Rabu 28-Sep-2022 09:07 WIB
357
Foto : detik
brominemedia.com –
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima gelar 'Dada Madopo Malamo' dari
Kesultanan Ternate. Saat menerima gelar itu, Jokowi mengapresiasi Kesultanan
Ternate yang terus menjaga adat dan kearifan lokal.
"Pagi hari ini saya mendapatkan gelar dari Kesultanan
Ternate, dari Bapak Sultan Hidayatullah Sjah, Sultan Ternate yang ke-49 dengan
gelar 'Dada Madopo Malamo' nanti artinya seperti apa tanyakan langsung kepada
Bapak Sultan," kata Jokowi dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Rabu
(28/9).
Jokowi mengatakan adat dan tradisi yang ada di Indonesia
harus terus dijaga. Jokowi pun mengapresiasi Kesultanan Ternate yang telah menjaga
dan melestarikan adat itu.
"Tapi ini adat, tradisi, kearifan lokal memang harus
terus kita jaga dan kita rawat. Saya mengapresiasi apa yang telah dikerjakan
oleh Kesultanan Ternate menjaga, merawat adat, tradisi, kearifan lokal sehingga
inilah yang sering saya sampaikan berkepribadian dan berkebudayaan," tutur
Jokowi.
Sementara itu, Sultan Ternate Hidayatullah Sjah menjelaskan
makna gelar yang diterima Jokowi. Dia menyebut 'Dada Madopo Malamo' berarti
seorang pemimpin yang besar.
"Arti dari gelarnya itu sendiri adalah seorang pemimpin
besar atau pemimpin sebuah negara besar, yang mana dalam memimpin negara besar
itu kearifan dan kebijaksanaan oleh pemimpin itu lebih dikedepankan,"
tutur Sultan Hidayatullah.
Sultan Hidayatullah mengatakan Presiden Jokowi juga dinobatkan sebagai Kaicil. Dia menyebut Kaicil itu berarti pangeran.
"Tapi sebelum itu juga Beliau Yang Mulia Presiden Republik Indonesia juga dinobatkan sebagai Pangeran Kesultanan Ternate dengan gelar Kaicil, Kaicil itu pangeran atau garis kesatu dari Sultan Ternate," jelasnya.
Sebelumnya, Jokowi dianugerahi gelar La Ode Muhammad Joko Widodo Lakina Bhawaangi yi Nusantara dari Kesultanan Buton. Jokowi mengatakan gelar yang dia terima dari Kesultanan Buton dan Ternate itu sebagai bentuk dari menjaga adat dan tradisi.
"Sekali lagi saya sampaikan, sekali lagi inilah pentingnya menjaga adat, menjaga tradisi, menjaga kearifan lokal di mana pun, karena negara ini adalah negara besar yang penuh dengan kearifan lokal, yang penuh dengan bermacam-macam adat dan tradisi yang berbeda-beda, inilah Kebhinekaan negara kita yang terus harus kita rawat dan kita jaga sebagai sebuah kekuatan. Perbedaan itu bukan memecah tetapi mempersatukan," jelasnya.
Konten Terkait
Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) DPP Partai Demokrat, Ahmad Khoirul Umam menyatakan dampak dari fitnah yang dilakukan empat akun media sosial terhadap Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sangat luas.Hal itu diutarakan Umam dalam acara Head to Head With Elvira berjudul Dituding Dalang Kasus Ijazah Jokowi, Demokrat Lapor Polisi dikutip dari kanal YouTube CNN, Rabu malam, 7 Januari 2026.Hubungan Pak Jokowi dengan Pak SBY sangat baik, sangat menghormati, saling support.. Baca selengkapnya di https://rmol.id/politik/read/2026/01/08/693068/demokrat-hubungan-jokowi-dengan-sby-sangat-baik
Kamis 08-Jan-2026 02:22 WIB
Kuasa hukum Roy Suryo menyebut ijazah Jokowi sama misteriusnya dengan Supersemar. Ijazah analog akhirnya ditunjukkan.
Minggu 28-Dec-2025 20:05 WIB
Pernyataan pengacara pihak Eggi Sudjana terkait ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo dikritik keras Abdul Gafur Sangadji
Senin 22-Dec-2025 20:21 WIB
Pengamat teknologi informasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Josua Sinambela, mengungkap fakta...
Senin 15-Dec-2025 20:20 WIB
Unggahan bernada satir itu memantik beragam respons warganet.
Rabu 10-Sep-2025 20:36 WIB




