Bromine Media merupakan media online yang menyajikan ragam informasi dan berita di ranah lokal Wonogiri hingga nasional untuk masyarakat umum. Bromine Media bertempat di Brubuh, Ngadirojo Lor, Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah.

All Nasional Internasional

PEMERINTAHAN

Warga Nilai Deforestasi di Hulu Jadi Penyebab Utama Banjir Besar di Kotim

Jumat 05-Dec-2025 20:11 WIB

481

Warga Nilai Deforestasi di Hulu Jadi Penyebab Utama Banjir Besar di Kotim

Foto : tribunnews

Brominemedia.com - Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam beberapa hari terakhir memicu kekhawatiran luas. 

Warga menilai genangan yang merendam desa-desa bukan hanya akibat cuaca ekstrem, tetapi terutama dipicu oleh masifnya deforestasi di kawasan hulu sungai.

Sejumlah desa di Kecamatan Tualan Hulu, seperti Rantau Suang, Tumbang Mujam, Merah, hingga Luwuk Sampun terendam cukup parah. 

Di beberapa titik, tinggi air mencapai dada orang dewasa dan memutus akses utama warga.

Utomo, warga Mentaya Hulu, menyebut faktor lingkungan menjadi penyebab paling dominan.

Ia menegaskan bahwa kerusakan hutan di hulu sudah berada pada tahap mengkhawatirkan.

“Yang pertama itu jelas deforestasi dalam skala besar. Yang kedua maraknya perkebunan kelapa sawit. Kalau masyarakat buka lahan itu wajar, skalanya kecil. Tapi perusahaan? Itu yang merusak,” ujar Utomo, Jumat (5/12/2025) 

Menurutnya, hujan dengan durasi pendek saja kini mampu menyebabkan banjir besar.

Kondisi itu berbeda jauh dengan beberapa tahun sebelumnya ketika hutan di daerah tangkapan air masih terjaga.

“Pembabatan hutan itu sangat berpengaruh. Biasanya kan warga hanya buka sedikit untuk kebutuhan hidup. Yang parah itu perusahaan sawit dan perusahaan kayu. Mereka yang merajalela,” tegasnya.

Warga juga menyoroti aktivitas pembukaan lahan yang diduga dilakukan oleh perusahaan berinisial PT BSL, anak usaha PT BUM, di Kecamatan Antang Kalang.

Padahal menurut informasi, izin perusahaan tersebut telah dicabut.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kotim, Rimbun, turut menyoroti maraknya deforestasi di kawasan hulu. 

Ia menegaskan pemerintah daerah harus menghentikan penerbitan izin baru yang berkaitan dengan pembukaan lahan sawit.

“Lakukan evaluasi, dan kalau izinnya memang sudah dicabut, jangan ada lagi aktivitas pembukaan lahan. Jangan lagi membabat hutan,” tegas Rimbun, Rabu (3/12/2025).

Ia mengingatkan bahwa sejumlah daerah di Indonesia seperti Aceh dan beberapa wilayah Sumatra yang dilanda banjir dan longsor, harus menjadi alarm bagi Kotim.

“Banjir dan longsor itu akibat jelas dari pembabatan hutan. Apalagi kalau terjadi di hulu sungai. Dampaknya pasti dirasakan seluruh wilayah di bawahnya,” ujarnya.

Rimbun menyebut Bupati Kotim Halikinnor sudah mencabut izin perusahaan dimaksud.

Namun ia meminta pengawasan lapangan diperketat karena masih ditemukan aktivitas pembukaan lahan.

“Kalau ada izin baru keluar untuk lahan sawit dan membabat hutan, terutama di hulu sungai, itu sangat berbahaya. Kami minta izin-izin itu dievaluasi dan kalau bisa kawasan itu ditetapkan sebagai hutan adat,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pemilik perusahaan yang diduga melakukan pembukaan lahan tersebut merupakan pengusaha asal Sumatra. 

Karena itu, ia meminta agar aparat dan pemerintah daerah tidak ragu menindak jika ditemukan pelanggaran.

Rimbun berharap semua pihak memahami bahwa kondisi banjir yang memutus akses, merendam pemukiman, dan mengancam keselamatan warga bukanlah bencana yang terjadi begitu saja.

“Evaluasi dan jangan biarkan lagi pembukaan lahan yang membabat hutan. Kotim harus belajar dari kejadian ini,” pungkasnya.


Konten Terkait

PEMERINTAHAN Di IKN, Prabowo beri koreksi soal desain dan fungsi kepada OIKN

Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah instruksi kepada Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN), dan koreksi di ...

Selasa 13-Jan-2026 20:07 WIB

Di IKN, Prabowo beri koreksi soal desain dan fungsi kepada OIKN
PEMERINTAHAN Alokasi Pupuk Subsidi di Kabupaten Madiun 2026 Capai 48 Ribu Ton, Mulai Ditebus Sejak Januari

Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun menyiapkan lebih dari 48 ribu ton pupuk bersubsidi untuk petani pada tahun 2026.

Selasa 13-Jan-2026 20:06 WIB

Alokasi Pupuk Subsidi di Kabupaten Madiun 2026 Capai 48 Ribu Ton, Mulai Ditebus Sejak Januari
PEMERINTAHAN Penjelasan Pramono Anung Soal Anggaran Rp100 Miliar untuk Bongkar Tiang Monorel, Jadi Polemik

Anggaran Rp100 miliar yang akan digunakan Pemprov DKI Jakarta untuk pembongkaran 98 tiang monorel menuai polemik. Pramono Anung beri penjelasan.

Selasa 13-Jan-2026 20:06 WIB

Penjelasan Pramono Anung Soal Anggaran Rp100 Miliar untuk Bongkar Tiang Monorel, Jadi Polemik
PERISTIWA Diperiksa KPK 7 Jam, Petinggi PBNU Aizzudin Bantah Terlibat Korupsi Kuota Haji

Aizzudin menegaskan bahwa pemeriksaannya dilakukan dalam kapasitas pribadi sebagai warga negara, bukan sebagai perwakilan PBNU.

Selasa 13-Jan-2026 20:06 WIB

Diperiksa KPK 7 Jam, Petinggi PBNU Aizzudin Bantah Terlibat Korupsi Kuota Haji
OLAHRAGA 3 Laga Penentu Nasib Persiba Balikpapan di Championship 2025/26, Peluang Bertahan Masih Terbuka

Persiba Balikpapan masih memiliki peluang untuk bertahan di Championship musim depan.

Selasa 13-Jan-2026 20:05 WIB

3 Laga Penentu Nasib Persiba Balikpapan di Championship 2025/26, Peluang Bertahan Masih Terbuka

Tulis Komentar