Rabu 19-Apr-2023 03:29 WIB
401
Foto : brominemedia
brominemedia.com — Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad
Baidowi mengkritisi sikap ngotot kreditur China yang meminta Anggaran
Pendapatan Belanja Negara (APBN) dijadikan penjamin untuk menuntaskan proyek
Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).
Menurut dia, jika hal hal tersebut disetujui oleh pemerintah
Indonesia, maka akan menjadi beban berat bagi APBN.
"Ya kan jelas, proyek ini akan memberikan beban jangka
panjang untuk APBN kita, tentu bukan saja masa konstruksi menimbulkan
beban," kata Baidowi melalui pesan elektroniknya diterima di Jakarta,
Senin (17/4/2023).
Manfaatin gadgetmu untuk dapetin penghasilan tambahan. Cuma modal sosial media sudah bisa cuan!
Gabung bisnis online tanpa modal di http://bit.ly/3HmpDWm
Karena itu, Sekretaris Fraksi PPP ini menyarankan agar permintaan China tersebut ditolak. Pasalnya, akan menimbulkan risiko besar bagi keuangan negara.
"Penggunaan jaminan APBN dan perpanjangan konsesi memiliki beberapa risiko besar terhadap keuangan negara," ujarnya.
Legislator Madura, Jawa Timur itu juga menyarankan pemerintah untuk melakukan negosiasi kembali dengan kreditur China guna mengembalikan kesepakatan awal pembangunan KCJB.
"Proyek kereta cepat awalnya adalah Business to Business sehingga permasalahan pembengkakan biaya selama proyek berjalan dapat diselesaikan dengan mekanisme bisnis, bukan melibatkan APBN yang notabene hasil pungutan pajak masyarakat," tuturnya.
Konten Terkait
DEFISIT fiskal Indonesia pada 2025 tercatat melebar melampaui target pemerintah, seiring percepatan belanja negara di penghujung tahun dan lemahnya kinerja penerimaan.
Kamis 08-Jan-2026 20:00 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan anggaran APBN tahun 2026 bakal tetap cair untuk kementerian dan lembaga.
Senin 05-Jan-2026 20:15 WIB
Total armada nasional kendaraan hidrogen tercatat sekitar 30.000 unit, di bawah target awal 50.000 unit yang ditetapkan pemerintah
Senin 29-Dec-2025 20:13 WIB
Pemerintah menilai pemulihan lahan pertanian pascabencana menjadi prioritas
Selasa 09-Dec-2025 20:15 WIB
Lelang sukuk pekan depan ditargetkan meraup Rp 7 triliun.
Minggu 07-Dec-2025 20:01 WIB




