Kamis 24-Jul-2025 20:31 WIB
639
Foto : sindonews
Sikap serupa juga ditunjukkan kepada Korea Selatan. Gedung Putih sedang membahas penyesuaian tarif untuk Negeri Ginseng menjadi 15%, termasuk untuk sektor otomotif, sebagai bagian dari paket kerja sama yang lebih luas, menurut sumber yang mengetahui isu tersebut.
Filipina termasuk negara lain yang merespons inisiatif ini. Duta Besar Filipina untuk AS, Jose Manuel Romualdez, menyatakan bahwa pemerintahnya tengah menyiapkan penurunan tarif dari 19% menjadi 15% untuk memperkuat hubungan dagang bilateral.
Namun, tidak semua negara menyambut kebijakan Trump dengan optimisme. Pemerintah Vietnam, misalnya, tengah mempertimbangkan potensi dampak dari kenaikan tarif tersebut. Berdasarkan analisis internal, ekspor Vietnam ke AS dapat turun hingga sepertiga jika kebijakan tarif tinggi diberlakukan.
Sementara itu, India dan sejumlah negara anggota Uni Eropa masih berada dalam proses negosiasi untuk menghindari lonjakan tarif. Trump menegaskan bahwa pihaknya akan menerapkan “tarif yang sangat sederhana” bagi negara-negara yang sulit diajak mencapai kesepakatan dagang.
Konten Terkait
Pemain Bali United Kadek Arel Priyatna menjadi anggota executive committee (exco) Asosiasi Pesepakbola Profesional ...
Senin 12-Jan-2026 20:06 WIB
DNIKS meminta pemerintah, agar tahun 2026 lebih memprioritaskan program keadilan sosial, kesejahteraan sosial.
Minggu 11-Jan-2026 20:23 WIB
Begini komentar dari Pelatih Persik Kediri usai timnya dikalahkan Arema FC dalam pertarungan derbi Jatim Super League Indonesia.
Minggu 11-Jan-2026 20:11 WIB
Begini komentar dari Pelatih Persik Kediri usai timnya dikalahkan Arema FC dalam pertarungan derbi Jatim Super League Indonesia.
Minggu 11-Jan-2026 20:11 WIB
IHSG Bursa Efek Indonesia 8 Januari 2026 ditutup melemah. Analis Pasar Modal Indonesia Reydi Octa mengatakan IHSG kemungkinan sedikit terdampak suku bunga acuan dan inflasi
Kamis 08-Jan-2026 19:54 WIB




