya suka enggak sama kegiatan yang lagi dilakukan.”
Konten Terkait
Regene Genomics mendorong lahirnya generasi melek sains lewat Olimpiade Genomik Indonesia atau OGI 2025.
Rabu 27-Aug-2025 21:09 WIB
Bapak yang tak disebutkan namanya itu menjadi korban salah sasaran saat sedang menjalankan tugasnya.
Selasa 26-Aug-2025 21:04 WIB
Dalam wawancaranya, Budi mengklaim jika kematian tersebut bukan disebabkan cacingan, karena penyakit cacing dipastikan tak menyebabkan kematian.
Minggu 24-Aug-2025 21:22 WIB
Perempuan korban kekerasan tertinggi ada pada kelompok remaja atau berusia 0-17 tahun sebesar 46.38% atau sebanyak 16.480 korban.
Selasa 19-Aug-2025 20:32 WIB
Rencana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengimplementasikan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di seluruh provinsi tahun depan merupakan langkah yang bagus.
Senin 18-Aug-2025 20:48 WIB