PEMERINTAHAN

Kemendagri Luncurkan Satu Data Nasional Keamanan Jadi Fokus Utama

Kamis 28-Aug-2025 21:03 WIB 236

Foto : rm_id

Brominemedia.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meluncurkan program Satu Data untuk Semua. Program ini ditujukan memperkuat kebijakan pemerintah agar lebih tepat sasaran. Program Satu Data digadang menjadi tulang punggung pembangunan nasional. Data kependudukan yang terpadu diharapkan memperkuat Asta Cita pemerintahan Prabowo–Gibran. Fokus utamanya antara lain pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, serta pengendalian inflasi.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Teguh Setyabudi menegaskan perlunya regulasi jelas dalam tata kelola data. Menurutnya, aturan menjadi kunci agar sistem berjalan baik.

“Regulasi itu kunci. Tanpa aturan, tata kelola tidak akan berjalan baik,” ujarnya dalam acara Summit Data Kependudukan Semester I Tahun 2025 yang digelar Kemendagri bersama CNN Indonesia, di Jakarta, Kamis (28/8/2025).

Teguh menjelaskan, sistem Dukcapil terus diperkuat dengan aplikasi terpusat, server lebih besar, serta rencana pembangunan pusat data baru. Teguh menekankan layanan kependudukan harus cepat dan stabil.

“Sistem dan infrastruktur harus terus diperbaiki. Kalau jaringannya lemah, pelayanan akan terganggu,” ujarnya.

Keamanan data juga menjadi perhatian serius. Teguh mengingatkan banyaknya kasus kebocoran data yang merugikan masyarakat. Ia menegaskan setiap lembaga pengguna wajib mengikuti standar ISO 27001. “Keamanan itu nomor satu. Semua lembaga pengguna wajib mengikuti standar,” kata Teguh.

Akses data, tambahnya, tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada perjanjian kerja sama yang wajib ditempuh. Pemerintah dan lembaga sosial dibebaskan dari biaya, sementara swasta dikenakan tarif resmi yang masuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Untuk masyarakat, Teguh meminta kewaspadaan dalam menjaga data pribadi. Ia menegaskan agar warga tidak mudah membagikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada pihak tak dikenal.

“Lindungi data diri. Jangan sembarangan membagikan NIK atau KTP,” pesannya.

Ia menekankan semua layanan Dukcapil tetap gratis dan inklusif. “Semua layanan gratis, tidak dipungut biaya,” kata Teguh.

Selain infrastruktur, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga ditekankan. Teguh menyebut kualitas tenaga teknologi informasi dan petugas lapangan sangat menentukan keberhasilan sistem.

“Sistem bagus percuma kalau SDM tidak profesional. Maka peningkatan kapasitas itu mutlak,” ujarnya.

Satu Data untuk Semua juga diproyeksikan mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan interoperabilitas data, capaian program pemerintah dapat lebih mudah diukur, termasuk penanggulangan kemiskinan ekstrem dan stunting. “Dengan satu data, kebijakan akan lebih tepat sasaran,” jelas Teguh.

Ia bahkan menyinggung penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk verifikasi data. AI dinilai mempercepat validasi sehingga data lebih akurat dan bisa diandalkan.

Sementara itu, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Sulistyo, menekankan pentingnya keamanan sejak awal proses.

“Keamanan itu bukan di ujung, tapi proses yang berjalan sistemik. Ini yang kami dorong bersama Kemendagri,” kata Sulistyo.

Menurutnya, audit dan evaluasi keamanan harus dilakukan sejak awal, bukan menunggu masalah muncul. Prinsip ini menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital.

“Digital trust itu penting. Kalau sistem bocor, reputasi pemilik data akan terganggu, begitu juga hak warga negara,” ujarnya.

Sulistyo mengingatkan kebocoran data berisiko merugikan instansi sekaligus masyarakat. Privasi publik, tegasnya, wajib dijaga agar rasa percaya tumbuh.

Ia juga menekankan standar keamanan sistem elektronik harus dijalankan. Mengabaikan standar hanya akan menimbulkan risiko. “Keengganan melaksanakan standar keamanan adalah titik awal lahirnya risiko,” katanya.

BSSN, kata Sulistyo, berperan melakukan pembinaan dan pengawasan. Namun tanggung jawab utama tetap berada pada pemilik sistem elektronik sesuai aturan pemerintah.

“Tugas BSSN adalah pembinaan dan pengawasan agar kriteria keamanan diterapkan. Bukan berarti semua tanggung jawab ada di BSSN,” ucapnya.

Summit Data Kependudukan ini menjadi momentum penting. Forum tersebut mempertemukan pemerintah pusat, daerah, hingga sektor swasta dalam menyatukan langkah menuju ekosistem data tunggal nasional.

Teguh menegaskan kembali bahwa Satu Data bukan sekadar proyek teknis, melainkan bagian dari agenda besar menuju visi Indonesia Emas 2045. “Asta Cita pemerintah harus didukung data yang solid. Tanpa data, program sulit berhasil,” katanya.

Ia menutup dengan menekankan manfaat langsung program ini. “Kuncinya satu data, manfaatnya untuk semua,” ucap Teguh.
Share:

Konten Terkait

PEMERINTAHAN Dana Desa Diprediksi Menyusut, Pelayanan Publik dan Stunting Tetap Jadi Prioritas di Klaten

Camat Gantiwarno menyebut, program lain yang belum mendesak masih bisa disesuaikan melalui perubahan anggaran daerah.

Selasa 30-Dec-2025 20:12 WIB

PEMERINTAHAN PLN Pastikan Listrik Andal Selama Malam Natal Nasional

PLN memastikan pasokan listrik nasional tetap andal dan aman selama perayaan Malam Natal 2025 dengan cadangan daya yang mencukupi dan ribuan personel siaga di seluruh Indonesia.

Kamis 25-Dec-2025 20:35 WIB

RAGAM BREAKING NEWS Gubernur Sumbar Tetapkan UMP 2026 Rp3.182.955., Naik 6,3 Persen

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumbar Tahun 2026

Senin 22-Dec-2025 20:14 WIB

TREND Festival Dayung Manggar 2025 di Balikpapan Didorong Jadi Agenda Tahunan

Pemkot Balikpapan mendorong event Festival Dayung Manggar masuk kalender pariwisata tahunan sebagai penggerak sport tourism dan ekonomi lokal.

Minggu 14-Dec-2025 20:13 WIB

PEMERINTAHAN Harbolnas 2025 Bidik Transaksi Rp35 Triliun

Harbolnas 2025 kembali digelar dengan target transaksi Rp35 triliun. Pemerintah mendorong produk lokal agar belanja daring semakin meningkat.

Jumat 12-Dec-2025 20:15 WIB

Tulis Komentar