Selasa 15-Nov-2022 14:25 WIB
917
Foto : tempo
brominemedia.com –
Menteri Komunikasi dan Informatika
Jhonny Plate mengatakan Presidensi G20 Indonesia berhasil mempertemukan Amerika
Serikat dan Cina setelah hubungan dagang kedua negara memanas. Kemarin,
Presiden AS Joe Biden dan Presiden Xi Jinping bertemu secara bilateral di
sela-sela KTT G20.
"Setelah AS-Cina hampir 5 tahun tidak pernah bertemu,
kemarin Biden dan XI bertemu bahkan hampir 3 jam membicarakan banyak hal. Ini
memberikan memberikan gambaran yang baik bahwa Indonesia berhasil menjembatani
kedua negara dan ekonomi dunia," ujar Jhonny Plate kepada Tempo saat
ditemui di kawasan Nusa Dua, Bali, Selasa, 15 November 2022.
Menurut Jhonny, pertemuan Biden dan Xi Jinping telah
memberikan sinyal yang positif bagi kesepakatan yang akan diambil dalam KTT
yang berlangsung 15-16 November. Dia meyakini akan ada titik temu mengenai
permasalahan-permasalahan geopolitik yang masih alot karena memanasnya perang
Rusia dan Ukraina.
"Soal geopolitik ini diusahakan sehingga ada titik
jumpa," ucap Jhonny.
Lebih lanjut, Jhonny menuturkan pertemuan antara Biden dan
Xi dalam KTT G20 Presidensi Indonesia telah menumbuhkan kepercayaan asing.
"Atas dasar itu mudah2an geopolitiknya juga bisa terselesaikan.
Biden dan Xi telah bertemu di Bali pada Senin, 14 November
2022, menjelang KTT G20. Kedua pemimpin membahas potensi pemulihan hubungan
Beijing dan Washington.
"Menurut saya, sebagai pemimpin kedua negara kita bertanggung jawab, untuk menunjukkan bahwa China dan Amerika Serikat dapat mengelola perbedaan kita, mencegah persaingan menjadi sesuatu yang mendekati konflik, dan untuk menemukan cara untuk bekerja sama dalam isu-isu global yang mendesak, yang membutuhkan kerjasama kita bersama," kata Biden dalam pernyataan pembukanya.
Pertemuan yang dilakukan di Hotel Mulia, Nusa Dua, ini merupakan tatap muka pertama Xi dan Biden. Mereka sebelumnya telah melakukan lima panggilan telepon atau video sejak Biden menjadi presiden pada Januari 2021.
Senada dengan Biden, Xi menyebut, sebagai pemimpin dua negara besar, AS dan China perlu memetakan arah yang tepat mengenai hubungan bilateral keduanya. Pemimpin Partai Komunis China itu bahkan membuka potensi meningkatkan kerja sama.
"Seorang negarawan harus memikirkan dan tahu kemana harus memimpin negaranya. Dia juga harus memikirkan dan tahu bagaimana bergaul dengan negara lain dan dunia yang lebih luas," kata Xi di sela-sela KTT G20.
Konten Terkait
Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah instruksi kepada Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN), dan koreksi di ...
Selasa 13-Jan-2026 20:07 WIB
FK3I menilai kondisi ini telah menempatkan KBU dan KBS pada titik rawan kerusakan ekologis jangka panjang.
Selasa 13-Jan-2026 20:07 WIB
Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun menyiapkan lebih dari 48 ribu ton pupuk bersubsidi untuk petani pada tahun 2026.
Selasa 13-Jan-2026 20:06 WIB
Anggaran Rp100 miliar yang akan digunakan Pemprov DKI Jakarta untuk pembongkaran 98 tiang monorel menuai polemik. Pramono Anung beri penjelasan.
Selasa 13-Jan-2026 20:06 WIB
Aizzudin menegaskan bahwa pemeriksaannya dilakukan dalam kapasitas pribadi sebagai warga negara, bukan sebagai perwakilan PBNU.
Selasa 13-Jan-2026 20:06 WIB





