Jumat 26-Aug-2022 13:58 WIB
1,509
Foto : detik
brominemedia.com –
Gerai kopi Starbucks akhirnya bisa bernafas lega. Kedai kopi yang berkantor
pusat di Seattle, Amerika Serikat akhirnya bisa mengalahkan merek rokok
Starbucks bikinan perusahaan asal Sumatera Utara (Sumut), Sumatra Tobacco
Trading Company.
Kasus bermula saat kedai kopi Starbucks mendapati merek
rokok Starbucks. Tidak terima, Starbucks menggugat Sumatra Tobacco Trading
Company ke PN Jakpus.
Di persidangan terungkap Sumattra Tobacco Trading Company
mengantongi kelas merek 34 yaitu untuk segala macam rokok, rokok kretek, rokok
putih, rokok klobot, kertas sigaret, tembakau, korek api (penyala- penyala).
Adapun kedai kopi Starbucks memiliki sertifikat merek kelas
30 yaitu untuk kopi giling dan biji kopi utuh, kakao, teh (dari daun-daunan dan
bukan dari daun-daunan), minuman-minuman kopi, teh, kakao dan espresso, dan
minuman-minuman yang dibuat dengan bahan dasar kopi dan/atau espresso,
minuman-minuman yang dibuat dengan bahan dasar teh, bubuk coklat dan vanili;
saus-saus; bahan-bahan makanan yang dipanggang termasuk kue-kue muffin,
biskuit-biskuit atau roti-roti kecil yang dipanggang yang terbuat dari krim dan
telur (scones), biskuit-biskuit, kue-kue kering, adonan terigu (kue basah) dan
roti-roti, roti-roti yang dilapisi daging, keju, dan sayur-sayuran
(sandwiches), biji-bijian gandum (granola), kopi yang siap minum, teh yang siap
minum.
Meski beda kelas, kedai kopi Starbucks tetap yakin
dirinyalah yang berhak atas merek itu.
Pada 22 Desember 2021, PN Jakpus menolak gugatan itu.
Alasannya, Sumatra Tobacco Trading Company telah mendaftar terlebih dahulu dan
beda kelas merek.
Kedai kopi Starbucks tidak terima dan mengajukan kasasi.
Gayung bersambut.
"Membatalkan merek Starbucks Nomor Pendaftaran IDM000342818 dalam Kelas 34 milik Tergugat dari Daftar Umum Merek dengan segala akibat hukumnya. Menyatakan merek Starbucks milik Penggugat sebagai merek terkenal," putus majelis kasasi yang dilansir website MA, Jumat (26/8).
Duduk sebagai ketua majelis I Gusti Agung Sumanantha dengan anggota Panji Widagdo dan Dwi Sugiarto. Demikian alasan majelis memenangkan kedai kopi Starbucks:
Penggugat dapat membuktikan dalil gugatannya bahwa merek Starbucks milik Penggugat merupakan merek terkenal sebagaimana bukti P-6 sampai dengan bukti P-17 merek Starbucks milik Penggugat telah didaftarkan di berbagai Negara, jangkauan penggunaan merek, jangka waktu penggunaan merek serta berdasarkan bukti P-21 sampai dengan bukti P-24 membuktikan adanya promosi yang gencar dan besar-besaran.
Bahwa merek Starbucks milik Penggugat telah terdaftar atau diajukan permohonan pendaftaran mereknya di berbagai Negara, jauh sebelum Tergugat mengajukan permohonan pendaftaran merek Starbucks Tergugat di Indonesia pada bulan September 1992 melalui Turut Tergugat (Kemenkumham)
Bahwa merek Starbucks milik Tergugat ternyata mempunyai persamaan pada pokoknya dengan merek Starbucks milik Penggugat dalam bentuk susunan dan jumlah huruf serta adanya persamaan bunyi dan ucapan sehingga pendaftaran merek Tergugat pada Daftar Merek di Kantor Turut Tergugat dilakukan dengan iktikad tidak baik yang ingin membonceng keterkenalan merek Penggugat, patut diduga dalam mendaftarkan mereknya Tergugat memiliki niat untuk meniru, menjiplak atau mengikuti merek pihak lain demi kepentingan usahanya yang dapat menimbulkan kondisi persaingan usaha tidak sehat, mengecoh atau menyesatkan konsumen.
Konten Terkait
Aizzudin menegaskan bahwa pemeriksaannya dilakukan dalam kapasitas pribadi sebagai warga negara, bukan sebagai perwakilan PBNU.
Selasa 13-Jan-2026 20:06 WIB
Puluhan rumah warga di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan terdampak banjir
Selasa 13-Jan-2026 20:05 WIB
Teh hijau memiliki manfaat yang baik untuk tubuh, diantaranya mencegah penuaan dini sampai melindungi kesehatan otak.
Selasa 13-Jan-2026 20:00 WIB
Unima mengambil langkah tegas terhadap oknum dosen berinisial DAM yang diduga terlibat dalam kasus kekerasan seksual.
Selasa 13-Jan-2026 19:06 WIB
Dalam kondisi darurat, formulir dan verifikasi sering terasa lebih berkuasa daripada rasa kemanusiaan.
Senin 12-Jan-2026 20:05 WIB





