Daftar Harga BBM Pertamina di Semua Provinsi Termasuk Kaltim Mulai 1 Januari 2026
Kamis 01-Jan-2026 20:23 WIB
7
Foto : tribunnews
Brominemedia.com - Memasuki Tahun Baru 2026, PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Indonesia.
Kebijakan ini mulai berlaku Kamis, 1 Januari 2026, dan langsung menjadi perhatian masyarakat karena sejumlah BBM non-subsidi mengalami penurunan harga, sementara BBM bersubsidi tetap dipertahankan.
Penyesuaian harga BBM ini diumumkan resmi oleh Pertamina melalui laman resminya dan berlaku di seluruh provinsi, termasuk Kalimantan Timur (Kaltim) yang menjadi salah satu wilayah strategis nasional.
Momen awal tahun ini pun dimanfaatkan Pertamina untuk menyesuaikan harga mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia serta nilai tukar rupiah.
Harga BBM Turun di Awal 2026, Pertalite dan Biosolar Tetap
Dalam kebijakan terbaru ini, Pertamina menegaskan bahwa BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan harga.
Pertalite tetap dijual dengan harga Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi tetap Rp6.800 per liter. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat, terutama sektor transportasi dan logistik.
Sementara itu, sejumlah BBM non-subsidi mengalami penurunan harga yang cukup terasa. Di wilayah Jabodetabek, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Pertamax (RON 92) turun dari Rp12.750 menjadi Rp12.350 per liter.
Pertamax Green 95—bahan bakar ramah lingkungan dengan campuran bioetanol—turun menjadi Rp13.150 per liter, sedangkan Pertamax Turbo (RON 98) turun menjadi Rp13.400 per liter.
Untuk jenis diesel non-subsidi, Dexlite (CN 51) turun signifikan menjadi Rp13.500 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) turun menjadi Rp13.600 per liter.
CN atau Cetane Number adalah indikator kualitas pembakaran pada mesin diesel; semakin tinggi angkanya, semakin baik performa dan efisiensi bahan bakar.
Penyesuaian harga ini dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 245 Tahun 2022, yang mengatur formula penetapan harga BBM non-subsidi berdasarkan harga minyak internasional dan kurs rupiah.
Harga BBM Pertamina di Wilayah Sumatera
Di Pulau Sumatera, harga BBM bervariasi antarprovinsi. Provinsi Aceh menetapkan harga Pertamax sebesar Rp12.500 per liter, dengan Pertamax Turbo Rp13.400, Dexlite Rp13.800, dan Pertamina Dex Rp13.900.
Harga khusus juga berlaku di Free Trade Zone (FTZ) Sabang, di mana Pertamax dijual lebih murah, yakni Rp11.500 per liter, sebagai bagian dari kebijakan kawasan perdagangan bebas.
Di Sumatera Utara, harga BBM serupa dengan Aceh, sementara Sumatera Barat dan Riau mencatat harga sedikit lebih tinggi.
Di Sumatera Barat, Pertamax berada di Rp12.800 per liter, sedangkan di Riau dan Kepulauan Riau mencapai Rp12.950 per liter. FTZ Batam kembali mencatat harga lebih rendah, dengan Pertamax Rp11.850 per liter.
Provinsi seperti Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung menetapkan harga Pertamax Rp12.650 per liter, Dexlite Rp13.800, dan Pertamina Dex Rp13.900.
Harga BBM di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara
Wilayah Jawa menjadi salah satu kawasan dengan harga BBM non-subsidi paling rendah di Indonesia.
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur kompak menetapkan harga Pertamax Rp12.350 per liter.
Pertamax Turbo dijual Rp13.400, sementara Pertamax Green 95 berada di Rp13.150 per liter.
Kondisi serupa berlaku di Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Sementara Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki harga sedikit lebih tinggi, dengan Pertamax Rp12.650 per liter dan Dexlite Rp13.800.
Di NTT juga tersedia Biosolar non-subsidi dengan harga Rp13.700 per liter, yang ditujukan untuk sektor tertentu.
Sorotan Kalimantan Timur dan Wilayah Kalimantan
Kalimantan menjadi perhatian khusus dalam daftar harga BBM 2026.
Untuk Kalimantan Timur, bersama Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, harga BBM relatif seragam.
Pertamax dijual Rp12.650 per liter, Pertamax Turbo Rp13.700, Dexlite Rp13.800, dan Pertamina Dex Rp13.900. Pertalite dan Biosolar subsidi tetap pada harga nasional.
Kebijakan harga ini dinilai penting bagi Kaltim, mengingat wilayah ini menjadi pusat aktivitas industri, pertambangan, dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Stabilitas harga BBM diharapkan mendukung kelancaran mobilitas dan logistik di kawasan tersebut.
Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara mencatat harga lebih tinggi.
Di dua provinsi ini, Pertamax mencapai Rp12.950 per liter, Pertamax Turbo Rp14.000, Dexlite Rp14.100, dan Pertamina Dex Rp14.200.
Sulawesi, Maluku, dan Papua
Seluruh provinsi di Sulawesi menetapkan harga Pertamax Rp12.650 per liter, dengan Dexlite Rp13.800 dan Pertamina Dex Rp13.900.
Harga serupa juga berlaku di Maluku dan Maluku Utara, meskipun tidak semua jenis BBM tersedia di setiap wilayah.
Di Papua dan provinsi-provinsi pemekarannya, Pertamax dijual Rp12.650 per liter, Dexlite Rp13.800, dan Pertalite tetap Rp10.000 per liter.
Pertamina mencatat bahwa Pertamax Turbo dan Pertamina Dex belum tersedia merata di seluruh wilayah Papua karena faktor distribusi dan infrastruktur.
Evaluasi Berkala dan Imbauan ke Masyarakat
Pertamina menegaskan akan terus melakukan evaluasi harga BBM non-subsidi secara berkala, menyesuaikan dinamika global dan nasional.
Masyarakat diimbau untuk selalu mengecek harga terbaru melalui website resmi Pertamina atau aplikasi MyPertamina, terutama sebelum melakukan perjalanan jauh.
Dengan turunnya harga BBM non-subsidi di awal 2026, pemerintah dan Pertamina berharap roda ekonomi dapat bergerak lebih efisien, sekaligus menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan keberlanjutan energi nasional.
Awak Mobil Tangki Pertamina terjebak 16 jam akibat banjir dan longsor saat mengantarkan BBM ke Kerinci, Jambi. Dedikasi AMT tetap tinggi di tengah bencana.