Bromine Media merupakan media online yang menyajikan ragam informasi dan berita di ranah lokal Wonogiri hingga nasional untuk masyarakat umum. Bromine Media bertempat di Brubuh, Ngadirojo Lor, Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah.

All Nasional Internasional

EVENT

Deflasi Mei 2025 Tanda Penurunan Daya Beli Masyarakat

Selasa 03-Jun-2025 20:38 WIB

190

Deflasi Mei 2025 Tanda Penurunan Daya Beli Masyarakat

Foto : jpnn

Brominemedia.com – Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi da Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Teuku Riefky menilai deflasi pada Mei 2025 memang menunjukkan adanya penurunan daya beli.

Riefky menyebut rilis BPS bukanlah kabar baik, mengingat rilis data inflasi sejalan dengan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang cenderung menurun.

Di sisi lain, memang prediksi banyak ahli menunjukkan bahwa kuartal II masih akan di bawah lima persen (pertumbuhan ekonomi). 

"Ini memang cukup mengkhawatirkan,” ujar dia.

Riefky menilai paket stimulus ekonomi yang baru diluncurkan pemerintah memang mampu menjaga daya beli masyarakat, tetapi terutama hanya menyasar masyarakat miskin dan rentan. 

Isu daya beli masyarakat kelas menengah masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan.

“Untuk masyarakat menengah ke atas memang mereka perlu peningkatan daya beli. Bagaimana caranya? Penciptaan lapangan kerja. Ini yang memang belum terjadi ke depannya,” kata Riefky.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi pada Mei 2025 sebesar 0,37 persen secara bulanan atau month to month (mtm), setelah dua bulan sebelumnya mengalami inflasi. Secara tahunan, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) menurun menjadi 1,60 persen year on year (yoy).

Deflasi pada Mei 2025 terutama didorong oleh kelompok volatile food dengan andil sebesar 0,41 persen. Kelompok volatile food pada Mei 2025 mengalami deflasi sebesar 2,48 persen (mtm), lebih dalam dibandingkan deflasi bulan sebelumnya sebesar 0,04 persen (mtm).

Pada Senin (2/6), pemerintah meluncurkan paket stimulus ekonomi yang diberlakukan selama Juni hingga Juli 2025 dengan total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp24,44 triliun.

Paket stimulus ini, antara lain diskon transportasi, diskon tarif tol, tambahan bantuan sosial, bantuan subsidi upah, dan diskon iuran jaminan kecelakaan kerja.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam siaran pers, di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa tujuan diberikannya insentif ini adalah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2025 mendekati 5 persen.

“Kami harapkan pada kuartal II pertumbuhan ekonomi tetap bisa dijaga mendekati 5 persen dari yang tadinya diperkirakan akan melemah akibat kondisi global,” kata Menkeu.

Menkeu juga berharap seluruh stimulus dari pemerintah dapat menjaga konsumsi rumah tangga di tengah potensi perlambatan ekonomi global, sekaligus pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Share:

Konten Terkait

OLAHRAGA Kadek Arel jadi anggota exco APPI

Pemain Bali United Kadek Arel Priyatna menjadi anggota executive committee (exco) Asosiasi Pesepakbola Profesional ...

Senin 12-Jan-2026 20:06 WIB

Kadek Arel jadi anggota exco APPI
PEMERINTAHAN DNIKS Minta Program Kesejahteraan Sosial Jadi Prioritas di 2026

DNIKS meminta pemerintah, agar tahun 2026 lebih memprioritaskan program keadilan sosial, kesejahteraan sosial.

Minggu 11-Jan-2026 20:23 WIB

DNIKS Minta Program Kesejahteraan Sosial Jadi Prioritas di 2026
OLAHRAGA Komentar Lengkap Pelatih Persik Kediri Usai Dikalahkan Arema FC 2-1 di Stadion Kanjuruhan

Begini komentar dari Pelatih Persik Kediri usai timnya dikalahkan Arema FC dalam pertarungan derbi Jatim Super League Indonesia.

Minggu 11-Jan-2026 20:11 WIB

Komentar Lengkap Pelatih Persik Kediri Usai Dikalahkan Arema FC 2-1 di Stadion Kanjuruhan
OLAHRAGA Komentar Lengkap Pelatih Persik Kediri Usai Dikalahkan Arema FC 2-1 di Stadion Kanjuruhan

Begini komentar dari Pelatih Persik Kediri usai timnya dikalahkan Arema FC dalam pertarungan derbi Jatim Super League Indonesia.

Minggu 11-Jan-2026 20:11 WIB

Komentar Lengkap Pelatih Persik Kediri Usai Dikalahkan Arema FC 2-1 di Stadion Kanjuruhan
FINANCE IHSG 8 Januari 2026 Ditutup Melemah, Pasar Pantau Suku Bunga dan Inflasi

IHSG Bursa Efek Indonesia 8 Januari 2026 ditutup melemah. Analis Pasar Modal Indonesia Reydi Octa mengatakan IHSG kemungkinan sedikit terdampak suku bunga acuan dan inflasi

Kamis 08-Jan-2026 19:54 WIB

IHSG 8 Januari 2026 Ditutup Melemah, Pasar Pantau Suku Bunga dan Inflasi

Tulis Komentar