PEMERINTAHAN

Trump Beri Sinyal Tak Akan Turunkan Tarif di Bawah 15%

Kamis 24-Jul-2025 20:31 WIB 640

Foto : sindonews

Brominemedia.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal tidak akan menurunkan tarif impor di bawah angka 15% dalam kebijakan tarif timbal balik yang akan diumumkan menjelang tenggat waktu 1 Agustus. Kebijakan ini dinilai sebagai indikasi penguatan pendekatan proteksionis terhadap mitra dagang utama AS.

"Kami akan menerapkan tarif yang langsung dan sederhana, mulai dari 15% hingga 50%," ujar Trump dalam sebuah konferensi kecerdasan buatan (AI) di Washington, seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (24/7). "Untuk beberapa negara, kami tetapkan 50% karena hubungan kami dengan mereka tidak terlalu baik," lanjutnya.

Pernyataan Trump tersebut menunjukkan perubahan pendekatan tarif AS yang lebih agresif terhadap ekspor dari negara-negara yang belum memiliki kesepakatan dagang khusus dengan Washington. Selama ini, hanya segelintir negara yang berhasil merundingkan kerangka kerja perdagangan baru bersama AS.

Awal pekan ini, Trump juga mengumumkan bahwa tarif ancaman sebesar 25% terhadap Jepang akan diturunkan menjadi 15%. Langkah ini sebagai imbal balik atas pencabutan pembatasan terhadap beberapa produk asal AS serta komitmen Jepang dalam mendukung dana investasi senilai 550 miliar dolar AS.

Sikap serupa juga ditunjukkan kepada Korea Selatan. Gedung Putih sedang membahas penyesuaian tarif untuk Negeri Ginseng menjadi 15%, termasuk untuk sektor otomotif, sebagai bagian dari paket kerja sama yang lebih luas, menurut sumber yang mengetahui isu tersebut.

Filipina termasuk negara lain yang merespons inisiatif ini. Duta Besar Filipina untuk AS, Jose Manuel Romualdez, menyatakan bahwa pemerintahnya tengah menyiapkan penurunan tarif dari 19% menjadi 15% untuk memperkuat hubungan dagang bilateral.

Namun, tidak semua negara menyambut kebijakan Trump dengan optimisme. Pemerintah Vietnam, misalnya, tengah mempertimbangkan potensi dampak dari kenaikan tarif tersebut. Berdasarkan analisis internal, ekspor Vietnam ke AS dapat turun hingga sepertiga jika kebijakan tarif tinggi diberlakukan.

Sementara itu, India dan sejumlah negara anggota Uni Eropa masih berada dalam proses negosiasi untuk menghindari lonjakan tarif. Trump menegaskan bahwa pihaknya akan menerapkan “tarif yang sangat sederhana” bagi negara-negara yang sulit diajak mencapai kesepakatan dagang.

Konten Terkait

OLAHRAGA Kadek Arel jadi anggota exco APPI

Pemain Bali United Kadek Arel Priyatna menjadi anggota executive committee (exco) Asosiasi Pesepakbola Profesional ...

Senin 12-Jan-2026 20:06 WIB

PEMERINTAHAN DNIKS Minta Program Kesejahteraan Sosial Jadi Prioritas di 2026

DNIKS meminta pemerintah, agar tahun 2026 lebih memprioritaskan program keadilan sosial, kesejahteraan sosial.

Minggu 11-Jan-2026 20:23 WIB

OLAHRAGA Komentar Lengkap Pelatih Persik Kediri Usai Dikalahkan Arema FC 2-1 di Stadion Kanjuruhan

Begini komentar dari Pelatih Persik Kediri usai timnya dikalahkan Arema FC dalam pertarungan derbi Jatim Super League Indonesia.

Minggu 11-Jan-2026 20:11 WIB

OLAHRAGA Komentar Lengkap Pelatih Persik Kediri Usai Dikalahkan Arema FC 2-1 di Stadion Kanjuruhan

Begini komentar dari Pelatih Persik Kediri usai timnya dikalahkan Arema FC dalam pertarungan derbi Jatim Super League Indonesia.

Minggu 11-Jan-2026 20:11 WIB

FINANCE IHSG 8 Januari 2026 Ditutup Melemah, Pasar Pantau Suku Bunga dan Inflasi

IHSG Bursa Efek Indonesia 8 Januari 2026 ditutup melemah. Analis Pasar Modal Indonesia Reydi Octa mengatakan IHSG kemungkinan sedikit terdampak suku bunga acuan dan inflasi

Kamis 08-Jan-2026 19:54 WIB

Tulis Komentar